Jangan Marah

1514 Words

Sila sudah memutuskan. Ia tidak pulang ke rumah suaminya, melainkan ke rumah orang tuanya yang tak lain berada puluhan ribu mili meter dari rumah mertuanya. Malam ini akan ia lalui di rumahnya dengan keceriaan Iko, Rangga dan Dinda selaku orang tua yang telah menyerahkan dirinya pada penjahat bibir yang telah menduakannya, dengan saudaranya sendiri. Gila! Malam saat ia baru sampai ke rumah setelah membeli bakso bersama Iko, ia dikejutkan oleh kedatangan benda pink yang aduhai menyilaukan mata dan meremukkan hatinya. Buket boneka tersebut dengan santai dan tanpa permisi sudah merebahkan diri di ranjangnya yang beberapa malam tidak ia tempati karena ia, dikurung dan diberdayakan oleh suaminya di kamar milik laki-laki penjahat bibir tersebut. "Ngapain pakek taruh di kamar ini? Mau pam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD