rasa kesal

2000 Words
Riko melihat ponselnya dan terkejut melihat ada nama Dion,yaitu papanya Nina. "Riko segera mengangkat telpo tersebut. "Hallo om'ada apa? "Riko tolong kerumah sakit sekarang,Nina mengalami kecelakaan tadi'ucap tantenya Nina" Apa om?,dimana dia mengalami kecelakaan"tanya Riko panik" Maafkan aku mery"ucap Riko turun dari tempat tidur. Mery pun terbangun dari mimpi indahnya. Padahal baru saja mery menikmati semuanya. Riko yang begitu mendengar Vera kecelakaan langsung melepaskan pelukan dan ciuman yang begitu menggairahkan. Membuat mery sadar bahwa sampai kapanpun hati dan cinta Riko tidak akan menjadi miliknya. Nina tadinya ingin pergi kekantor kamu,tetapi didalam perjalanan menuju kekantor kamu dia tertabrak.sekarang dia terus menyebut nama kamu.dari tadi om mencoba menelpo kamu tapi kamu tidak angkat,akhirnya kamu angkat juga.om sangat khawatir dengan Nina,tolong kamu kesini"ucap om Dion" "Oh iya om,tadi saya sibuk,Nina berada dirumah sakit mana om?"tanya Riko" Di rumah sakit sarihasada"jawab om Dion" Ok,om bentar lagi saya kesana"ucap Riko menutup telponnya" "Mery terdiam,merasa mimpi indahnya telah berakhir" Riko mengambil kemeja diatas ranjang,lalu mencium mery dan berkata maafkan aku sayang, Kita lanjutkan nantik malam"ucap Riko langsung bergegas pergi tampah menunggu jawaban mery" Baru saja Riko ingin membuka pintu kamar,tetapi gerakan tangannya tertahan ketika mendengar ucapan mery. Jika kamu masih tetap disini melanjutkan percintaan kita,aku akan membatalkan gugatan perceraian kita. Riko terdiam didepan pintu begitu lama,sementara mery menatap punggung sambil berharap untuk kali ini Riko akan memilih tetap untuk bersamanya. "Tolong jangan memberikan aku pilihan yang begitu sulit,saat ini Nina sangat membutuhkan aku,dia kecelakaan dan masuk rumah sakit"ucap Riko membalikan badannya" Dia membutuhkan kamu,jadi kamu pikir aku tidak membutuhkan kamu,mas? Kita bisa melanjutkan percintaan kita nantik saat aku pulang"ucap Riko" Bukan soal percintaan atau seks yang aku inginkan darimu,mas"ucap mery" Kalau bukan itu,lalu apa?"tanyak Riko" Tampah menjawab pertanyaan Riko,mery langsung menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya agar Riko tidak melihat dia meneteskan air mata,sakit dihati mery membuat dia tidak mampu menahan air mata yang menetes dipipinya" Mery"kamu kenapa?"tanya Riko" Silakan pergi mas"mungkin Nina lebih membutuhkan kamu saat ini."ucap mery" Maafkan aku mery,"aku akan segera pulang setelah melihat keadaan Nina"ucap Riko" Melihat Riko pergi begitu saja,seketika itu juga tangis mery pecah. Selama tiga tahun pernikahan,selama itu juga dia menangis,padahal mery adalah wanita yang sangat kuat,sebelum dia menikah dia jarang menangis walaupun masalah yang dia hadapi begitu menyakitkan dan sulit untuk dilewatinya. Aku lelah dengan semua ini"teriak mery sambil meneteskan air matanya" """""" Riko mengendarai mobilnya melaju menuju kerumah sakit" Sesampai dirumah sakit,Riko segerah menghampiri papanya Nina yang berdiri didepan ruangan Nina dirawat" Bagaimana keadaan Nina,om?tanyak Riko" Untung saja lukanya tidak begitu parah"ucap Dion" "Syukurlah,Nina tidak parah,aku legah"ucap Riko menghela napasnya" Terima kasih Riko,kamu mau tuangkan waktumu untuk datang menjengguk Nina.ucap bunita mamanya Nina dengan senyuman" Iya Tante"aku pasti akan datang Tante"ucap Riko" Seandainya saja kamu masih menjadi suami Nina,pasti Tante akan merasa sangat bahagia dan semua ini tidak akan pernah terjadi, Nina sangat mencintai kamu, Nina tidak ingin membuat kamu sedih dan susah, itu sebabnya Nina berpura-pura berselingkuh dengan pria lain, agar kamu membencinya dan mau menceraikannya. Demi kamu dia mau mengembangkan perasaannya dan cintanya hanya untuk membahagiakan kamu. Nina adalah Putri tante yang sangat baik, tante tidak menyangka dia akan menderita seperti ini setelah berpisah dengan kami"ucap bunita sambil menangis" "Sudah ma"ini semua sudah terjadi dan kita juga tidak bisa menolak keputusan Nina pada saat itu"ucap Dion yang berusaha menenangkan hati istrinya" "Aku ini seorang ibu"pa, hatiku sangat sedih dan menangis, melihat putri kita hidup menderita seperti ini, rasanya ingin sekali aku menggantikan posisinya"ucap bunita" Saat ini kebahagiaan Putri kita hanya ada pada Riko, jika Riko tetap berada di sampingnya papa yakin Nina akan selalu bahagia untuk menikmati sisa-sisa hidupnya"ucap Dion sambil menatap wajah Riko" "Sudahlah Om jangan berkata seperti itu"jawab Riko" Riko, pada saat kalian ingin bercerai dulu, jujur ,Om sangat tidak setuju, tapi mau tidak mau,Om harus menerima keputusan itu. Karena Om tahu dinas sangat mencintai kamu. Sekarang ,om hanya bisa berharap kamu memberi dia kebahagiaan dan selalu menjaga dia dengan sisa-sisa umumnya yang sudah tidak panjang lagi, walaupun saat ini dia bukan istri kamu lagi. Dia berkata kepada om, dia ingin menghabiskan sisa-sisa waktunya bersama kedua anak-anaknya yang begitu dia sayangi. "Ucap Dion" "Tanpa,Om memintanya aku akan selalu menjaga Nina"ucap riko' Terima kasih,Riko.. Bolehkah tante tanya sesuatu kepada kamu? Ucap bunita ibunya Nina" Tentu saja boleh Tante?"jawab Riko" Apakah kamu masih mencintai Nina?"tanya bunita" . Riko terdiam dan bingung tidak tahu harus menjawab apa. "Jika kamu tidak bisa menjawabnya, tidak apa-apa Riko, mungkin saat ini sulit bagi kamu untuk menjawab pertanyaan tante. Hanya satu pinta tante tolong berikan Nina kebahagiaan untuk saat-saat terakhirnya."ucap bunita sambil menangis" . Iya tante, aku akan selalu berusaha memberikan dia kebahagiaan"ucap Riko" 'sekarang kamu masuklah Riko, karena sudah dari tadi Nina menunggu kamu"ucap Dion papanya Nina" Terima kasih,om Kalau begitu sekarang Riko masuk dulu ya Tante,om"ucap di kos sambil tersenyum kepada kedua orang tua Nina" Riko pun segera masuk ke dalam ruang perawatan Nina" "Mas Riko, akhirnya kamu datang juga"ucap Nina dengan nada manja" Hai Nina, bagaimana keadaanmu"ucap Riko sambil duduk di bangku" Tanganku masih sakit"ucap Nina sambil menunjukkan tangannya yang masih diperban" "Kenapa kamu bisa kecelakaan?, seharusnya kamu berhati-hati"ucap Riko" Pada saat itu, aku ingin nyebrang, pikiranku juga tidak fokus dan tiba-tiba ada sebuah motor melaju dan menabrakku"ucap Nina" Kamu ditabrak motor?"tadi Om Dion bilang kamu disenggol sama mobil"tanya Riko dengan perasaan janggal" Nina nampak kegelapan dan dia berusaha untuk tenang dan menjawab pertanyaan Riko" Iya pada saat itu, ada sebuah mobil melintas terus motor itu mengelak akhirnya menabrak diriku"ucap Nina" Oh begitu ya, lain kali kalau mau menyeberang harus lihat kanan kiri dan hati-hati"ucap Riko" Terima kasih, mas Riko"ucap Nina tersenyum dan hatinya merasa sangat senang karena Riko datang. Tidak sia-sia dia menggunakan taktik untuk menabrakkan dirinya, syukur saja lukanya tidak parah. Demi untuk menari perhatian Riko Nina, rela melakukan apapun, agar dia bisa kembali bersama Riko. Nina adalah wanita yang sangat licik, segala akal selalu dilakukannya untuk menarik perhatian Riko. Nina berencana ingin membuat Riko dan Merry berpisah. "Kamu tidak apa-apa"aku rasa hari ini juga kamu bisa langsung pulang"ucap Riko" Kamu terlalu polos Riko, memang aku tidak apa-apa, aku melakukan ini hanya untuk menarik perhatianmu dan membuat hubunganmu dengan Merry hancur. Ingin sekali aku melihat kamu dan Merry bercerai, agar aku kisah rujuk kembali bersamamu"batin Nina" ... Iya mas Riko, kata dokter sore ini juga aku boleh pulang,"jawab Nina" Riko terdiam, dia kembali dilema, di sisi lain dia ingin segera pulang, karena dalam hatinya dia takut Meri akan kabur, tapi di satu sisi dia juga tidak tega untuk meninggalkan Nina dalam keadaan seperti ini. Apalagi barusan Riko sudah berjanji akan selalu menjaga Nina. "Mas Riko, aku sama sekali tidak meminta kamu menemaniku sampai malam"ucap Nina menggenggam erat tangan Riko" Iya Nina"jawab Riko" Aku tahu saat ini kamu sudah menikah dan kamu juga harus menghabiskan waktumu bersama Merry. Aku sangat mengerti dengan posisimu sekarang, aku hanyalah mantan istrimu yang sudah tidak berhak atas dirimu"Nina berkata sambil meneteskan air mata yang terus mengalir di pipinya" Sudahlah jangan menangis Nina, semua sudah terjadi"ucapkan sambil mengusap air mata nila dengan lembut" Maafkan aku Riko, aku terus menyusahkan kamu dan membuat kamu tidak ada waktu buat istrimu"ucap Nina" Tidak Nina, kamu sama sekali tidak menyusahkan, sudahlah jangan terlalu banyak pikiran nanti penyakitmu akan semakin parah. Kamu harus berusaha untuk kesembuhanmu. Ingat kata-kata dokter kamu harus bahagia dan jangan banyak pikiran"ucap Riko mengusap rambut Nina dengan tangannya" Saat ini, kebahagiaanku hanya ingin selalu bersamamu dan selalu ingin dekat denganmu. Seandainya kamu belum menikah aku ingin sekali kamu selalu menemani aku dan selalu berada di sisiku. Ingin sekali aku kembali bersamamu dan tinggal bersama anak-anak kita, tapi aku sadar dan aku juga tidak boleh egois, bagaimanapun saat ini kamu sudah menikah dan kamu sudah menjadi milik Mary. Aku tidak mau dengan kehadiranku membuat Merry merasa cemburu kepada diriku. Selama ini aku selalu berusaha menjadi teman Merry, tetapi dengan usahaku semua sia-sia. Karena aku melihat Merry sangat membenci aku, dia juga mengatakan aku seorang wanita yang tidak tahu malu dan ingin merebut kamu dari dirinya. Yang paling aku tidak terima adalah dia selalu mengatakan aku seorang pelakor yang tidak tahu malu"ucap Nina dengan tetesan air matanya untuk mengambil perhatian Riko" Aku mengerti, kalau bisa aku minta tolong jangan kamu mendengarkan kata-kata Merry dan jangan kamu membenci dia. Wajar saja dia bersikap seperti itu kepadamu. Karena saat ini dia adalah istriku. Tapi bagiku kamu bukan seorang pelakor. Merry adalah wanita yang sangat baik dan sangat lembut,dia melakukan itu karena dia cemburu, padahal selama ini aku dan kamu tidak ada hubungan apa-apa. Aku berada di sisimu hanya untuk menemani kamu dan berusaha membahagiakan kamu"ucap Riko" Mendengar ucapan Riko, bila merasa sangat kesal, karena Riko memuji Nina. Tapi tidak apa-apa, dengan berjalannya waktu Nina merasa yakin mampu untuk merebut Riko kembali" """" Bi,sekarang jam berapa?"tanya mery yang baru bangun tidur" Sudah jam sepuluh tiga puluh,nyonya"ucap bi atun" "Aduh,aku ketiduran,anak-anak sudah mau pulang sekolah,aku harus cepat pergi menjemput anak,kasihan kalau mereka akan menunggu terlalu lama,aku berangkat dulu ya bi"ucap mery" "Iya nyonya,jangan terburu- buru ya nyonya,hati-hati dijalan"ucap bi Atun" Ok,bi" Dalam beberapa bulan ini,Nina selalu menjemput anak-anak sekolah,tapi karena dia kecelakaan,sehingga mery yang harus menjemput Sinta dan Andi disekolah. Aku bukan orang bodoh Nina,aku tahu ini hanya cara kamu untuk mengambil perhatian Riko" Menggunakan kecelakaan untuk mencari perhatian Riko,saat ini kamu bisa main-main dengan kecelakaan,kalau udah benar-benar kecelakaan baru kamu tahu"gumam mery sambil mengendarai mobilnya" Mery benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Nina yang licik dan jahat itu. Berpura-pura sakit parah dan berpura-pura kecelakaan segala,tapi aku yakin segala sesuatu yang dia lakukan pada suatu saatnya akan menjadi kenyataan dan pada saat itu juga dia akan menangis, rasanya aku sudah tidak sabar menunggu saat-saat dia menangis karena wanita licik dan jahat pasti akan mendapat balasannya. .mobil Mery sampai di sekolah dan melihat sinta dan Andi sudah menunggu di lapangan. Mama"di mana bunda?, kok dia tidak datang menjemput Sinta"tanya Sinta" Tidak perlu bunda yang menjemput, aku senang jika mama yang menjemput"ucap Andi" "Iya sayang"bunda atau Mama yang jemput itu sama saja" "Iya ma"jawab Sinta dengan muka ditekuk" Ayo kita ke rumah sakit"ucap mery" Kenapa kita harus ke rumah sakitnya?"tanya Sinta" Tadi bunda Nina, katanya kecelakaan dan tidak bisa menjemput cinta, sekarang bunda Nina berada di rumah sakit"jawab mery" Hebat sekali Nina, mengambil hati putrinya untuk mengambil simpati Riko kembali. Sehingga Sinta yang dulu begitu dekat denganku, sekarang sudah menjauh dariku. Tapi sudahlah, aku sudah tidak perduli dan capek untuk menasehati Sinta, sekuat apapun aku mencoba untuk kembali mengambil hati Sinta, itu percuma saja jika Nina terus mencoba memperalat pikirannya"batin mery" Mama, aku mau ke rumah sakit untuk melihat bunda"ucap Sinta" Aku tidak mau, pergi saja kamu ke rumah sakit sendirian"ucap Andi" Dengan rasa kesal Sinta menatap Andi kakaknya. Kenapa kamu tidak mau ketemu sama bunda, sekarang bunda kecelakaan loh"ucap Sinta" "Mau dia kecelakaan atau tidak, Andi sama sekali tidak mau ketemu sama bunda,"ucap Andi" Emang kenapa"tanya Sinta" Dia itu perempuan jahat, yang selalu ingin merebut papa dari mama Merry"ucap Andi" Bunda bukan orang jahat, dia yang melahirkan kita Dan bunda juga ibu kandung kita, ingat surga bukan di telapak kaki Mama Merry, tetapi surga ada di telapak kaki bunda Nina yang melahirkan kita"ucap Sinta polos' "siapa yang mengajari kamu berkata-kata seperti itu"tanyak Andi" bunda yang mengajari aku dan memberitahu aku semua itu"jawab Sinta" "ya ampun"Nina benar-benar sudah kelewatan, dia akan mencuci pikiran Sinta untuk membenci diriku, begitu teganya dia mempererat gadis kecil yang sama sekali tidak tahu apa-apa ini, tapi sudah lah sekuat apapun aku melawannya itu semua sudah tidak akan berarti lagi. toh, Riko juga lebih memilih Nina daripada diriku. buktinya saja, di saat dia mendengar Nina kecelakaan dia langsung meninggalkan aku begitu saja. bahkan dia tidak memikirkan perasaanku saat itu. "dia yang memulai percintaan dan dia juga yang mengakhirinya begitu saja. sehingga membuat aku terlalu terhanyut dalam mimpi yang begitu indah, ketika aku bangun dari mimpi itu semuanya hancur begitu saja. sekuat apapun aku mencoba untuk membuat Riko jatuh cinta kepadaku, itu semua tidak akan pernah berhasil. aku sudah yakin Riko tidak akan pernah mencintaiku sampai kapanpun"batin Mery" sudahlah jangan bertengkar, ayo kita masuk ke dalam mobil. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD