Aku tau, Tuhan tau, bahkan hatiku pun tau bahwa hanya ada kamu di dalamnya sejak dulu. *** “Vega!” Lian membuka pintu balkon dengan perasaan cemas. Pria itu berharap menemukan Vega disana. Namun nihil, disana tidak ada istrinya. “Vega!” Kembali dia berteriak sambil berjalan kembali ke kamarnya. Dan sekali lagi dia menelusuri apartemennya yang luas untuk mencari keberadaan gadis itu. Kakinya berhenti di tempat terakhir yang belum dia injak kali ini, ruang kerjanya. Pria itu mendesah panjang. Lian segera menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya saat merasa kakinya lemas. Lian menyurai rambutnya kebelakang, sembari memutar otaknya, memikirkan dimana keberadaan Vega. Saat ini pria tampan itu dilanda kebingungan dan kecemasan luar biasa. Karena istrinya mendadak hilang dari apartemen.

