N.I.K.A.H

1680 Words

Pagi hari sebelum berangkat kerja, Rey mendatangi rumah Sila dengan langkah berat. Begitu sampai di depan pintu rumah Sila yang terbuka, ia disambut panas oleh Rangga. Rey bergidik ngeri melihat tatapan calon mertuanya menatapnya setajam golok diasah oleh tukang jagal untuk menghabisi nyawa domba. Bagaimana Rangga tidak naik pitam, mengingat malam lalu anak gadisnya diajak main lolypop dengan tanpa malu. Dugaan Rangga pada Rey yang selalu ia hormati sebagai rekan kerja, runtuh seketika. Bagaimana bisa anak gadis yang ia didik dengan penuh cinta malah dinodai dengan mainan batang-batangan milik laki-laki yang tersenyum takut-takut di depannya. "Sila ada om?" Rangga mengangguk kemudian sedikit mundur untuk memberi jalan Rey masuk. Begitu Rey duduk, Rangga langsung pergi masuk meninggalkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD