34. Kau Tak Akan Terganti

1632 Words

Hari Senin tidak pernah menjadi hari favorit Muti sejak dulu sampai saat ini. Kenapa Minggu terlalu dekat dengan Senin? Seharusnya ada satu hari lagi di mana ia bisa menikmati empuknya kasur dan rebahan seharian. Oh, seandainya Muti bisa mendapatkan hari libur lebih panjang, ia tidak akan bangun dari kasurnya. Dulu, meskipun susah bangun pagi, ia selalu suka berangkat ke sekolah. Membayangkan bertemu anak-anak, menyaksikan tingkah polah masa muda mereka, memarahi mereka, selalu membuat Muti bahagia. Namun kini, setelah kepulangan Damar, sekolah tidak lagi menjadi tempat yang begitu menarik baginya. Mengetahui bahwa ia berada di tempat yang sama dengan pria itu, membuat dadanya sesak. Apalagi setelah kejadian kemarin. Damar pasti sangat membencinya. Yah, sebenarnya bukan hal yang buruk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD