Dari arah dimana edward sekarang berdiri ia mencoba meniupkan sesuatu untuk damian agar membuat nya tak sadarkan diri ,
Sebab apa yang akan terjadi pada gara adalah suatu hal yang sangat membahayakan dan bahkan laksa pun seakan terlihat begitu ketakutan atas apa yang sudah edward lakukan kepada gara.
laksa sama sekali tak pernah membayangkan jika Edward malah akan membantu gara untuk mengingat jati dirinya , dan yang laksa tau hanya jimat itulah yang bisa mengembalikan jati diri dari sanggara namun apa yang di lihat nya saat ini adalah hal yang sangat menakjubkan yang dimana Edward bisa membuat sosok harimau keluar dari tubuh gara.
Tatapan tajam gara saat ini sedang mengarah pada laksa yang berdiri tak jauh dari tempatnya , Edward sendiri pun seakan tak kuasa dengan energi yang di salurkan gara kepadanya hingga seketika membuat dirinya begitu melemah.
Bahkan siluman sekuat Edward pun tak mampu menahan panasnya kekuatan yang masih hanya beberapa yang keluar dari dalam diri gara.
Hingga akhirnya Edward pun memilih untuk melepas tangannya dari tengkuk leher gara dan apa yang terjadi kepada dirinya pun juga membuatnya begitu terkejut saat mendapati telapak tangan nya yang seketika berubah menjadi kemerahan seperti terkena kobaran api.
“ gaa? “
Pungkas Edward tepat di samping telingan gara yang sepertinya sama sekali tak di dengarkan oleh sang empunya dan kini dapat Edward dengarkan bagaimana erangan gara yang malah semakin menjadi , namun pandangan nya sama sekali tak beralih untuk tidak menatap laksa yang tepat ada di depannya.
Edward sendiri tidak menyangka jika kekuatannya bisa menimbulkan amarah yang begitu hebatnya kepada gara yang ternyata belum siap untuk menerima apa yang di salurkan oleh Edward ,
Beberapa saat setelah ketegangan mereka datanglah sosok yang membawa angin begitu sangat kencang nya hingga membaut Edward dan laksa kebingungan dengan keadaan yang terjadi , bagaimana bisa di dalam ruangan yang tertutup total terdapat angin yang sangat begitu kencang nya menghampiri mereka bertiga dan bahkan debu pun seakan memutari mereka semua.
“ bisa-bisanya kalian membangunkan harimau sebelum mendapatkan pawangnya. “
Umpat seseorang yang seketika berada tepat di belakang gara dan kemudian menetralkan gara untuk menghilangkan pengaruh kekuatan Edward yang tinggi yang tak sepadan dengan kekuatan gara yang lebih dari dirinya.
“ shyam ,
Kau juga berada di alam manusia? “
Ujar Edward yang merasa terkejut dengan kedatangan shyam yang kemudian menghilangkan pengaruh kekuatannya kepada gara ,
Dan sontak gara pun melemas dan jatuh tak tersadarkan.
“ jangan pernah bermain-main dengan sanggara , paham.
Bukan kah kau sendiri sudah pernah kalah di tangan nya.
Dan jika kau memang ingin membantu gara untuk menemukan jati dirinya maka kau harus menemukan sesuatu yang bisa mengembalikan dia Kembali ke dunia nya seperti sekarang.
Ulah mu ini masih bisa aku toleransi , edd.
Namun aku sama sekali tak bisa mengembalikan sanggara Kembali jika dirinya sendiri yang mengeluarkan sisi keunggulan yang tertanam pada dirinya. “
Jelas shyam yang seketika membuat laksa dan Edward menundukkan kepala mereka karena sudah melakukan sesuatu hal yang begitu membahayakan untuk diri mereka sendiri bukannya untuk gara.
Apalagi untuk laksa yang memang belum mempunyai kekuatan yang begitu hebat , ia hanya berperan saja untuk membantu erlang menggagalkan rencana shyam dan juga arra untuk membantu gara menemukan jati diri yang sesungguhnya , namun lagi-lagi ia salah memilih Langkah nya sebab yang kini ia hadapi sangatlah tak bisa di anggap remeh ataupun enteng.
Tentu saja dengan Edward yang saat ini ada di dalam pihak gara dan bukannya laksa , ia semakin tak memiliki senjata yang lebih tajam di bandingkan kedua perisai gara itu.
Sejujurnya laksa masih mencari sosok satu lagi yang mungkin akan bisa membantunya sebab ia begitu sangat membenci gara namun sampai beberapa ratus tahun ini laksa tidak bisa menemukan keberadaan nya di alam manusia ini , terakhir laksa mendapatkan kabar jika sosok tersebut memang tinggal Bersama manusia tapi sosok itu sangat lah pintar dan licik sehingga para siluman lainnya sama sekali tak mampu menemukan keberadaan dirinya.
Laksa masih terus saja mencarinya , namun entah mengapa sepertinya shyam malah lebih tau dimana keberadaan sosok yang sedang di cari oleh laksa , shyam segera membawa gara hanya dengan membopong nya dan kemudian mengalihkan pandangan tajam nya kepada laksa.
“ ingat , seberusaha bagaimana pun dirimu jika takdirnya uraga memang harus bebas di tangan gara pasti itu akan tetap terjadi.
Kau , aku , Edward dan yang lainnya hanya bisa menunggu saja kapan waktu itu akan tiba.
Dan saran ku padamu sebaiknya sadarlah untuk terus tidak membantu erlang sebelum kau benar-benar terikat dengan dirinya. “
Pungkas shyam dan kemudian beralih kearah Edward lalu melayangkan senyuman kepadanya sambil menundukkan kepalanya sedikit , setelah nya ia pun pergi dengan membawa gara dengan secepat kilat tanpa adanya yang tau kearah mana shyam membawa gara.
“ ini hanya gertakkan untuk mu laksa , mungkin shyam akan bertindak lebih lagi jika kau melakukan hal yang lebih fatal untuk memancing dirinya ataupun gara , apalagi aku. “
Sahut Edward yang kemudian memilih untuk pergi meninggalkan laksa yang masih tak bisa mengalihkan pandangan nya kearah Edward saat ini , bahkan kali ini pun ia di tinggalkan dengan damian yang masih belum tersadarkan karena ulah dari Edward tadi.
“ aku harus segera menemukan kalingga , aku yakin jika hanya dialah yang bisa membantu ku melawan uraga dan juga sanggara. “
Ujar nya lagi dengan mencoba membangunkan damian dari ketidaksadarannya.
***
Shyam segera membawa gara untuk pulang ke rumahnya bahkan saat ini shyam membawa gara ke dalam kamarnya tanpa harus melewati pintu utama rumah gara ,
Setelah merebahkan tubuh gara di atas Kasur miliknya ,
Shyam keluar dari kamar gara lalu mencari keberadaan arra untuk membantu menyadarkan gara sebab shyam tau jika arra lah yang bisa menetralkan sesuatu kekuatan jahat yang ada di dalam diri gara saat ini , dan sebenarnya memang arra lah yang menjadi pawang dari seorang sanggara.
Perlahan shyam mengetuk pintu kamar arra yang tak selang lama arra pun datang untuk membuka pintu kamarnya itu.
“ shyam. “
“ bantu aku untuk sadarkan gara ,
Dia sedang berada di dalam kekuatan yang memaksanya untuk mengembalikan jati dirinya. “
Arra sangat terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh shyam , karena arra sendiri juga sangat tahu jika hanya jimat itulah yang bisa mengembalikan jati diri gara tanpa adanya konsekuensi yang memberatkan untuk gara sendiri.
“ siapa yang tega melakukan ini shyam. “
“ entah , aku belum menyelidiki apa motif mereka melakukan nya. “
“ mereka? “
Tanya arra yang terkejut dengan pernyataan shyam , ia berpikir jika hanya laksa saja yang menjadi hal yang berbahaya untuk gara tapi ternyata ada orang lain yang seperti nya sama membahayakan nya seperti laksa untuk keselamatan gara sebelum ia mendapatkan apa yang menjadi jati diri dari gara sesungguhnya.
***