"Hoamm." Refleks, Anandhiya meloloskan suara menguap dengan cukup keras. Kedua Matanya pun terasa kian berat. "Huaemmm." "Mau tidur di kamar." Terluncur gumaman pelan yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Anandhiya benar-benar sudah mengantuk berat. Ia bahkan terus menguap sejak 10 menit yang lalu. Namun, tidak kunjung beranjak bangun dari sofa. Masih berbaring nyaman sembari asyik memandangi sosok suaminya. Pemandangan yang bagus dan tentu saja dapat memanjakan mata. Hampir empat jam, ia menemani pria itu di ruang tamu mengerjakan tugas kantor. Akan tetapi, hingga jam menunjukkan pukul sebelas malam, suaminya belum juga berhenti berkutat di depan laptop, menyelesaikan laporan. "Danan...," panggil Anandhiya dalam alunan nada yang lembut dilengkapi pameran tatapan yang hangat.

