Painful Truth

1774 Words

Hal yang paling membosankan bagi Disha adalah menunggu. Dia akan menggerutu jika sesuatu yang ia tunggu itu tak kunjung datang. Termasuk menunggu kehadiran seseorang. Setelah tiga hari suaminya meninggalkan rumah, kini tibalah saatnya Darrel kembali pulang. Rasa senang serta sendu terukir dalam raut wajah Disha yang bercampur dengan kegugupan. "Dishaa…." Suara teriakan Darrel yang terdengar mendekat, langsung merasuk gendang telinga Disha, dan itu semakin meningkatkan kegugupannya. Jemari tangannya saling bertaut dan meremas satu sama lain. "Nona Disha, Tuan Darrel mendekat ke sini," bisik Emine. Kini Darrel sudah berada di hadapan Disha dengan sebuah koper yang diseretnya. "Disha! Kau sudah tahu kalau aku pulang hari ini?" Darrel bertanya dengan ekspresi wajah sedikit mengerucut. "Pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD