Dua belas

577 Words
"Na, jalannya jangan cepet-cepet dong. Aku cape ini ngejar-ngejarnya." Teriak Raka di belakang Nara. Tapi Nara tak menyahut ucapan Raka. Dia masih aja tetep jalan cepat di depan Raka. "Na,kamu kenapa sih diem aja? Biasanya juga cerewet banget. Apa gara-gara insiden ciuman tadi?" Tanya Raka yang sontak membuat langkah Nara terhenti. Raka pun berjalan mendekati Nara dan berdiri dihadapannya  "Kalau insiden tadi buat kamu kefikiran dan jadi diem kayak gini, mending dilupain aja." Ujar Raka dengan entengnya. Sontak membuat Nara menggeram kesal. "Enak aja kamu ngomong Om. Bilang dilupain aja. Om tau ga? Itu tuh ciuman pertama Nara. Masa ciuman pertama Nara yang berharga itu malah diambil sama Om."   "Lah itu juga ciuman pertama aku, Na. Kamu tau sendiri kan aku ga pernah pacaran sama sekali. Tapi aku biasa aja. Lagian kan emang ga disengaja. Kamu juga kan yang tadi nyosor aku duluan. Kenapa jadi kamu yang marah-marah dan ngerasa dirugiin gitu." Ujar Raka dengan sewotnya. "Ih.. Om itu ga bakalan ngerti. Pokonya Nara kesel sama Om. Udah jauh-jauh jalannya dari Nara."  "Yaudah kalau gitu. Kamu pulang sendiri aja sana." Ucap Raka sambil berjalan meninggalkan Nara. Dan saat Nara tersadar, dia langsung tepok jidat. 'Bodoh bodoh.. bodoh banget kamu Nara. Ini kan di Bandung bukan di Surabaya. Mana tau jalan pulang' batin Nara sambil berlari mengejar Raka. "Om.. tungguin ih." Teriak Nara sambil berlari menghampiri Raka. **** "Om sini deh.. cobain pake baju ini." Tunjuk Nara pada salah satu baju yang terpampang di toko baju brand terkenal itu. "Ngga ah.. harganya pasti mahal itu." Ucap Raka malas. "Katanya pengen ganteng, pengen keren. Tapi ga mau ngeluarin modal. Ya susah." Celetuk Nara dengan tajamnya. "Yaudah aku cobain. Sini mana bajunya." Nara pun lalu memanggil salah satu pegawai di toko baju tersebut.  "Mba, saya minta kemeja yang ini ya. Ukuran nya L. Terus sama celana jeans ini juga ya ukuran 31." Pinta Nara pada salah satu pegawai tersebut. "Baik. Tunggi sebentar ya." Jawab pegawai itu lalu mengambil ukuran yang diinginkan Nara. "Hafal bener sama ukuran pakaian aku. Jangan-jangan kamu diem-diem sering merhatiin aku ya." Goda Raka yang sontak membuat Nara kikuk. "Ih.. kepedean banget Om tuh. Nara tuh cuman nebak-nebak aja." "Oh.  Jadi cuma nebak-nebak aja nih." Raka terus menggoda Nara. "Udah ih .. Om itu ngeselin banget. Tuh cepetan cobain bajunya." Ucap Nara sambil mendorong Raka untuk mencoba bajunya. Raka pun hanya tertawa cekikikan dengan tingkah Nara yang terlihat menggemaskan itu disaat menahan malunya. ****  "Gimana Na? Bagus ga?" Tanya Raka saat keluar ruang gantinya. Nara pun menoleh ke arah Raka. Dan seketika Nara terdiam membeku. Setelah itu Nara berjalan mendekati Raka. Dilepasnya kacamata tebal yang bertender dihidung mancungnya itu. Lalu Nara pun sedikit mengacak rambut Raka agar terlihat berantakan. "Aih.. kan kalo begini cakep Om. Keren pula. Ko Om betah dengan style dulu. Kan kalau Om bergaya kayak sekarang ga akan kelamaan jadi jomblonya." Ujar Nara sambil merapikan pakaian dan rambut Raka. Raka pun dibuat terpesona oleh perhatian kecil Nara. Seketika senyum simpul pun terbit dari bibir Raka. "Terima kasih ya,Na." Ucap Raka tersenyum lembut pada Nara. Nara pun dibuat sesak napas oleh senyuman Raka. Gila.. senyuman nya manis banget batin Nara. Nara baru sadar kalau Raka benar-benar perfect dengan gaya sekarang nya. Apalagi saat melepas kacamata tebalnya itu. Nara melihat mata yang begitu tegas dan terlihat menawan itu. "Kenapa kamu liatin aku kayak gitu? Kamu terpesona ya? Baru sadar kalau aku bener-bener ganteng dan keren?" Tanya Raka dengan pede nya sukses membuat Nara mendengus kesal. Lalu seketika Raka berteriak saat kakinya diinjak begitu keras oleh Nara. "Ah Nara.. kamu itu benar-benar gadis bar-bar ya." "Bodo amat." Teriak Nara sambil berlalu pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD