“ Apa jubah hitam itu? “
“ Bagaimana kamu tau , raa? “
Gara begitu terkejut dengan ucapan arra yang ternyata ia pun tau tentang sosok yang di lihat oleh gara , ia sama sekali tak pernah menyangka jika sosok berjubah itu memiliki banyak tanda pada diri mereka masing-masing.
Sebab gara sangat tak percaya jika tanda yang mereka miliki semua berbeda.
Namun yang membuat gara bertanya-tanya saat ini ia masih mencoba mengingat satu kata yang terdapat pada salah satu sosok tersebut.
Kata yang begitu sangat tak di mengerti oleh gara karena memiliki aksara yang berbeda dengan pada sosok lainnya.
Sosok berjubah hitam itu terlihat sedang melantangkan senyuman nya dan bahkan senyuman itu terlihat sangat membuat gara bergidik ngeri.
Sorot matanya yang terlihat merah tajam semakin menambah gara tak sanggup untuk menggulit lebih dalam sosok tersebut.
“ Tapi , ada satu sosok yang aku lihat begitu mengerikan raa.
Sangat berbeda dengan sosok lainnya. “
“ aku gak maksud dengan perkataan mu , gaa.
Bukan kah mereka sama semua seperti yang pernah kamu ceritakan dulu. “
“ iya , memang benar raa.
Namun setelah melihat sosok itu lagi ketika aku berada di rumah edward tadi , aku baru menyadari jika ada sesuatu yang berbeda dengan sosok mereka.
Ada yang memiliki tanda , ada yang memiliki tulisan , dan ada yang memiliki satu tulisan yang dimana aku sama sekali tak bisa membacanya karena tulisan itu nampak begitu sangat aneh bagi ku raa.
Itu yang masih membuat aku selalu bertanya-tanya. “
Pungkas gara yang semakin membuat dirinya sendiri tak mengerti harus berbuat apalagi untuk membuktikan sesuatu hal mengganjal di dalam hatinya.
Dan begitu pula dengan arra yang juga merasa aneh dengan perkataan gara , sebab arra sendiri tak pernah menemukan sesuatu seperti apa yang di katakan oleh gara saat ini.
Yang arra tau hanyalah sosok berjubah hitam biasa tanpa adanya tanda ataupun tulisan pada kening mereka masing-masing.
Arra sama sekali belum menemukan sosok seperti yang di ucapkan oleh gara , ia memutar kembali otak nya untuk mengingat bagaimana sosok yang pernah ia lihat juga pada semasa hidupnya selama ini , seperti tak ada pandangan lagi untuk gara saat ini dan mengingat sosok berjubah hitam itu.
“ Lalu apakah edward sendiri ada jawaban atas kegundahan mu gaa? “
Tanya arra lagi yang juga merasa begitu penasaran.
Dan gara hanya menggeleng saja ,
Ia juga tak bisa memaksa edward untuk juga tau tentang apa yang sedang terjadi kepada dirinya.
Sebab dalam kehidupan nya yang berharga saat ini dapat kembali berkat apa yang sudah di bantu edward untuk dirinya.
Walaupun memang begitu sangat memaksa saat itu namun gara sangat yakin jika suatu saat ia akan segera menemukan nya kembali.
Dan apalagi saat ini ia sudah memiliki salah satu hal yang bisa mengembalikan segala jati dirinya , gara masih tak menceritakan nya kepada siapapun entah itu edward maupun shyam tentang jimat tersebut.
Lalu anggap saja saat ini gara memang memiliki perasaan egois yang dimana ia masih ingin memperpanjang waktu bersamanya terhadap arra saat ini , dan masih enggan membuka jati dirinya untuk segera menyelamatkan uraga sang ayah.
“ edward sempat menanyai ku ,
Apakah aku mau jika edward membantu ku untuk mengambil sosok yang sedang kami bicarakan saat itu.
Sebab edward percaya jika semua itu juga akan mengungkap semua kegelisahan yang sedang mengganjal dj hati ku.
Namun aku menolak nya , aku tau konsekuensi apa yang akan terjadi jika Edward mengeluarkan sosok makhluk itu dari patung. “
Jelas gara yang juga mampu di mengerti oleh arra , dan setidaknya arra sendiri pun juga begitu paham hal apa saja tentang persoalan jika pemilik kurungan membebaskan tawanan yang sudah masuk ke dalam perangkap.
Seingat arra dulu , gara pernah menjelaskan kepada arra secara menyeluruh tentang persoalan itu dan arra pun juga mengerti dengan semuanya.
Walau dulu memang begitu sangat tak begitu jelas tapi arra memahami setiap hal yang terjadi di dalam dunia gara , arra kini masih menatap gara yang sesekali terlihat mengerutkan keningnya berkali-kali.
Rasanya memang begitu terasa aneh jika gara bisa merubah raut wajah nya seperti orang yang sedang berpikir , tidak seperti sanggara yang dulu yang dimana selalu mendapatkan setiap jawaban dan jalan keluar ketika ia menutup netra nya saja.
Bukan hanya sekedar itu saja ,
Bahkan dengan permasalahan seberat apapun gara selalu bisa memberikan solusi untuk semua itu dan juga dengan semua beban kehidupan masalalu arra dulu yang dimana ia selalu mendapatkan hal yang sangat tak menyenangkan dari kedua orangtua nya.
“ raa.
Kenapa kamu malah melamun. “
Pungkas gara dengan menggoyangkan tubuh arra hingga membuat sang empunya tersadar dari pikiran nya saat ini yang sedang mengingat sedikit masa suram nya beberapa ribu tahun lalu ketika ia masih menjadi inarra dan memiliki pasangan sempurna bernama sanggara.
“ tidak gaa ,
Aku hanya masih memikirkan saja dengan perkataan mu tadi.
Apa ada yang bisa aku bantu gaa? “
Begitu tak mungkin jika saat ini gara meminta pertolongan kepada arra walaupun memang pada dasarnya ada beberapa hal yang harus di lakukan oleh arra untuk membantu dirinya , dan juga dengan shyam.
Tapi gara masih merasa bingung bagaimana cara menghubungi shyam dan meminta nya untuk datang ke rumah nya ,
Dan apakah ia bisa menyatukan ikatan batin satu sama lainnya jika saat ini gara sangat begitu membutuhkan bantuan shyam.
“ apakah kau mengerti bagaimana cara memanggil shyam? “
Arra mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan gara saat ini dan ia juga sama sekali tak bisa menjawabnya sebab ia tak mengerti tentang itu.
Hanya gelengan kepala saja yang bisa arra tunjukkan saat ini kepada gara , dan tak kuasa gara saat ini pun menghela nafas panjangnya.
Kemudian gara kembali memejamkan matanya dan mencoba lebih menggali segala ingatan masalalu nya , ia begitu sangat ingin menemukan beberapa hal yang akan menjadi petunjuk baru untuk dirinya dan setidaknya ia mampu mengolah nya sendiri tanpa memberatkan orang lain seperti hal nya shyam ataupun Edward.
Dalam pejaman matanya gara menemukan beberapa sorot cahaya yang menunjukkan lorong panjang untuk ia pilih , cahaya yang terlihat terang dan cahaya yang terlihat sangat semu sehingga membuat gara bingung untuk menentukan pilihannya.
Tapi ketika gara melajukan langkah nya ia merasakan ada sesuatu yang memberatkan kakinya untuk melanjutkan langkahnya saat ini.
Gara mencari sesuatu hal yang berada di antara kedua kakinya tapi ia sama sekali tak menemukan apapun disana , namun ia masih terus saja menekan pikiran nya sekarang dan ia pun berpikir bagaimana bisa ia seperti tak mampu melangkah kan kakinya untuk berjalan kearah cahaya yang memang sudah menjadi pilihan nya.
Gara lebih berusaha untuk mencaritahu lagi apa yang sedang mengganggu dirinya saat ini , ia tak menemukan keanehan apapun tapi mengapa kakinya masih tak bisa di gerakkan sama sekali dan bahkan kedua kakinya pun terasa kaku dan keras untuk hanya sekedar di gerakkan sedikit.
Tak selang lama gara melihat adanya kabut hitam yang keluar dari lorong yang teramat terang itu dan bahkan saat inipun kabut itu seperti ingin mengikat gara yang sedang tak bisa berbuat apapun kepada dirinya sendiri.
Dan seketika terasa ada genggaman tangan yang mencengjeram pundak nya dengan begitu sangat keras hingga membuat gara segera tersadar dari alam bawah sadarnya.
Lalu seberapa terkejunya gara ketika melihat siapa yang sudah ada di hadapan nya dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.
“ Mana yang akan kau pilih? “
“ tentu saja yang terang ,
Dan bagaimana bisa kau disini shyam? “
“ bukannya kau memanggilku.
Dan jika kau memilih yang terang maka semua impian mu akan hancur saat ini juga.
Lihat saja apa yang ada di dalam lorong terang tersebut. “
Pungkas shyam yang kemudian menunjukkan kembali apa yang ada di dalam pejaman netranya tadi dan apa yang sebenarnya ada di dalam lorong yang akan ia pilih tersebut.
*