Damar merasa trenyuh ketika melihat anak-anak yang berpenampilan sangat sederhana itu menangis tersedu saat mendengar jika Nero akan pergi. Mereka semua menangis seakan kehilangan sosok anggota keluarga yang sangat mereka sayangi. Satu anak, yang mungkin baru berusia lima atau enam tahun, memeluk kaki Nero dengan erat seakan tidak ingin pria itu pergi. Beberapa anak perempuan yang lebih besar, memeluk Muti yang juga meneteskan air matanya. Lalu, selain trenyuh, Damar juga merasakan sengatan rasa iri di dalam dirinya. Tidak pernah ada yang menangisinya seperti itu ketika Damar memutuskan untuk pergi ke Jepang untuk waktu yang lama. Bahkan mungkin tidak juga Muti. Oke, keluarganya, Mama terutama, memang menangis dan menyesali Damar pergi dengan cara seperti itu. Namun, itu jelas berbeda

