Kanaya memakai pakaian terbaiknya. Sebagai gadis biasa, dia sedang membayangkan kalau sosok Arthur adalah seseorang yang penting dan precious, oleh sebab itu, dia ingin memberi kesan pertama yang baik pada Arthur. "Heum, aku siap! Sekalian aja aku tanya lowongan pekerjaan! Siapa tahu kantornya lagi butuh petugas kebersihan baru?!" gumamnya lalu ia tuntaskan dandanannya dengan ulasan lipstik tipis-tipis sehingga membuat penampilannya sangat fresh. Rok midi sebetis berwarna pastel yang dipadukan dengan kemeja lengan pendek berwarna dusty pink. Pakaian yang Kanaya miliki saat ini semuanya adalah pakaian-pakaian yang Alana berikan padanya. "Hmm, saya siap, Pak!" gretak Kanaya pada Djaka yang sudah menunggu sekitar 15 menit. Djaka menoleh dan dia sempat terkesima saat melihat Kanaya. "Oh i-

