"Kamu mau kemana lagi, Na?" Tanya Raka ketus.
"Aku mau pergi main lagi sama temen aku, Om." Jawab Nara santai.
"Bukannya kamu kemarin abis main ya? Emang sekarang mau main kemana? Aku anterin aja yu." Ajak Raka pada Nara yang langsung dijawab gelengan oleh Nara.
"Ga usah Om. Aku ga mau repotin Om terus. Kalau gitu aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum." Ucap Nara sambil ngeloyor pergi.
"Waalaikumsalam." Jawab Raka. Setelah melihat Nara keluar dari Apartemennya, Raka pun memutuskan untuk mengikuti Nara secara diam-diam. Dilihatnya Nara sedang menunggu di halte dekat Apartemennya lalu menyetopkan sebuah taksi. Setelah melihat taksi yang ditumpangi Nara melaju, Raka pun mulai mengikuti taksi tersebut. Dia sangat khawatir kalau sampai terjadi apa-apa dengan Nara.
Mobil yang dinaiki Raka pun berhenti setelah melihat taksi yang Nara tumpangi berhenti disalah satu mall. Dilihatnya Nara turun dari taksi itu lalu terlihat sedang menghubungi seseorang. Tak lama kemudian sebuah mobil sport hitam berhenti didepan Nara. Keluarlah seorang dari mobil tersebut yang ternyata adalah Davi. Raka mengernyitkan keningnya saat melihat seseorang itu memeluk Nara erat. Lalu Nara pun membalas pelukan seseorang itu.
"Jadi sahabat yang Nara ceritain itu laki-laki? Apa jangan-jangan itu pacarnya? Masa iya sahabatan mesra kayak gitu coba." Raka berbicara pada dirinya sendiri.
"Sial.. harusnya aku ga perlu khawatirin Nara kayak gini. Toh yang dikhawatirin juga malah lagi seneng-seneng kayak gitu. Buang-buang waktu aja kamu tuh Raka. Tau kayak gini mending aku berangkat ke cafe aja." Umpat Raka sambil menjalankan lagi mobilnya meninggalkan tempat itu. Namun sekelebat bayangan masa lalu tiba-tiba berputar di fikiran nya. Masa lalu yang Raka tutup rapat-rapat itu tiba-tiba muncul lagi merusak konsentrasinya saat menyetir hingga dia tak menyadari ada pengendara motor muncul dari arah lain dengan kecepatan tinggi. Karena kaget, Raka pun lantas membanting setirnya ke kiri hingga menabrak pembatas jalan di depannya.
****
Di Cafe
"Lho Mas Raka kenapa itu dahinya berdarah gitu?" Tanya Agus panik.
"Tolong ambilin kotak P3K ya Gus. Terus anterin keruangan aku. Nanti aku jelasin didalam." Jawab Raka lalu masuk ke ruangannya.
"Yaudah Mas. Tunggu sebentar ya. Aku ambilin dulu kotak P3K nya." Ujar Agus sambil berlari mencari kotak P3K. Setelah kotak P3K ketemu, Agus lalu mengantarkannya ke ruangan Raka.
"Kenapa bisa luka gini sih Mas?" Agus kembali bertanya sambil membersihkan luka Raka.
"Aku nabrak pembatas jalan Gus." Ucap Raka yang langsung menghentikan kegiatan Agus.
"Lho kok bisa Mas? Gimana ceritanya?" Tanya Agus pada Raka. Lalu Raka pun menjelaskan semuanya pada Agus. Agus pun dibuat tercengang oleh cerita Raka.
"Bukannya Mas Raka udah lupain masalah itu? Kenapa tiba-tiba muncul lagi Mas?"
"Aku juga masih bingung Gus. Aku masih cari tau juga penyebabnya kenapa."
"Yaudah Mas Raka yang sabar ya. Aku yakin Mas Raka pasti bisa lupain masalah itu lagi sama seperti sebelumnya."
"Aku harap juga begitu Gus. Aku cape dibayangi masa lalu ini terus."
Ayo tebak.. masalah apa yang Raka tutup rapat-rapat itu???
Jangan lupa tap ❤ nya ya biar aku tambah semangat buat update ceritanya....
Makasih