Selamat pagi,bunda,papa,mama,"sapa Sinta"
"Pagi,sayang,"sapa balik Nina sambil mencium pipi putrinya.
"Sinta ayo duduk dekat bunda "ucap Nina"
Semenjak beberapa bulan ini,Sinta selalu ingin dekat dengan mamanya.
"Padahal Mery sudah mengurus Sinta dan Andi sejak umur 4 tahun,sekarang seolah tidak ada artinya pengorbanan Mery,Sinta yang selalu manja padanya terlihat begitu cuek,sekarang setiap dia menginginkan sesuatu dia selalu cari nina.
"Betapa sakitnya hati Mery,putri yang begitu dia sayangi selama ini seolah menganggap dia tidak ada arti lagi.
"Pagi mami sayang",sapa Andi pada Mery dengan senyuman"
". Mery masih bisa bertahan dan kuat karena masih ada Andi yang masih begitu menyayanginya dan perhatian adanya.
"Andi bahkan terlihat cuek dengan Nina ibu kandungnya dan lebih dekat dengan Merry.
Pagi sayang"balas Mery"
"Andi pun langsung duduk di samping Merry sementara Riko duduk di depan bertepatan dengan mereka.
"Mau makan apa mas"tanya Nina sambil meletakkan piring di depan Riko"
"Eko pun melihat ke arah Merry yang sejak tidak berbicara sepatah kata pun. Mery pun ikut makan masakan buatan Nina. Padahal selama ini Meri tidak pernah mau menyentuh makanan buatan dari Nina. Biasanya Merry akan berebutan dengan Nina untuk mencari perhatian Riko. Tapi hari ini Mery hanya terdiam"seolah cuek dan tidak peduli lagi.
"Bunda, cinta juga ingin diambilkan makanan sama bunda"pinta Sinta"
'iya,Sinta sayang, tunggu sebentar ya.
"Setelah menyiapkan beberapa lauk pauk ke piring Riko, Nina pun meletakkan makanan tersebut ke depan Riko dan Nina pun segera mengambil makanan untuk putrinya serta meletakkan piring di depan putrinya.
". "Terima kasih bunda"ucap sinta'
'sama-sama putriku sayang"ucap Nina sambil tersenyum"
"Andi sayang, bunda ambilkan nasib dan lauk buat kamu ya?"tanya Nina"
"No tante"ucap Andi spontan"
"What?, mengapa kamu memanggil bunda dengan sebutan tante?"tanya Nina terkeju, putranya sendiri memanggil dia dengan sebutan tante"
Tetapi Andi tidak menjawab pertanyaan bundanya sama sekali, dia hanya terdiam dan menatap Merry"
"Mama, Andi ingin Mama yang mengambilkan nasi dan lauk buat Andi. Boleh kan ma?"pinta Andi"
"Gerakan tangan mery pun terhenti saat ini memasukan nasi ke dalam mulutnya sendiri.
"Mama, ayo ambilkan nasi dan lau buat Andi"ucap Andi sambil memegang lengan Merry"
"Mery sempat meneteskan air mata, tapi marry mencoba sekuat tenaga untuk menahan air matanya yang akan jatuh, sakit hatinya sekali mendengar nada manja Andi.
"Beberapa bulan ini hanya Andi yang peduli padanya, di saat semua telah mengabaikannya.
Marry mampu bertahan sampai detik ini itu karena Andi.
"Sayang"mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan bundamu.
"Sekarang biar bundamu yang mengambilkan nasi dan lauk buatmu ya"ucap mery dengan lemah lembut"
Andi hanya terdiam dan menatap Merry dengan rasa kecewa, maafkan aku Andi sayang, Mama sangat menyayangi kamu, ingin rasanya Mama memeluk kamu. Tapi sekarang mama ingin mengajarkan kamu untuk terbiasa menjauh dariku, karena sebentar lagi mama tidak berada di sampingmu lagi"batin Mery"
"Nina merasa sangat senang, iya pun tersenyum karena melihat Merry sudah mau mengalah.
"Andi,sayang, tunggu sebentar ya bunda ambilkan"ucap Nina"
Nina pun meletakkan sepiring nasi di depan Andi"
"Ini sayang, selamat menikmati sayang"ucap Nina mengusap kepala putranya itu"
"Aku tidak mau makan!
Plak,,,
"Teriak Andi melemparkan makanan ke lantai sehingga piring tersebut pun pecah, akhirnya pecahan Beling terkena ke kaki Nina.
"Ah sakit"Nina berteriak"
"Nina kamu tidak apa-apa"tanya Riko panik"
Riko menunduk ke bawah dan mengecek kaki nina yang berdarah.
"Kak Andi, Kamu jahat, gara-gara kamu bunda terluka"ucap Sinta sambil menangis"
"Sudah sayang, tidak perlu memarahi kakakmu, bunda tidak apa-apa! Jangan menangis lagi"ucap Nina menenangkan putrinya yang khawatir pada dirinya'
"Riko marah,dia mendekati Andi dan menatap tajam Andi.
"Kamu sudah kelewatan Andi,selama ini papa tidak pernah mengajari kamu jadi anak yang kasar begini,lihat akibat perbuatan kamu,bundamu sendiri terluka"ucap Riko dengan nada keras"
"Andi pun bangkit dari kursi dan menatap papanya dengan tajam"
"Andi tidak suka Tante genit itu berada di rumah ini,apalagi mengambil makanan buat Andi."ucap Andi"
"Andi,dia itu bunda kamu,tidak pantas kamu menyebutnya dengan sebutan Tante"ucap Riko"
"Dia bukan bundaku,aku hanya punya mama Mery"ucap Andi"
"Kamu"...
"Ucapan Riko pun tertahan ketika Mery berdiri didepannya,menghalangi pandangan dari Andi.
"Mery menatap tajam,tapi terlihat rapuh dalam waktu yang bersamaan.
"Air mata menetes,dia merasa sangat terluka melihat Andi dimarahin Riko.
"Mery,minggir kamu, biar aku mengajari anakku cara bersopan santun"ucap Riko"
'jangan membentak Andi seperti itu, mas Riko,
""Riko seketika itu juga, terlihat sangat lemah saat menatap Merry,
"Ya Tuhan, mengapa wanita ini yang dulunya aku sama sekali tidak peduli dan cuek terhadapnya, tetapi sekarang di saat dia ingin meminta cerai dariku aku merasakan ada kehilangan yang begitu dalam dan tidak bisa menerima keputusannya untuk mengakhiri pernikahan ini.
Apakah aku telah jatuh cinta padanya?"batin Riko"
"Aku tidak bermaksud untuk membentak Andi, tetapi aku hanya ingin mengajari dia cara bersopan santun"jawab Riko"
"Kamu urus saja wanita kesayanganmu itu, biar aku yang akan mengantar Andi pergi ke sekolah"ucap Mery sambil mengambil tas Andi dan menggendong Andi keluar dari ruang makan itu, air mata Merry terus menetes dan dia mencium pipi Andi serta mempercepat jalannya menuju ke bagasi mobil.
"Mery tunggu"teriak Riko, sambil mengejar sampai ke halaman depan, tapi sayangnya mobil yang dikendarai oleh Merry sudah melaju keluar dari halaman rumah.
Mas Riko, sudah biarin saja"ucap Nina mengekor belakang riko'
Sambil mengendarai mobil, mery menatap putra mungilnya yang terlihat masih meneteskan air mata.
"Andi sayang"
"Iya,Mama"jawab Andi"
Tadi papa membentak Andi jangan marah ya, papamu hanya emosi dan tidak bisa mengontrol dirinya, sebenarnya papamu tidak bermaksud untuk membentak kamu andi.
"Andi,benci tante dan Andi juga marah pada papa, tapi yang lebih menyakitkan adalah di saat mama mencueki Andi,"
"Bukan mama bermaksud untuk mencuekin Andi, mama hanya tidak mau berebutan untuk mengambil makanan buat Andi.
"Karena di ruang makan sudah ada bunda Nina.
"Dia bukan bundaku,ma aku tidak suka sama tante genit itu"ucap Andi"
"Andi sayang, jangan berkata seperti itu"ucap Mery sambil mengusap rambut putranya, tiba-tiba Andi meraih tangan Merry dan menggenggam tangannya.
Mama, Andi sayang sama Mama, cuma ada Mama seorang di hati Andi"ucap Andi sambil menggenggam tangan Merry.
"Tapi mama bukan ibu kandungmu sayang"ucap Mery"
Emang kenapa? Kalau mama bukan ibu kandung Andi, Mama nggak akan mau menyayangi Andi lagi?, Mama akan meninggalkan Andi ya?"tanya Andi sambil meneteskan air mata"
Nggak Andi sayang, bukan itu maksud Mama"
"Tolong jangan tinggalkan Andi mah, Andi sayang mama."pinta Andi yang saat ini merasa Merry akan meninggalkannya"
Mery pun segera menepikan mobilnya dan menarik tangan Andi ke dalam pelukannya.
