Muti merasakan hatinya hancur saat Damar tersedu-sedu di pelukannya. Rasanya seakan seluruh hatinya digenggam kuat, diremas, dan dibuat berantakan dalam sekejap. Melihat Damar menangis adalah hal yang paling tidak ingin ia alami. Selama ini, Damar yang selalu memeluk dan menguatkan saat Muti menangis. Damar yang selalu memberikannya sebuah pelukan nyaman dan menenangkan hingga Muti tahu bahwa sesulit apapun badai itu, ia tahu jika Damar akan selalu ada di sampingnya. Kini, ketika terjadi yang kebalikannya, Muti tahu bahwa Damar hanya seorang manusia biasa yang ada saatnya untuk merasa lemah dan ketakutan seperti saat ini. Tidak ada manusia yang sempurna, dan meskipun begitu, hal tersebut tidak membuat cinta yang ia rasakan untuk pria ini memudar. Justru, dengan Damar yang sekarang terse

