Jika ada satu hal yang bisa membuat Muti melupakan semua persoalan pribadinya, itu adalah tentang Dika. Akhir-akhir ini, Dika tampak tenang dan rajin mengikuti setiap kelasnya sehingga Muti pikir anak itu sudah bisa menerima keputusan orang tuanya. Ia merasa jauh lebih lega dan tidak terlalu fokus kepada anak itu. Namun, ternyata itu adalah ketenangan sebelum badai yang terjadi hari ini dan Muti merasa bersalah untuk itu. Seharusnya ia lebih memperhatikan Dika. Air matanya jatuh tak tertahankan saat melihat anak itu berbaring dari balik ruang ICU. Dika masih dalam kondisi kritis setelah malam sebelumnya menenggak cairan serangga. Kenapa anak itu tidak mencarinya dan bercerita seperti yang selalu dilakukannya selama ini? Kenapa Dika memilih jalan pintas seperti ini? Ia akan selalu ada unt

