Setelah subuh, Rey menenggelamkan dirinya di antara tumpukan bantal, guling dan selimut. Sila yang baru menyelesaikan kegiatan mandi wajibnya, karena setelah subuh Rey meminta ronde tambahan, mendengus dengan kelakuan laki-laki yang sialnya sudah menjadi suaminya. Setelah menikah, ia baru tahu kebiasan suaminya yang susah dibangunkan jika tidur. Terlebih jika setelah subuh Rey tidur, berangkat kerja pasti akan sangat dibangunkan. Entahlah, suaminya ini sedang pingsan atau koma. Dengan kesal, Sila mengambil panci dan sendok yang sudah ia persiapkan di kamar. Benda wajib yang Sila butuhkan sebagai alat untuk menarik Rey dari alam mimpi menuju alam kenyataan yang penuh ironi. Thingthingthing....thingthingthing....thingthingthing..... "Bangun..... gempa bumi!" teriak Sila histeris seraya

