mencoba menahan sakit hati

1004 Words
Andi nggak mau kerumah sakit mama"ucap Andi" Kenapa tidak mau ke rumah sakit sayang?"tanyak mery" Andi tidak ingin bertemu papa dan bunda dirumah sakit,kalau mama melihat papa dan bunda berdua pasti mama akan sakit hati' Ya,Tuhan Andi yang masih kecil begitu saja,sangat memahami perasaanku,tapi justru Riko sama sekali tidak mengerti sama sekali dengan perasaanku. Tidak apa-apa sayang, Mama tidak akan merasa sedih kok. Mama tidak akan sedih jika Andi ikut menemani mama. Mama bisa kuat itu karena Mama sangat menyayangi Andi"ucap mery membelai rambut andi' "Ya sudah, tapi ingat ya, Mama jangan sedih dan jangan meninggalkan Andi. Jika mereka menyakiti mama, Andi pasti akan melindungi mama. Seandainya mama sedih mama bisa memeluk Andi dengan erat."ucap Andi" Ya Tuhan, anak sekecil ini, perasaan yang butuh peka dan dia juga merasakan kesedihan yang kualami selama ini. Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan seorang malaikat kecil yang begitu menyayangi aku di saat aku sudah tidak mampu untuk melewati ini semua."batin Merry" Mama dan kak Andi, ayo kita pergi ke rumah sakit, sinta sudah tidak sabaran untuk bertemu bunda dan melihat keadaan bunda."ucap Sinta" "Sabar tidak?, dasar perempuan cerewet"ucap Andi membentak Sinta" Kak Andi,kenapa begitu?"ucap Sinta" Sudah, sudah jangan bertengkar lagi, ayo kita segera berangkat untuk menemui bundamu"ucap mery sambil membukakan pintu untuk kedua anaknya" "Mereka pun segera menuju ke rumah sakit, tetapi tiba-tiba Riko, menelpon dan mengatakan jika Nina sudah pulang ke rumah sekarang" "Mama, telepon mama berdering tuh"ucap Andi" Oh iya, begitu mama angkat sebentar ya"ucap mery dengan senyuman" "Dari siapa mah"tanyak Sinta" Dari papamu"ucap mery" "Ya udah ma, cepet angkat, siapa tahu ada berita tentang bunda"ucap Sinta" "Nggak usah diangkat saja mah, buat apa kita mengetahui tentang keadaan Tante Nina"ucap Andi" "Kakak sudah kelewatan, kenapa memanggil bunda dengan sebutan Tante Nina, dia itu ibu kita loh kak,"ucap Sinta" "Dasar gadis cerewet"gerutu Andi" Sudah, Mama akan angkat teleponnya"ucap mery segerah mengangkat telpo tersebut" "Hallo mas,ada apa?"tanyak mery" Aku hanya ingin memberitahukan, wanita sudah pulang ke rumah sekarang."ucap Riko" "Buat apa kamu memberitahu aku?"ucap mery dengan nada kesal" Kamu sudah menjemput anak-anak?"tanyak Riko" "Sudah mas, sekarang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit"ucap mery" Nina sudah pulang dari rumah sakit, sekarang dia sudah ada di rumah"ucap Riko" "Oh tidak parah ya, kira aku sudah hampir mati, makanya aku segera membawa anak-anak ke rumah sakit"ucap mery dengan kesal" "Sudahlah Merry, jangan mengatakan perkataan yang tidak-tidak"ucap Riko" "Iya mas, sekarang aku akan menutup teleponnya dan membawa anak-anak ke sana"ucap mery" ... Sebenarnya mery tidak akan sudi menginjakkan rumahnya ke rumah Nina, karena Merry malas untuk bertemu Nina dan kedua orang tuanya yang cerewet itu. Tapi karena tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, makam Merry mengantarkan kedua anak-anaknya sampai ke rumah Nina. "Horeeeee,,, sudah sampai"teriak Sinta merasa gembira saat turun dari mobil" Jangan terburu-buru nak, nanti kamu jatuh"ucap mery kepada Sinta,, tetapi Sinta tidak mendengar perkataan Mery sama sekali. Sementara Andi terus memasang muka cemberut" "Terlihat di depan rumah, Dion dan Bunita, kedua orang tuanya Nina, menunggu kedatangan cucunya" "Oma,opa"ucap Sinta" "Sini cucuku sayang, ucap bunita mengulurkan tangannya untuk memeluk Sinta" Oke Oma"jawab Sinta yang merasa senang saat ini" "Omah, kangen sama kamu"ucap bunita sambil memeluk sinta" Sementara Dion mengusap rambut sinta dengan lembut sambil berkata, ini cucu opa yang paling cantik" "Merry dan Andi yang baru saja turun dari mobil, berjalan menghampiri opa dan Omanya' "Mama, ingat ya, jangan sedih"ucap Andi sambil memegang tangan Merry" "Meri tersenyum, terima kasih sayangku"ucap mery" "Keduanya pun berjalan sambil bergandengan tangan serta bercanda dan tersenyum gembira" .bunita dan Dion tidak suka melihat Andi dekat dengan mery,karena mery hanya ibu tiri" "Hallo Andi sayang"ucap bunita sambil menarik paksa dari genggaman mery" "Oma,pelan-pelan dong,mendorong bunita,Andi segerah menggenggam tangan mery kembali."melihat reaksi Andi,membuat mery terkejut dengan Andi yang berani bersikap seperti itu hanya untuk membela dirinya"sedangkan bunita terlihat kecewa dan kesal,dia tidak menyangka Andi akan menolak dirinya" "Tetapi bunita mencoba menetral dan menenangkan dirinya untuk bersikap" Andi,kamu tidak boleh mendorong Oma mu seperti itu,Oma,hanya ingin memeluk kamu,karena dia sudah rindu padamu"ucap Dion sambil mendekati Andi dan memegang tangan Andi" "Iya,Oma hampir terjatuh karena didorong Andi"ucap bunita jengkel" "Kamu yang sudah menyuruh Andi melakukan ini semua?"ucap Dion" Tidak mungkin, aku menyuruh anak sekecil ini, bersikap seperti itu, dia melakukan ini itu tergantung orang yang dihadapinya"ucap mery santai" Betul, Mama pernah sekali tidak pernah menyuruh aku, Andi yang tidak suka dipeluk-peluk secara paksa seperti ini"ucap andi" "Ingin sekali Merry pergi dari situ membawa Andi bersamanya, karena mery berpikir kasihan sekali anak si kecil ini harus menghadapi situasi seperti ini" "Sudah pa, aku tidak apa-apa, mungkin Andi sudah lama tidak bertemu Oma, sehingga dia merasa tidak enak dipeluk oleh Oma"ucap bunita mencoba menetralkan situasi" "Ya sudah, sekarang ayo ikut opah masuk ke dalam kamar bunda dan papamu sedang berdua yang sudah menunggu di dalam kamar dari tadi"ucap Dion sengaja menyebut berdua" "Agar, mery merasa cemburu dan sedih, tetapi Mery terlihat sangat santai dan tidak ada reaksi cemburu sedikitpun. Ayo kak Andi, kita masuk melihat keadaan bunda"ucap Sinta" "Masuk aja sendiri"ucap Andi Sinta" "Muka Sinta langsung terlihat marah" Ayo andi sayang ikut oma masuk ke dalam kamar"ucap bunita mengulurkan tangannya ke Andi,sementara Sinta sudah dari tadi memegang tangan opahnya" "Tidak mau!, Andi ingin menemani Mama di sini"ucap Andi sambil mempererat genggamannya kepada Merry" "Ayo Mama, kita menunggu di dalam mobil saja,, Mama tenang saja, Andi tidak akan membiarkan mama sedih hari ini"ucap Andi" "Mama percaya, pasti akan menjaga mama"ucap mery" Mery menghilangkan nafasnya, karena mau tidak mau dia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi orang-orang yang tidak suka padanya di sini. Karena dulu, Mery sering mengantar anak-anak ke sini, kedua orang tua Nina selalu bersikap kasar dan selalu mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati, bahkan mery berusaha menahan emosinya karena perkataan kedua orang tua nina yang selalu menghina dirinya" Dengan menguatkan hati untuk menghadapi kedua orang tua Nina, dia mencoba untuk sabar. Tapi tidak apa-apa, toh sebentar lagi aku juga akan cerai dan tidak akan menghadapi orang-orang seperti mereka lagi"batin mery sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri" "terima kasih sudah membaca novelku,,mohon dukungan agar aku bisa cepat mendapatkan kontrak dan bisa melanjutkan untuk tetap berkarya disini""
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD