121. Undangan

2079 Words

Damar memandangi email yang baru saja ia terima beberapa saat lalu itu, dan terdiam cukup lama. Itu bukan jenis email yang akan ia duga diterimanya di saat seperti ini, tetapi setelah membacanya berkali-kali, email itu memang dikirimkan oleh seseorang yang sudah lama sekali mereka lupakan. Fuyumi. Gadis itu berkata di emailnya bahwa keadaannya sudah jauh lebih baik sekarang. Semenjak pulang dari Indonesia, ini adalah pertama kalinya mereka saling berkirim kabar. Bukan apa-apa, Damar memang sudah memutuskan untuk tidak mau tahu lagi tentang gadis itu. Damar tidak ingin menyinggung perasaan Muti. Semua orang tahu bagaimana hubungan mereka bertiga sebelum akhirnya Damar dan Muti menikah. Itu bukan sesuatu yang pantas untuk dikenang atau dibicarakan, dan Damar sendiri juga lebih memilih unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD