Mereka menghabiskan sisa bulan madu yang tinggal beberapa hari itu dengan bersenang-senang. Berjalan-jalan ke kota untuk mencari makanan lezat, berpiknik di pinggir danau saat senja hari, dan yang paling utama, b******a dengan penuh gairah di setiap bagian rumah. Rasanya begitu menyenangkan dan sempurna. Sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di dunia nyata dan hanya terjadi dalam dongeng karena hidup tidak pernah sempurna. Namun, saat itu Muti percaya jika kisah mereka memang sempurna. Damar mencintai dan memujanya. Selalu memperlakukannya seperti dirinya seorang ratu, dan Muti sangat bahagia untuk itu. Ia selalu membuka mata dengan menatap wajah pria yang paling ia cintai, juga menutup harinya dengan sempurna dalam pelukan dan dekapan hangat tubuh Damar. Semuanya sempurna. Hingga pagi

