Promise!

1965 Words

Duka dan nestapa tak terelakkan lagi, menyadari kenyataan pahit kalau istri yang teramat dicintainya kini kehilangan penglihatannya. Selain itu, kepergian kedua mertuanya juga amat sangat memukul hati Darrel. Terasa sesak di dadaa dan juga pahit untuk menelan kabar buruk itu secara mentah-mentah. "Kau tidak akan sendirian, Sayang. Aku akan bersamamu. Aku janjikan itu padamu." Pemuda itu merengkuh tubuh istrinya, mendekapnya dengan erat guna memberikan ketenangan juga kehangatan. "Kita akan melewati semua ini, Sweetie. Kau pasti bisa." Tubuh Darrel merenggang, menciptakan celah antara dirinya dan tubuh Disha. Tangannya itu meraup kedua pipi mulus di depannya, mengusap butiran yang terus membanjir. "Kau harus tegar, Sayang. Badai akan cepat berlalu." "B-badai memang akan berlalu, Darrel.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD