“Muti!! Bangun deh cepeeet!!” Guncangan yang sudah biasa Muti rasakan di hari Senin sampai Jumat itu, membuatnya mengerang. Ini hari Sabtu dan seharusnya Mama membiarkannya tidur dengan tenang. Ia tidak suka bangun pagi di hari liburnya kecuali Nero datang dan mengajaknya sarapan lontong sayur super enak di stadion. Namun, itu adalah besok, bukan hari ini. Jadi sudah seharusnya Mama tidak mengganggu waktu yang hanya bisa ia nikmati di hari Sabtu ini. Mama sudah tahu bagaimana jadwal mingguannya itu tidak pernah berubah selama bertahun-tahun. “Mamaa!! Ini kan Sabtuu!!” jeritnya sambil menarik selimut melewati kepalanya. Hujan badai pun tidak akan membuatnya bangun dari tempat tidur. Tangan Mama melayang lebih dulu di pundaknya sebelum wanita itu berkata, “ada Damar di bawah!” Mampus!

