Riko mengambil map tersebut dan terus disobek sama Riko,
"Tolong kembalikan mas"aku sudah bersusah payah mengumpulkan semua bukti-bukti itu"ucap mery
Tidak akan kubiarkan kamu membawa semua bukti ini ke pengadilan, aku akan melenyapkan semua bukti-bukti ini",ucap Riko menyobek map itu dan melemparkan sobekan map itu ke dalam kolam renang.
"Kamu jahat mas",ucap mery tanpa berpikir panjang langsung melompat ke dalam kolam renang untuk mencoba mengambil sisa-sisa sobekan bukti-bukti itu. sedangkan mery sama sekali tidak bisa berenang"
Apa-apaan kamu mery??ucap Riko langsung meloncat kedalam kolam renang untuk menyelamatkan mery yang hampir tenggelam"
"Lepaskan aku mas, buat apa aku hidup?, Jika aku harus menahan luka di hatiku ini"ucap mery yang mencoba memberontak gendongan Riko"
"Mery kamu tidak bisa berenang, tenanglah mery, aku tidak akan pernah membiarkan kamu tenggelam dan aku akan menyelamatkan kamu meskipun nyawa taruhanku"ucap Riko mencium mery"
"Aku tidak ingin hidup mas, kamu sudah menyobek semua bukti-bukti surat untuk aku bawa ke pengadilan agama dan kamu juga melemparkannya ke dalam air."ucap mery" memegang selembar sobekan kertas"
Riko langsung menggendong mery naik ke atas"
Lepaskan aku mas, biarkan aku mengambil sisa-sisa sobekan kertas itu mas,"ucap mery terus mencoba memberontak"
Bibi tolong ambilkan handuk"teriak riko sambil memeluk erat mery"
Baik tuan"ucap bi atun'
"Cepat bi"teriak riko"
Ini tuan handuknya"apa perlu bibi membantu untuk mengeringkan tubuh nyonya?"tanya bi atun'"
Tidak perlu bi, saya bisa melakukannya sendiri,"ucap Riko"
Baik, kalau begitu saya permisi ke belakang tuan"ucap bi atun' bergegas jalan ke belakang"
"Mery , aku tidak ingin kehilangan kamu dan tidak sanggup untuk bercerai dengan kamu"ucap Riko mendekatkan wajahnya ke telinga mery.
Ya Tuhan, sakit rasanya hati ini, tetapi di saat dia mengucapkan kata-kata seperti itu membuat hati ini merasa sangat bahagia,
Apakah aku sekarang sedang bermimpi Tuhan, tapi aku juga takut kata-kata ini akan membuat aku semakin sakit, aku harus tetap bersikeras untuk bercerai denganmu mas.
Karena aku tidak sanggup melihat kamu masih tetap berhubungan dengan mantan istrimu itu"batin mery"
Mau apa kamu mas,"ucap mery sambil mendorong tubuh Riko menjauh, tetapi Riko tetap bersikeras memeluk tubuh mery, dengan tubuh mery yang kecil sehingga tidak mampu untuk melawan tenaga Riko.
Sekarang baru aku tahu, kamu bisa senekat ini dan kamu juga bisa marah"ucap Riko"
Kamu baru tahu mas,masih banyak hal yang belum kamu tahu tentangku, itu karena kenapa?, Selama ini kamu tidak pernah memperhatikan diriku dan selalu cuek padaku, bahkan untuk memandang diriku aja kamu tidak pernah melakukan itu.
sehingga kamu tidak tahu bagaimana sikap istrimu yang sebenarnya"ucap mery"
Apalagi yang aku tidak tahu tentang dirimu?,"ucap Riko"
Semua sudah terlambat mas. Aku tidak mau kau tahu tentang diriku lagi sehingga membuat kau terpesona.
Bukankah sudah kubilang aku nggak akan perduli sama kamu dan sama kehidupan kamu lagi"ucap mery"
Aku akan berusaha untuk mencari tahu dirimu, mungkin bagi kamu sudah tidak peduli dengan diriku, tapi sekarang aku yang akan peduli denganmu"ucapkan sambil mencium bibir mery"
Mery menatap tajam Riko dengan tatapan yang marah, kamu benar-benar sudah kelewatan mas, kamu anggap apa aku ini.
Aku ini bukan seperti mantan istrimu yang bisa kamu cium-cium sembarangan seperti ini"ucap mery"
Apa salahnya aku mencium kamu?, Kamu itu adalah istriku"ucap Riko"
Setelah bertahun-tahun, kamu tidak pernah menyentuh diriku, kau abaikan diriku. Sekarang kamu berani menciumku"ucap mery"
Ya itu dulu, tapi sekarang aku sudah sadar, bawa aku tidak sanggup untuk bercerai denganmu, aku akan lebih perhatian sama kamu dan aku akan menebus semua kesalahanku"ucap Riko"
Semua sudah terlambat mas,aku tidak pernah percaya dengan mulut manis kamu, hati ini sudah terlalu sakit, kamu tahu mas?, Aku benar-benar sudah muak sama kamu semenjak kamu berselingkuh dengan mantan istrimu itu"ucap mery"
Selingkuh apa mer,? Lagi-lagi kamu membahas tentang Nina, bukankah sudah aku bilang, aku dan Nina tidak ada hubungan apa-apa.
Aku tidak pernah berselingkuh dan menghianati kamu walaupun selama ini aku tidak perhatian dan selalu cuek padamu"ucap Riko"
Orang bodoh, yang percaya dengan omonganmu ini"ucap mery mendorong d**a Riko dengan kedua tangannya, tetapi tanpa sadar tangannya Vera terluka terkena tusukan besi kolam renang"
Ah, sakit"teriak mery"
Riko pun segera melepaskan pelukannya dan membantu mery untuk duduk"
Bibi, tolong ambilkan kotak P3K di ruang tamu"ucap Riko"
Tetapi bi Atun, sibuk bekerja di dapur dan tidak mendengar panggilan Riko, akhirnya Riko pun pergi mengambil obat kotak P3K sendiri"
Tunggu di sini, aku mau pergi ambil kotak P3K untuk mengobati luka"ucap Riko"
Setelah Riko kembali dengan membawa kotak P3K, tetapi Riko tidak melihat mery berada di dekat kolam renang lagi"
Awas saja kalau dia berani kabur,"Riko mendengkus kesal"
"Mery,,,mery "teriak Riko berulang kali"
Apa-apaan kamu,? Teriak-teriak, aku tidak tuli, aku ada di sini di dalam kamar"ucap mery yang mendengar teriakan Riko didepan pintu kamar"
"Bukankah, tadi aku menyuruh kamu menunggu aku di tempat duduk kolam renang"ucap riko'
Aku sudah kedinginan mas, terserah aku udah mau ke mana"ucap mery "
"Dasar wanita keras kepala,ucap Riko jengkel mendengar jawaban mery didalam kamar,"ucap Riko kecil"
Apa kamu bilang mas?"tanyak mery walaupun kedengaran samar-samar"
Di dalam kamar, Riko melihat mery sedang duduk di tepi ranjang sambil meniup lukanya itu"
Riko heran, luka sebesar itu pasti sangat sakit, tetapi mery sama sekali tidak menangis ataupun meniti kesakitan, saat kakinya terkena pecahan beling tadi pagi, dia juga tidak mengeluh kesakitan, tidak seperti mantan istrinya yang luka kecil saja menangis dan mengeluh kesakitan.
Ternyata baru aku sadari, istriku ini wanita yang sangat hebat, dia juga sangat cerdas serta cantik, itu sebabnya Riko berani mengambil dia menjadi sekretarisnya dulu.
Bawa sini kota p3k-nya mas, biar aku yang mengobatinya sendiri"ucap mery"
Biar aku saja, ucapkan sambil meletakkan kotak p3k-nya dan meraih tangan mery serta memberi obat di luka mery"
Sakit tidak mer?tanyak Riko menatap wajah mery"
Bagiku luka ini tidak ada apa-apanya, tidak sebanding luka di hatiku yang kamu berikan selama ini"jawab mery"
Riko bertanya dalam hatinya, kenapa selama ini mery merasa sakit hati.
Riko sebenarnya agak bingung mengapa dia merasa sakit hati.
Padahal menurutnya kebebasan itu adalah segalanya,Riko akan merasa sangat bahagia jika dia diberi kebebasan untuk melakukan apapun.
Tidak dikekang atau dilarang melakukan apapun. Tapi mery justru terluka dan sedih. Secara nggak langsung.
Bukankah selama ini Riko selalu memberikan mery uang dan memberikan kredit card untuk digunakan. Tapi mery tidak peduli. Selama 3 tahun pernikahannya, mery sama sekali tidak pernah membeli barang-barang yang mewah dan mahal, sangat berbeda dengan jauh dengan nina yang selalu merengek meminta belikan barang-barang mewah dan mahal.
Riko sampai bingung dan sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya itu"
Sudah,mas, lepaskan aku bisa sendiri, bukankah selama ini aku melakukan segala sesuatu sendiri"ucap mery sambil menarik obat di tangan Riko"
Bisa diam tidak kamu?"ucap Riko kesal"
Nggak bisa mas, aku tidak terbiasa lukaku diobati orang lain"ucap mery membulatkan matanya"
Mendengar perkataannya itu, Riko menatap tajam istrinya yang keras kepala itu, Mery pun tidak mau mengalah dan menatap tajam balik Riko"
Kamu pikir aku takut dengan tatapan kamu yang seperti itu, nggak mas, aku sama sekali tidak takut sama kamu"ucap mery"
Riko menggelengkan kepala, merasa bingung dengan sikap istrinya yang seperti itu, padahal selama ini mery selalu menurut dengannya dan selalu bersikap baik"
Kenapa tiba-tiba kamu berubah seperti ini?"tanyak Riko"
Apanya yang berubah",?
Dulu kamu nggak pernah protes dan selalu menurut apakah aku, bahkan kamu kelihatan takut sama aku, sekarang kamu berani melawan aku dan membentak aku"ucap Riko"
Takut! Aku sama sekali nggak pernah takut sama kamu mas, selama ini aku diam, aku berpikir dengan berjalannya waktu kamu akan bisa mencintaiku, tapi semenjak kehadiran mantan istrimu itu, membuat aku semakin yakin kau takkan pernah mencintaiku."
Selesai mengobati mery. Riko meletakkan salap ke dalam kotak P3K'
Apakah benar kau mencintaiku?"tanya Riko dengan polos,"
Emang dasar lelaki bodoh, Dia pikir selama ini aku menikah dengan dia, aku hanya menginginkan semua hartanya dan ingin hidup enak, aku tahu sifatmu dibalik kelembutanmu dan kepolosanmu, jika kamu sudah marah sangat menakutkan.
Mungkinkah ini caranya untuk meluluhkan lawan bicaranya..
Aku tidak akan terbedaya dengan wajahnya polos seakan tidak tahu kalau aku selama ini telah mencintainya"batin mery.
Itu mungkin dulu, tapi sekarang sudah tidak, mas"ucap mery dengan nada cuek"
. Kamu jangan bohong! Aku tahu sekarang pun kamu masih mencintaiku"ucap Riko dengan percaya diri"
Tidak sama sekali mas"ucap Mery dengan tegas"
Jangan bohong mery,"ucap riko"
Kamu saja yang terlalu percaya diri, kalau aku masih mencintai kamu, aku tidak akan pernah mungkin bersih keras ingin bercerai denganmu mas"ucap mery"
Bukankah kamu bilang, ingin bercerai denganku karena kamu sudah lelah dan aku terlalu cuek denganmu"ucap Riko"
Ya mungkin itu salah satu alasannya"ucap mery dengan nada santai"
Berarti begitu, aku yakin kamu masih mencintai aku"ucap Riko"
Sudahlah mas, capek berbicara dengan kamu, tidak kusangka kamu begitu percaya diri, terserah kamu saja mas"ucap mery berdiri dan Riko pun ikut berdiri"
Tiba-tiba saja, mery hampir terjatuh karena menahan sakit di kakinya,
Tubuh mery pun jatuh ke dalam pelukan Riko.
Aku pun langsung mencium bibir mery dengan paksa"
Kamu mas"ucap mery terhenti"
Kenapa,? Mau protes, ucap Riko sambil mencengkram dan menindik tubuh Mery pun tidak sanggup untuk melawan dan akhirnya pasrah"
Sudah, cukup mas"ucap mery"
Tetapi Riko tidak memperdulikan dan tidak menjawab sepatah kata pun dari mery.
Riko terus melakukan aksinya, mery tidak mengerti mengapa sekarang Riko begitu bernafsu dengan dirinya.
Semenjak mengatakan perceraian, Riko seakan tidak terima dan selalu mengambil kesempatan untuk mencium dirinya.
Mery berpikir mungkin ini salah satu trik cara Riko untuk mempertahankan pernikahannya.
Tetapi mery tidak mau bercinta dengan cara hati yang tidak tulus.
"Tolong lepaskan mas"aku nggak mau melakukan ini semua dengan keterpaksaan"ucap mery"
Meskipun Mery terus memberontak, tetapi tubuhnya seakan menerima dengan baik, bahkan tanpa sadar dia pun membalas ciuman Riko, karena sudah bertahun-tahun mery mendambakan ciuman lembut ini, bagaimana mungkin mery sanggup untuk menolaknya.
Jauh di lubuk hati mery, masih menginginkan belaian kasih sayang Riko"
Nah gitu dong, aku yakin kamu pasti akan merespon ciuman ku Dan menikmatinya"ucap Riko"
Riko melepaskan cengkeman tangannya dan mengarahkan tangan mery agar melingkar di lehernya.
Tanpa sadar mery telah menikmati itu semua dan sudah lama dia mendambakan saat-saat seperti ini.
"Aku sangat suka melakukan ini semua"ucap Riko berbisik di telinga mery"
Baru saja Riko ingin melanjutkan aksinya, tiba-tiba HP Riko berdering.
Riko mengumpat dan mengambil ponselnya, ciuman pun terlepas, tapi mery enggan untuk melepaskan ciumannya itu dan kembali menarik Riko serta mencium bibir Riko kembali.
Woh,,Woh,, kamu sangat hebat"ucap Riko tersenyum"
.