Gara kini masih berada di rumah edward ,
Namun entah mengapa gara sangt ingin mengitari satu ruangan yang seakan ada suara yang terus memanggilnya.
Tapi sebelum gara masuk ke ruangan tersebut ia meminta ijin dulu terhadap edward dan untung saja sang empunya memberikan ijin.
Ia mengamati setiap inci ruangan tersebut , rasanyamemang begitu berbeda sekali ketika gara mulai memasuki ruangan itu.
Ia seperti merasakan kembali perasaan kegundahan ketika ia sedang di haadapkan dengan pahatan patung yang ada tepat di hadapan nya.
Gara mendekat dan lebih mendekatkan dirinya lagi pada pahatan tersebut lalu seketika muncul beberapa cahaya yang nampak sangat tamaram dari dalamnya.
Benar-benar seperti mimpi ,
Tapi gara masih sangat tak bisa menjelaskan mengapa rasanya ada sesuatu kekuatan yang begitu menarik dirinya untuk lebih masuk lagi ke dalam cahaya tersebut.
“ gaa. “
Panggil edward dari arah pintu ruangan tersebut.
“ jangan mendekatinya apalagi masuk ke dalamnya. “
Pungkas edward yang semakin membuat gara tak mengerti dengan apa yang baru saja di katakan oleh edward ,
Dan mengapa edward melarang nya untuk mendekati patung itu , jika memang tak di perbolehkan lalu mengapa patung ini berdiri menjadi hiasan di ruangan yang terlihat begitu kolosal itu.
“ maksud nya bos? “
“ patung itu memang sangat terlihat indah dan menarik.
Namun di dalam nya terdapat banyak siluman yang menang sudah aku kurung di dalamnya.
Dan makanya kamu seakan tertarik dengan cahaya yang mereka pancarkan. “
Jelas edward yang membuat gara begitu terkejut dengan pengakuan siluman serigala yang ada di hadapan nya kini.
Tak selang lama edward kembali menghembuskan nafasnya dan kemudian memegang patung itu dan salah satu tangan nya lagi memegang pundak gara , ia seperti menyalurkan perasaan yang sangat tak bisa di jelaskan lagi oleh kata-kata.
Dan dalam pandangan gara saat ini ia semakin mendapatkan penglihatan buruk yang terjadi di dalam patung saat ini , dan betapa terkejutnya gara saat mendapati banyaknya siluman yang sudah di kurung oleh edward seperti pengakuan nya tadi.
Lalu seketika netra gara bertemu dengan satu sosok yang sontak membuat nya memundurkan langkah nya hingga membuat genggaman tangan edward terlepas dari pundaknya.
“ ada apa gaa? “
“ dia ,
Dia ada di dalam? “
“ Dia?
Dia siapa , gaa? “
“ sosok yang sering aku lihat di setiap mimpi ku , bos.
Sebelum aku tau siapa diriku sebenarnya. “
Kening edward pun seketika mengerut mendapati pernyataan gara , ia sama sekali tak habis pikir jika ternyata gara juga mendapatkan hal yang sama sejak lama.
Edward kembali mengolah pikiran nya dan mencaritahu siapa yang sudah di lihat oleh gara saat ia mencoba membuka cakra yang ada di dalam diri gara.
Bagaimana bisa sosok yang sudah terjerat di dalam patung nya bisa menghantui gara , sedangkan patung ini sudah terisi penuh sejak ratusan tahun lalu dan semenjak itu sudah tak ada lagi sosok yang edward sandra seperti saat ini.
Lagi-lagi kening edward kembali mengerut ketika mendengar pernyataan gara lagi.
“ Sosok berjubah hitam dan memiliki tanda di keningnya.
Aku sama sekali tak bisa menggambarkan nya , namun aku sangat yakin jika sosok itu adalah sosok yang sama.
Sebab tanda itu , sangat lah mirip. “
Pikiran edward kali ini masih terus berputar-putar untuk mencaritahu siapa yang di maksud oleh gara , ia seperti membuka lembaran buku lama dan mencari sosok yang sudah di gambarkan oleh gara.
Namun entah mengapa pandangan nya kali ini seperti terhalang oleh kabut hitam yang begitu sangat tebal sekali hingga membuat edward tak bisa melihat lebih jauh lagi wajah sosok tersebut , ia membalikkan badan nya dan mengarahkan pandangan nya pada satu lukisan yang berada tak jaug dari tempatnya.
Lukisan yang saat ini sedang di belakangi oleh gara ,
Langkah edward seakan membawanya untuk segera mendekat pada lukisan tersebut dan hingga pada akhirnya edward menemukan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan nya saat ini , ketika ia melihat ada sosok berjubah hitam sedang berdiri di samping pohon akasia yang tepat di depan pohon tersebut terdapat perempuan yang sungguh sangat cantik sedang menunggangi harimau putih yang terlihat bersinar terang.
Dan benar apa yang di katakan oleh gara ,
Sosok berjubah hitam tersebut memang memiliki tanda yang begitu terlihat jelas di dalam lukisan tersebut.
“ Apakah dia? “
Pungkas edward dengan menunjuk kearah lukisan yang ada di hadapan nya itu.
Dan gara sendiri pun seketika berbalik untuk melihat sesuatu yang sedang di amati oleh edward.
“ tidak salah lagi , bos.
Itu memang sosok yang aku lihat. “
Dengan tatapan yang begitu terlihat tak percaya atas apa yang baru saja ia dapatkan saat ini semakin membuat gara yakin jika masih banyak teka-teki yang harus ia bongkar untuk bisa membebaskan sang ayahanda dari goa yang mengungkung nya.
Dan gara begitu percaya jika jimat itu saja tak akan bisa membantunya untuk menemukan segala yang menjadi jati diri gara seutuhnya.
*
Setelah urusan edward selesai ,
Gara dan arra memutuskan untuk pulang dan di tengah perjalanan mereka gara teringatkan kembali dengan sosok berjubah hitam tersebut.
Sebab dulu di saat gara sedang menjalin hubungan untuk pertama kalinya dengan arra , ia juga menemukan sosok seperti itu.
Namun yang berbeda adalah tulisan yang ada di kening mereka nampak sangat tak sama satu sama lain , gara sudah hampir beberapa kali bertemu dengan sosok berjubah hitam tapi terkadang jika gara mau mencaritahunya lebih dalam lagi tentang itu ia tak pernah bisa.
Karena ada sesuatu yang seperti menghalanginya.
“ Awas gaa... “
Tetiak arra yang membuyarkan lamunan gara ,
Dan seketika pun gara langsung membanting setir agar bisa terhindar dari kejadian yang sama sekali membahayakan dan yang tidak di inginkan tentunya.
Ia membawa mobilnya untuk menepi sejenak dan mencoba menstabilkan pikiran nya terlebih dulu.
“ kamu kenapa sih gaa?
Ada yang kamu pikirin ya? “
Tanya arra sambil memberikan satu botol kecil minuman yang ada di dalam mobil gara sebagai persediaan yang selalu gara siapkan untuk dirinya dan teman-temannya.
Gara langsung meminumnya habis tanpa tersisa sedikit pun , ia terlalu tak bisa mengontrol perasaan nya saat ini yang dimana membuat dirinya malah hampir terkena bahaya bersama dengan arra.
Pikiran nya benar sangat kalut sekali memikirkan apa yang sudah ia alami tadi di rumah edward , sampai-sampai ia akan menimpa suatu hal buruk kepadanya dan jika tidak ada arra bersama nya dapat gara pastika jika saat ini ia akan berakhir dengan hal yang buruk.
“ maaf raa , maaf.
Pikiran ku benar-benar kacau sekali.
Aku masih tak bisa percaya jika apa yang aku temui tadi adalah sosok yang beradaptasi dalam lingkup yang sama. “
“ maksudnya? “
“ Aku menemukan sosok yang dimana mereka memiliki tanda pada kening mereka dan ada juga yang berbentuk tulisan , raa. “
“ apa jubah hitam itu? “
Seketika gara mengarahkan pandangan nya pada arra , dan netranya pun seperti terbelalak mendapati pernyataan arra baru saja.
Dan apa yang membuat arra tau tentang sosok tersebut , rasanya sudah sangat begitu berat bagi gara untuk memilah kembali bagian yang ternyata hilang dari memorinya saat ini.
*