BRAAAAAKKKK BUGHHHHHH KLONTANG............. KLONTANG... DUGH! Sreeeeeeeeeetttt..... "Awwwwwwwww!" "Berhenti nggak Rey?!" "Nggak!" DUGH! "Nggak berhenti, lihat aja kamu hancur di tanganku Rey!" ancam Sila penuh amarah. "Terserah!" Sila sudah hilang kesabaran karena ulah penjahat bibir yang sudah memporak-porandakan miliknya tanpa perasaan sama sekali. "Awas kamu Reeeeeeeey!!!!!!" SREEEEET.... DUGHH KLONTANG KLONTANG GUBRAAAAAAAAKKKKKKKK! "Awh..... ah....." "Nah kan, dibilangin juga apa Rey. Makanya berhenti aja. Berdarah kan kalau gini. Yang repot kan aku juga," gerutu Sila. ****** "Sekali lagi aku tanya sama kamu gadis mencret, kamu kemanakan daftar nilai yang aku taruh di meja ruang tamu pagi itu?" tanya Dika yang sebelum ia pulang, dirinya menarik tangan Emil untuk

