122. Menjadi Ayah Adalah Hal Terhebat

2067 Words

“Apa kalian benar-benar harus ikut ke sana?” Tanya Damar untuk ke sekian kalinya kepada Bunda yang sedang memeriksa koper-koper di ruang duduk. Besok, dirinya dan Muti akan terbang ke Jepang untuk memenuhi undangan Fuyumi, atau setidaknya, itulah yang awalnya mereka rencanakan. Ketika Damar mengatakan kepada Bunda satu minggu lalu bahwa mereka akan ke Jepang, wanita itu langsung meminta ayah mengambil cuti dan ikut pergi bersama mereka. Bunda berkata jika ia rindu teman-teman lamanya di negeri Sakura itu, dan sejak kepulangan terakhirnya ketika hamil Zed, Bunda belum ke mana-mana lagi. Itu artinya sudah lebih dari enam tahun, Bunda tidak ke sana. Apa Damar tega merusak senyum bahagia Bunda yang telah lama tidak bepergian karena sibuk mengurus bayi? Bunda cemberut menatapnya. “Kamu suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD