Kisah Sanggara - 44

1562 Words
Setelah mendapat balasan email dari gara , Edward pun memutuskan Kembali ke Wroclaw untuk mencaritahu sendiri persoalan yang sedang di tangani oleh laksa saat ini. Sebenarnya Edward ingin mengetahui apakah gara mengingat siapa laksa tapi menurut jawaban dari gara sendiri Edward sangat yakin jika gara masih sama sekali belum mengingat tentang masalalu nya dulu dan tujuan Edward mencaritahu hanya karena ia masih mendapatkan bisikan pada telinga nya jika laksa akan terus memaksanya dengan cara apapun agar Edward mau membantu laksa lagi. Namun yang Edward bingungkan adalah Ketika ada satu pandangan yang dimana ia melihat damian yang bekerja sama dengan laksa dan sedangkan damian adalah manusia seutuhnya sama seperrti gara saat ini , tapi gara beruntung karena ia masih bisa memiliki kekuatan nya Kembali setelah ia bisa menemukan hal yang pernah di tinggalkan uraga untuk dirinya. Semua penduduk hutan al-girdas sangat tau tentang hal itu , maka dari itu menurut Edward kali ini keputusan laksa untuk mencari bantuan dari manusia adalah suatu kesalahan yang sangat lah fatal nantinya sebab ia akan memiliki hutang budi kepada manusia tersebut yang harus ia kerjakan apapun itu dan termasuk kebinasaannya. Sampai saat ini pun gara masih memikirkan apa yang di kirimkan oleh Edward kepada nya , nama yang tak begitu terdengar asing untuk dirinya , Namun ia sendiri seakan tak mengingatnya sama sekali. Gara masih berada di ruang kerja nya sembari menatap kartu nama yang di kirimkan Edward , di pandangi nya tanpa henti dan sesekali gara pun terlihat menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri namun pandangan nya tak sama sekali terlepas dari layar laptopnya saat ini. Tak selang lama terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan pikirannya. “ masuk. “ “ gaa , apa kau tau tentang ini? baru saja tercetak di surat kabar , memang ada apa dengan pak Edward dan pak damian? “ Pungkas jimmy sambil memberikan ponselnya yang berisikan berita tentang bos besarnya dan salah satu keluarga nya yang begitu menentang Langkah Edward. Gara semakin mengerutkan keningnya Ketika mendapati nama yang sama seperti yang di kirimkan oleh Edward pada emailnya , nama pengacara yang bisa di bilang begitu kondang di Wroclaw yang gara sendiri sama sekali tak pernah mendengarnya. “ apa yang di maksud pak Edward adalah orang ini , orang yang sama yang membantu pak damian? “ Gumam nya dalam hati. “ aku baru saja melihatnya , jimm. “ “ aneh kan kenapa pak damian seakan tak mau mengalah untuk selalu menyingkirkan pak Edward ya gaa. “ “ entah jimm , Bukan urusan kita harus mengetahui semuanya. “ Kata gara yang seketika membuat mulut jimmy menjadi bungkam dan tak membuatnya mengeluarkan perkataan apa-apa lagi , dan kemudian pandangan jimmy teralihkan pada gambar yang saat ini sedang ada di layar laptop gara yang seketika membuat jimmy membulatkan bibirnya hingga membentuk huruf “O” . “ bukan kah ini pengacara yang bekerjasama dengan pak damian , gaa? “ Tanya jimmy sambil menunjuk kearah laptop gara dan seketika gara hanya menanggapinya dengan anggukkan kepalanya. “ pak Edward menanyai ku apakah aku kenal dengan pengacara ini , ya aku bilang saja aku tidak kenal sama sekali dan bahkan ini baru pertama kalinya aku melihat dan mendengar nama pengacara ini. Tapi jimm , aku nemang sedikit merasa aneh dengan pengacara yang Bernama laksana ini. “ Jelas gara yang semakin membuat jimmy tak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan oleh gara yang sangat membingungkan bagi jimmy sendiri , ia bahkan masih mengerutkan keningnya karena tak mengerti dengan ucapan gara sambil melihat dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan. “ tunggu-tunggu , bagaimana maksud mu gaa. Kenapa aku malah bingung ya. “ “ haist , sudahlah jimm tak perlu terlalu di pikirkan lagi. “ Kata gara yang hanya membuat jimmy mengangkat kedua bahunya bersamaan.   ***   Edward baru saja sampai di kota Wroclaw Bersama dengan luna dan juga rosella , Sebab ada beberapa dokumen yang memang harus segera rosella siapkan untuk di bawa Edward menuju ke tempat dimana yang sudah di janjikan damian kepada dirinya. Dan saat ini luna hanya bisa menggersah kesal dan juga mengumpat dalam hatinya sebab kali ini hanya luna yang dengan sukarela sudah membawakan koper Edward dan juga rosella , kedua pemilik koper itu hanya bisa terfokus dengan ponsel mereka masing-masing. “ seperti gak ada teman sama sekali , berangkar bertiga dan turun pun bertiga tapi jalan nya aja aku di tinggal. Katanya aku calon istrinya tapi di gandeng aja enggak. Apalagi sekarang ini dasar gak ada sopan santunnya , pengen aku jitak itu kepala mereka. Punya tangan sendiri-sendiri masih saja tak bisa membawa koper milik sendiri. Memang nya aku pembantu mereka apa. “ Gerutu luna lirih yang begitu sangat kebingungan membawa ketiga koper dengan kedua tangan nya , dan seketika luna pun terkejut saat melihat Edward yang menghentikan langkahnya dan membalik badannya untuk melihat kearah luna. Sikap Edward pun juga di lakukan dengan rosella yang ada di sampingnya saat ini karena ia sendiri pun juga merasa bingung dengan apa yang di perbuat oleh Edward saat ini. Ia langsung menarik koper rosella san menyerahkan kepada sang empunya sendiri sampai membuatnya terkejut dan kemudian ia pun juga mengambil kopernya untuk ia bawa , sikap Edward kali ini begitu membuat luna merasa sangat terkesan sekali karena luna merasa jika baru saja ia bergumam namun Edward bisa langsung peka dengan apa yang baru saja terlontarkan dalam pikiran nya. “ bawa koper mu sendiri. Luna calon istriku bukan pembantu mu ataupun pembantu ku. Paham.. “ Tegas Edward kepada rosella sontak membuatnya mengangguk pelan sambil mengarahkan pandangan sinisnya kepada luna , dan betapa lagi terkejutnya luna Ketika Edward dengan segera menggandeng tangan luna dan mensejajarkan Langkah nya agar luna tidak merasa bahwa dia sedang sendirian seperti apa yang ia ucapkan dalam hatinya tadi. Dan sembirat senyum pun menghiasi kedua sudut bibir luna saat ini yang sedang berjalan dengan begitu bahagianya dengan apa yang sedang terjadi kepada dirinya dan walaupun luna sadar jika itu hanya sementara saja tapi setidaknya ia bisa merasakan suatu kebahagiaan yang lain yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Setelahnya mereka pun segera memasuki mobil yang sudah di persiapkan untuk Edward , dan kemudian Edward meminta supir untuk membawa mereka ke tempat dimana damian sudah menunggu kedatangan nya.   ***   Rosella ataupun luna begitu terkejut dengan adanya gara dan juga jimmy yang sudah menunggu di tempat parkiran dimana restoran itu berada , Luna sendiri seakan tak mampu menutupi rasa malunya karena harus bertemu dengan kedua sahabatnya yang ia tinggalkan tanpa adanya kabar apapun tapi mungkin kali ini yang terkejut hanyalah jimmy saja sebab gara tau tentang apa yang terjadi kepada dirinya. Perlahan Langkah gara dan jimmy terlihat mendekat dan kemudian mereka pun segera menyapa Edward. “ siang pak, Ini dokumen yang bapak minta. “ Jelas jimmy dengan memberikan satu map yang berisikan dokumen permintaan Edward namun pandangan jimmy begitu sangat mengganggu untuk Edward sekarang ini yang dimana jimmy masih terus memandangi luna yang tak berada jauh dari tempat dimana Edward berdiri. “ sudah mandangin nya? “ Sahut Edward lagi yang sontak membuat jimmy kelabakan dalam memjawab perkataan Edward dan gara yang menyadarinya pun langsung menarik jimmy agar ia beralih tempat dari posisinya sekarang. “ kalian boleh pulang. “ Perintah Edward. “ baik pak. “ Jawab serempak keduanya dan segera melenggangkan kakinya untuk pergi , namun seketika Langkah gara terhenti Ketika Edward Kembali memanggilnya. “ sanggara… “ “ iya pak. “ “ ikutlah dengan ku , sepertinya aku butuh bantuan mu. “ Pungkas Edward dengan nada yang terdengar begitu menakutkan. “ baik pak. “ “ rose kau juga ikut aku dan kamu masuk ke dalam mobil. “ Ujar Edward yang langsung saja di turuti oleh semuanya dan jimmy pun memilih untuk pergi dan tidak mengarahkan pandangan nya lagi kepada luna yang juga sudah memasuki mobil yang ia tumpangi tadi Bersama dengan Edward. Setelah mereka memasuki restoran yang sangat terlihat sepi itu seketika suasana nya pun berasa sangat berbeda yang mampu di rasakan oleh Edward sendiri dan juga gara , namun gara seakan mengenyahkan kebingungan apa yang sedang terjadi di dalam otaknya. “ rose , sebaiknya kau Kembali saja ke mobil. “ “ tapi edd , bukan nya tadi. “ “ turuti saja ucapan ku. “ “ baiklah. “ Rosella segera  berlenggang pergi dari dalam restoran tersebut dan menuju ke parkiran lalu memasuki mobil mereka. Dan saat ini Edward serta gara memasuki sebuah ruangan yang dimana di dalam nya sudah terdapat laksa dan juga damian , tak ada yang mengira sama sekali jika si licik damian sangat mau di ajak kerja sama oleh laksa si siluman rubah hitam yang menjadi tangan kanan erlang. Gara sontak terkejut Ketika melihat wajah seseorang yang berdiri di samping damian yang sama sekali tak Nampak asing bagi dirinya , namun ia masih mencoba mengingatnya Kembali. Sebab ia seakan terkena amnesia dan tak mengingat kejadian yang dimana ia pernah di serang oleh laksa dan di selamatkan oleh shyam. “ dia.. Rasanya sangat taka sing. “ Gumam gara namun mampu di dengar oleh Edward yang mengarahkan pandangan nya kearah gara. “ kau tak mengingat nya gaa? “ Gara menggeleng. “ dia laksa… Pulihkan ingatan mu. “ Jelas Edward dengan menekan nama laksa dan kemudian ia segera menekan tengkuk leher gara hingga membuat sang empunya merasa begitu sangat kepanasan sekali dengan apa yang di lakukan Edward kepadanya , namun seketika gara pun seperti memutar Kembali memori yang dimana ia berjumpa dengan laksa untuk pertama kalinya hingga membuat gara seketika mengerang seperti seekor harimau yang sedang marah.     ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD