Melihat kemesraan mereka,mery pun langsung masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan halaman sekolah terlebih dahulu.
"Mery melihat dari spion,Nina berpegangan masuk kedalam mobil Riko.
Memang terasa sakit hati ini,tapi tidak apa-apa,Mery mencoba menahan perasaan cemburu itu sambil mengelus dadanya.
Bagaimana pun aku harus ikhlas,karena aku tahu Riko tidak pernah mencintai aku,Nina memang lebih dahulu masuk kedalam kehidupan Riko,mungkin aku hanya bisa memiliki Riko sampai disini saja,itu pun dia sama sekali tidak mencintai aku,mungkin jodoku sama Riko hanya bisa sampai saat ini saja.mery berusaha mengikhlaskan dan berusaha menenangkan hatinya sambil menyetir mobilnya.
"Mery memang bukan dari keluarga yang berada,sejak kecil dia sudah tidak mempunyai orang tua,dia hanya tinggal di panti asuhan,selama ini dia tidak tahu siapa ibunya dan tidak tahu ibunya.
Sejak kecil dia sudah memperjuangkan kebahagiannya sendiri,itu makanya dia tidak mau menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain.
Dia menikah dengan Riko, karena Mery ingin mencurahkan seluruh kasih sayang pada anak-anak Riko, yang kekurangan kasih sayang.
Karena dia pernah merasakan bagaimana sakitnya dan betapa menderitanya tidak mempunyai orang tua.
Tetapi dengan kehadiran Nina semua menjadi mimpi yang buruk bagi Mery.
Aku harus merelakan Riko kembali bersamanya, walaupun hati ini terasa sakit.
Nina juga ibu kandung dari Sinta dan Andi, mereka tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dan tidak akan pernah merasa sedih lagi.
Karena kedua orang tuanya telah bersatu kembali. Biarlah aku yang harus mengalah dan menahan rasa sakit ini.
*****
Sesampai di rumah mery langsung duduk di ruang tamu, memang aktivitas Vera tidak, tapi entah mengapa rasanya dia begitu capek dan lelah untuk menjalani hidup ini. Pikirannya terkuras dan tubuhnya pun terasa sangat lelah.
Hidup yang selalu kecukupan dan kemewahan tidak menjamin kebahagiaan mery selama ini.
Ingin sekali dia mengakhiri semuanya dan cepat-cepat bercerai dengan Riko, agar dia bisa mencari kebahagiaannya sendiri.
Selama ini pernikahannya hanya menyiksa batinnya, membuat hidupnya terasa sangat lelah dan hampir kehilangan akal sehat.
Satu jam duduk di waktu sambil memejamkan mata, tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.
Siapa yang datang? Ucap Mery sendirian sambil menatap ke arah luar rumah.
Ternyata Riko yang pulang secara tiba-tiba.
Riko pun berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat mery duduk di ruang tamu.
Ada apa?, mengapa tiba-tiba pulang?, ada yang ketinggalan ya?"tanyak mery sambil membenarkan posisi duduknya.
Tanpa menjawab pertanyaan Mery , Riko langsung duduk di samping Mery.
Mana wanita kesayangan itu?, tumben-tumbenan kamu nggak bersama dia?, biasanya selalu melekat seperti perangko."ucap mery
Gerah banget, bisakah kamu mengambilkan aku minum? Tanya Riko"
Panjang lebar aku bertanya, tapi jawaban kamu hanya haus, sama sekali tidak nyambung jawabanmu itu."ucap mery
ambirkan aku secangkir air segar"pinta Riko"
"Tidak mau,"ucap mery sambil menghalalkan nafasnya.
"Kenapa tidak mau?, bagaimanapun kamu bisa menjadi istriku, tidak boleh menolak permintaan suami, nanti kamu durhaka kepada suamimu"ucap Riko"
"Pandai kamu bawa-bawa durhaka segala, , selama ini kamu selalu cuekin aku dan tidak peduli dengan aku, kamu selalu peduli dengan wanita lain."ucap Mery"
Tolong sekarang buatkan secangkir minuman segar" ucap Riko sambil menatap wajahnya istrinya itu"
Mau tidak mau, karena malas berdebat, akhirnya mery pun langsung masuk ke dapur dan membuatkan secangkir minuman segar buat Riko"dia melihat seluruh dapur dan ruang makan sudah bersih, karena pembantu yang membersihkanya.
Bi Atun tolong buatkan secangkir es jeruk"ucap Mery"
'baik,nyonya, tunggu sebentar ya"ucap bi atun'
"Mery pun duduk di bangku sambil menunggu minuman yang dibuat oleh bi Atun"
"Sudah bi"tanyak mery"
"Sudah,nyonya"ucap bi Atun sambil menyodorkan secangkir es jeruk"
"Makasih ya bi"ucap mery"
"mery pun berjalan ke depan sambil membawa secangkir es jeruk buat Riko'
Ini minumanya"ucap mery sambil menyodorkan secangkir minuman segar pada suaminya.
Tetapi bukannya Riko menerima gelasnya, Riko justru menarik tangan mery, sehingga Mery terduduk di atas pangkuan Riko, secangkir minuman segar seketika mencrat membasahi leher, wajah dan sebagian d**a Mery .
Lihat ini, karena kecerobohan, aku jadi basah begini,"ucap mery kesal sambil mengusap air di wajahnya.
Aku haus, kamu malah sengaja menumpahkan minuman segarku"
Itu bukan salahku, aku juga basah, coba kamu lihat ini, Mery menunjuk wajahnya dan lehernya.
Masih ada sisa-sisa minuman segarnya"ucap Riko"
Mery terkejut saat tiba-tiba Riko menempelkan bibir ke lehernya, entah hanya perasaannya saja atau di Riko memang benar menjilat lehernya.
Apa-apaan kamu ini mas?,, ucap Mery mendorong tubuh Riko dan langsung berdiri.
Riko tersenyum kecil,meletakan kepala disandaran sofa dan menatap mery dengan senyuman menggoda.sementara mery kesal dan marah.
Benar-benar menjengkelkan kamu mas"ucap Mery dengan tatapan marah'
Aku sangat haus"
"Ya karena masih ada sisa minumannya, akhirnya aku minum."ucap Riko"
Ya bukan begitu juga mas, masak air leherku kamu jilatin, kamu kan bisa mengambil airnya di kulkas lagi, padahal di dalam kulkas kan banyak minuman segar"ucap mery menjadi salah tingkah sendiri"
mery benar-benar tidak menyangka Riko berani itu menjilat lehernya.
Aku sudah capek mas dan nggak tahan "ucap mery langsung naik ke tangga menuju ke kamarnya.
Nggak tahan bagaimana? Kenapa kita ke kamar?.
Riko mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar, Riko pun langsung membuka dasinya dan membuka kancing kemejanya.
Sebenarnya aku lebih tertarik melakukanya malam hari,tapi kalau kamu maunya sekarang,ya sudah aku tidak akan nolak sama sekali"ucap Riko"
Ih,apa-apaan kamu ikut aku kekamar,saat sampai didepan pintu kamar dan berbalik badan melihat Riko sudah ada didepan dengan gaya nakal.
Sejak kapan kamu jadi m***m seperti itu?"tanyak mery"
"Sejak sekarang",ucap Riko dengan nada santai'
Lalu ke mana selama 3 tahun, kamu nggak pernah memandang wajahku bahkan menyentuhku, aku tak akan mau disentuh kamu lagi, pergi sana bersenang-senanglah dengan mantan istrimu itu"ucap mery'
Nanti kamu cemburu, seandainya aku beneran gitu sama dia, apa kamu tidak nangis dan merasa sedih?"ucap riko'
Kalau dibilang sedih dan menangis, sudah 3 tahun aku menangis dan menjalani pernikahan ini", lagian buat apa aku sedih dan menangis lagi, kita juga akan segera bercerai.
mery membuka lemarinya dan mengambil berkas-berkas yang diperlukan untuk ke pengadilan agama.
Kamu tidak percaya,mas? apa yang aku katakan itu semua benar.
Sekarang coba kamu lihat, aku sudah menyiapkan semuanya dan akan kubawa semua berkas ini ke pengadilan agama dan menggugat cerai kamu"ucap mery"
Seketika itu juga ekspresi wajah Riko berubah menjadi serius"
Mengapa aku tidak tahu?, sejak kapan kamu mengumpulkan semua berkas-berkas ini?"tanya Riko yang ingin berusaha mengambil map tebal itu, tapi mery lebih cepat menyembunyikan map di belakang tubuhnya.
"Dalam beberapa bulan ini, sejak kedatangan mantan istrimu itu, aku sudah mempunyai firasat buruk, pernikahan kita akan segera berakhir, karena hadir orang ketiga dalam hidup kita, maka aku memutuskan untuk dan pergi dari sini. Agar kamu bisa kembali dengan cinta sejatimu itu"ucap mery mendorong suaminya dari kamarnya dan dengan cepat Mery melangkahkan kakinya berjalan pergi"
Mery ,Mery . tunggu sebentar"
"Riko berlari mengejar mery,sambil memanggil mery,akan tetapi Mery mengabaikan panggilan Riko dan berjalan sambil berlari.
Tetapi dengan langkah yang cepat, Riko berhasil meraih pergelangan tangan mery.
"Lepasin aku,mas"ucap mery
Aku tidak akan melepaskan kamu, kamu sudah masuk ke dalam hidupku, aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja.
Mery berusaha melepaskan genggaman Riko,tapi Riko justru menguatkan genggamannya sampai Mery merasa pergelangan tangannya sakit.
Kamu jahat , mas Dan kamu juga egois mas.
Kamu menahan aku dan tidak membiarkan aku pergi dari hidupmu, tapi kamu malam menyiksa aku seperti ini terus.
Kapan aku menyiksa kamu?
Aku sama sekali tidak pernah melarang kamu melakukan apapun dan bahkan aku tidak pernah memukul kamu sama sekali."ucap riko'
Apa menurut kamu mas, dengan bermesraan bersama wanita lain di depanku dan memperhatikan dia dengan penuh kasih sayang.
Apakah itu tidak menyiksaku?"ucap mery'
Wanita yang lain mana?"tanyak Riko"
"Jangan pura-pura bodoh kamu mas, nina mantan istri kesayanganmu itu?"jawab Mery"
Oh kamu cemburu ya sama dia?, aku selama ini tidak ada hubungan dengan dia, semenjak berpisah dengannya aku sudah tidak mencintainya lagi. Aku menghargai dia hanya sebatas dia itu ibu dari anak-anakku dan aku hanya menganggap dia sebagai temanku sekarang."ucap riko'
Mulut kamu bilang nggak cinta, tapi perhatianmu dan rasa pedulimu kepadanya melebihi segalanya.
Kamu bahkan berani membentak putramu demi wanita itu."ucap mery"
Aku membentak Andi, untuk mendidik dan mengajari dia cara bersopan santun kepada orang yang lebih tua"jawab Riko"
Andi sangat sopan dan dia sangat menghargai orang yang lebih tua, dia tidak menghargai Nina karena dia tahu bahwa Nina telah merusak hubungan kita, seharusnya kamu bisa bersikap dengan halus untuk mengajari anakmu"ucap mery"
Kamu tidak perlu mengajari aku untuk mengajari anak-anakku, aku tahu bagaimana cara mendidik anakku."ucap Riko"
Ya sudah, Didik saja Sinta dan Andi bersama Nina, aku tidak akan ikut campur.toh Nina itu adalah ibu kandungnya, mereka akan jauh lebih baik bersama ayah dan ibu kandungnya sendiri."ucap mery sambil berusaha menarik tangannya dari cengkraman Riko dan akhirnya pun terlepas.
Dengan langkah yang cepat mery berjalan, tetapi Riko berhasil menangkap tangan mery kembali.
kamu kira aku tidak mampu mengejarmu"ucap Riko"
aku tahu kamu mampu mengejarku, tetapi untuk apa kamu mempertahankan diriku dan mencegah aku untuk pergi ke pengadilan menggugat perceraian kita.
bukankah selama ini kamu menginginkan itu semua, agar kamu terbebas dari pernikahan ini"ucap Mery"
jadi sekarang tolong jangan mencegah aku dan biarkan aku pergi untuk menyelesaikan semua ini, tolong lepaskan tanganku mas."ucap Mery"
"tidak akan aku lepaskan, aku sudah mengatakan kepada kamu aku tidak ingin bercerai dengan kamu,"ucap Riko"
sakit mas, begitu cara kamu memperlakukan aku, tetapi kalau dengan Nina kamu selalu memperlakukan dia dengan lembut"ucap Mery"
"