Mama juga sayang Andi,"tangis mery pecah, tapi dia mencoba untuk menahannya agar tidak bersuara,karena dia tidak ingin Andi sedih mendengar suara tangisannya"
Katakan mama tidak akan meninggalkan Andi"ucap Andi sambil menangis dipelukan Mery"
"Mery hanya terdiam,tidak mampu menjawab pertanyaan Andi,karena kenyataannya Mery akan segera mengungat cerai Riko,jelas akan meninggalkan Andi.
"Sehingga membuat dia tidak mampu menjawab pertanyaan putranya itu.
Cukup lama mereka menangis,perlahan tangisan Andi dan Mery Redah.
'sudah,Andi jangan nangis lagi,mata kamu sudah terlihat bengkak,Mery pun mengusap air mata putranya itu.
Mama juga tidak boleh nangis lagi ya,Andi tidak bisa melihat mama sedih dan menangis,kalau mama nangis dan sedih,pasti Andi akan ikut sedih"ucap Andi menyentuh pipi Mery dengan lembut'
Sayang bangat sama mama ya?"
Mery pun mencium pipi Andi dan menjalankan mobilnya menuju kesekolah.
"Sementara disekolah Riko,Nina dan putrinya Sinta menunggu kedatangan Mery dan Andi.
"Kemana mereka,kenapa belum sampai juga"ucap Riko rasa khawatir"
"Tenanglah,mas Riko,mungkin belum sampai kali"ucap Nina mencoba menenangkan Riko"
"tidak selang beberapa lama mobil yang dibawak Mery pun sampai disekolah,Mery turun dari mobil bersama Andi.
"kak Andi,mengapa tinggalin Sinta sih?,kak Andi tidak kasihan ya,gara-gara kak Andi kaki bunda terluka.coba kak Andi lihat"ucap Sinta marah pada kakaknya andi'
"Nina dan Mery tepat berdiri bersebelahan"
"Andi pun langsung membuka tasnya dan mengambil plester yang biasa disimpan didalam tasnya.
"sudah sayang,nggak perlu,kaki bunda udah diplester sama papa tadi"ucap Nina,yang merasa putranya mulai perhatian padanya"
"Andi justru berjongko tepat didepan Mery,
ada apa sayang?"tanya Mery merasa heran"
kaki mama juga terluka"ucap Andi"
"Mery sama sekali tidak sadar kalau kakinya juga ikut terluka,karena terkena pecahan beling piring tadi.
"sudah sayang"Mama nggak sakit koq,ini hanya luka kecil saja"ucap Mery"
nggak apa-apa ma,biar Andi tempelkan plester dikaki mama yang terluka ini."ucap Andi sambil membuka plesternya dan menempelkan kekaki Mery"
sementara Nina pun membalikan badan dan tidak ingin melihatnya.
tidak tahu apa yang membuat Andi dan Mery begitu dekat dan saling menyayangi.
padahal Nina sering menjelek-jelekan Mery didepan Andi,supaya putranya itu membencik mama tirinya itu.tetapi tidak berpengaruh sama sekali.
"ok,makasih sayang,sekarang Andi masuk kedalam kelas ya"ucap Mery"
" iya Mama"jawab Andi sambil mencium tangan Mery dan langsung berlari masuk kehalaman sekolah.
"Riko pun merasa aneh,putranya tidak mencium tangannya"
mengapa anak itu sama sekali tidak memanggilku dan mencium tanganku"batin Riko"
"Andi tunggu"teriak Mery"
ada apa mama"jawab Andi membalikan badannya"
"kamu lupa mencium tangan papamu dan bundamu"ucap Mery"
"dengan muka ditekuk,Andi mencium punggung tangan papanya"
"sudah mama"ucap Andi langsung memeluk dan mencium Mery"
"kenapa malah peluk mama,itu kamu belum mencium tangan bundamu"ucap Mery"
"tidak!aku tidak ingin mencium tangan Tante itu"ucap Andi langsung pergi begitu saja.
tunggu sayang"itu bawak adikmu masuk kedalam juga"ucap Mery"
ok,mama,oh iya ma"nantik jemput Andi ya"ucap Andi"
ok,sayang"jawab Mery"
"mas Riko"sebenarnya apa yang merasuki pikiran anak itu,sehingga dia tidak mempunyai rasa hormat sedikit pun sama aku"ucap Nina sambil menatap Mery"
"ah,capek"ucap Mery sambil menghelakan napasnya"
"mas Riko,mau langsung kekantor ya?,aku ikut,mas Riko ya.sekalian aku mau pergi kekantor papaku,arah jalannya kan sama"ucap Nina"
"
"
"
"