Kanaya masuk ke dalam ruangan Max dengan hati berdebar-debar dengan alat kebersihannya. Walau Max belum datang ke Kantor pagi ini, tapi tetap saja ini masih seperti horor bagi Kanaya. Siapa yang bisa membayangkan rasanya jadi Kanaya? Tiba-tiba ia bekerja sebagai office girl di perusahaan milik lelaki yang pernah ia layani di atas ranjang walau itu bukan keinginannya sendiri. Jujur saja, salah satu part dimana Max menghentak-hentakan miliknya ke dalam milik Kanaya masih kadang terngiang dan membuat Kanaya bergidik. Tapi, Kanaya bukan tipe orang yang mudah menyerah dan mudah depresi. Kanaya memang hancur, tapi dia punya stok semangat yang membuat dia bangkit kembali dengan cepat. Kanaya mulai dengan membersihkan dan membereskan rak di sudut ruangan, menyeka setiap bagian rak dengan hati-h

