Sayangnya, kelegaan itu tidak dirasakan Damar untuk waktu yang lama. Nyatanya, sadar yang papanya maksudkan adalah bahwa Opa sudah bisa membuka mata dan menggerakkan jarinya, tetapi selain itu, kondisi Opa tidak bisa dibilang lebih baik. Dokter mengatakan jika irama jantung Opa masih belum stabil. Opa juga masih belum bisa bicara dengan keras, dan ketika membuka mulutnya, hanya nama Ola yang pria itu bisikkan. Matanya juga terus mencari keberadaan Ola setiap kali ada anggota keluarga yang masuk ke kamarnya. Setiap kali sakit, selalu Ola yang Opa cari. Biasanya, mereka tidak pernah memberitahu Ola setiap kali Opa terkena serangan. Selain tidak ingin Ola khawatir, mereka juga selalu percaya jika Opa akan pulih kembali. Akan tetapi, keberuntungan memang kadang enggan untuk selalu bersama d

