Damar benar-benar gelisah hingga tidak bisa menyetir dengan tenang. Hanya beberapa jauhnya setelah keluar dari komplek perumahan Muti, ia meminggirkan mobilnya di depan sebuah taman kota yang gelap dan sepi. Ia ingin kembali ke rumah Muti dan memastikan keadaan gadis itu. Namun, ia juga tahu jika Muti pasti tidak akan menginginkan hal itu terjadi. Jika keadaan menjadi jauh lebih buruk lagi daripada sebelumnya, Muti pasti akan mengabarinya. Atau jika gadis itu nekat untuk pergi lagi, Damar akan ada di sini menunggunya. Sungguh, siapa yang mengira jika pertunangannya dengan Muti akan terjadi dalam cara seperti ini? Ia selalu memimpikan saat dirinya mengungkap perasaan pada Muti, saat mereka saling bertunangan, dan pada akhirnya menikah. Akan tetapi, tidak ada satupun kenyataan yang sesua

