Mereka sering bertengkar. Tidak peduli berapa kali, atau berapa lama pernikahan mereka berjalan, mereka selalu bertengkar. Kadang, pertengkaran itu hanya tentang hal remeh seperti Damar yang suka sekali melempar handuk basahnya di atas tidur, atau menggeletakkan pakaian bekas pakainya begitu saja di lantai. Namun, tidak jarang juga mereka bertengkar tentang hal-hal yang lebih serius lagi. Seperti hari ini. Muti masih merasa begitu kesal dengan keras kepalanya Damar dan berharap bisa membuat otak suaminya itu berpikir lebih jernih. Sayangnya, hingga acara pesta berlangsung, ia masih memiliki keengganan yang besar untuk bicara dengan suaminya tersebut. Jadi, alih-alih berada dekat dengan suaminya seperti yang biasanya selalu terjadi, Muti justru memilih untuk berada di sekitar para wanita

