80. Kami Akan Selalu Ada

1748 Words

Walaupun telah menelepon Bintang dan memberi tahu semuanya kepada pria itu tadi malam, Damar tetap tidak bisa memejamkan mata dengan tenang. Ia terjaga hampir sepanjang malam, menunggu kabar dari Muti maupun Bintang. Namun nyatanya, hingga pagi ini, Bintang yang berjanji akan segera menelepon setelah bicara dengan Muti, tidak juga menghubunginya. Entah pembicaraan itu tidak berlangsung baik, atau Bintang lupa untuk menghubunginya lagi. Tadi malam, ia memang menelepon Bintang dan mengatakan apa yang sedang terjadi di rumah. Jauh lebih baik jika Bintang mendengar dari dirinya dulu sebelum Tante Dina yang bicara kepada anak sulungnya itu. Tante Dina bisa saja memutarbalikkan fakta yang ada dan semakin menyudutkan Muti. Sejak dulu, Damar tahu betapa Bintang selalu perhatian kepada adiknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD