Setelah semua pekerjaan kantornya selesai, Max bergerak sendiri dan mencoba mencari jejak Kanaya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Alana. Sejak kemarahannya tadi siang, Alana kembali menutup kata maaf bagi Max dan dia tak bisa dihubungi. Max tak akan memohon di depan pintu rumahnya karena itu akan sangat percuma apa lagi kalau tuan Pranoto tahu tentang ini semua. 'Kenapa gue seperti orang bodoh yang nyari-nyari orang yang udah gue usir?! s**t!' Max hanya merutuk dan menggerutu. Dia mulai tertekan. Max sudah masuk ke gang indekos Kanaya lalu menepikan mobilnya di sebuah angkringan, siapa tahu beberapa warga tahu dengan sosok Kanaya. Tadi Max memang sudah mendapat info dari Informannya, tapi Max merasa belum puas. "Permisi, Pak!" Max masuk ke dalam ankringan sederhana itu dan menyap

