Pengantin Baru

1456 Words

"Sil, bangun. Udah subuh." Rey menggoyang-goyangkan tubuh Sila yang tertutup selimut tanpa sehelai kain pun. Sila yang masih mengantuk hanya menggeliatkan badannya. Rey yang dipunggungi Sila tak lantas menyerah. Dengan ikut memiringkan tubuhnya yang juga sama-sama polos, ia mengguncang pundak istrinya. Ah, istrinya? Kenapa kata itu begitu syahdu ya kedengarannya di telinga Rey, apalagi jika mengingat semalam dirinya dan singa betina (yang ternyata begitu buas dengan teriakan serta cakaran di lengan dan punggungnya), telah menyatukan dua bentuk milik masing-masing yang berbeda tapi saling melengkapi. Sekian lama, akhirnya Rey bisa membuktikan kalau dirinya mampu mematahkan perkiraan semua orang yang menganggap dirinya tidak jantan. Terlebih adiknya sendiri juga Dery yang menertawakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD