Kisah Sanggara -24

1295 Words
“ apakah kamu sudah mengingatnya? “ “ mengingat apa? “ Sontak arra pun terkejut dengan apa yang di katakana oleh gara , sebab ternyata gara tak sepenuhnya mengingat apa yang sudah terjadi di Antara merreka berdua. | Suasana hening yang hanya mampu gara berikan saat ini di ruang makan , Dan bukan hanya gara saja tapi arra pun juga sama seperti gara yang enggan berkata apapun.  Apalagi harus menguak kembali apa yang sudah mereka yakini pagi tadi , Yang dimana Antara gara dan juga arra seperti menyembunyikan suatu hal yang memang masih tak ingin di ungkapnya. Gara masih terus mengamati gerak-gerik arra yang begitu santai dengan makanan yang ada di hadapan nya , Namun berbeda dengan arra yang seakan melupakan semua ucapan nya tadi. “ kenapa arra bisa berkata seperti itu ya? “ Gumam gara dalam hatinya yang masih terus saja memandangi arra. Dan kemudian gara sendiri kembali pada aktifitas sarapan pagi nya yang sempat terhambat. Setelah sarapan mereka selesai , Tak selang lama gara pun berpamitan untuk menuju ke kantornya dan tetap meminta arra untuk berada di dalam rumah saja. Sebab gara masih terus khawatir dengan apa yang pernah menimpa arra waktu itu , Dan gara sendiri tak ingin kecolongan lagi untuk membiarkan arra dengan keadaan sendiri dan mungkin bagi gara rumah nya adalah tempat yang lebih aman untuk arra. Gara pun segera melajukan mobilnya setelah berpamitan kepada arra , namun tatapan arra seakan tak membiarkan gara untuk cepat berlalu meninggalkan nya. “ kenapa kamu gak pernah mengingatnya dengan jelas gaa. “- “ aku masih menunggu itu gaa , sampai sekarang. “ Ucap arra yang sudah tak bisa menahan kesedihan nya. Bahkan ternyata arra sendiri juga menyimpan suatu rahasia besar yang menyangkut dengan masalalu gara , Ia pun juga termasuk di dalam kehidupan masalalu nya yang begitu memilukan , dan apakah yang telah di lihat gara dalam mimpinya adalah suatu yang juga akan terjadi di kehidupan nya sekarang. “ aku akan terus bertahan gaa… “ Timpa nya lagi dan kemudian memasuki rumah gara yang selalu terasa nyaman untuk arra saat ini. | | Gara baru saja sampai di kantornya dan setelah memarkirkan mobilnya , Gara segera memasuki ruangan kerjanya dan membuka kembali berkas dokumen yang ada di hadapannya. Tak selang lama pun terlihat jimmy memasuki ruangan nya dengan memberikan sesuatu dokumen berwarna merah. Wajahnya pun terlihat begitu tegang dan bahkan ia sama sekali tak melayangkan senyuman nya. “ dia , katomi… “ Gumam nya ketika melihat jimmy sudah berada di depan netranya. Dan jimmy pun terlihat kebingungan sendiri saat mendengar gara memanggil namanya dengan sebutan nama yang begitu terdengar asing bagi jimmy. “ pak bos , hallo… “ Sahut jimmy sambil menggoyangkan tangan nya tepat di depan pandangan gara hingga membuat gara sendiri mampu membuyarkan lamunan nya. “ maaf-maaf , Ada apa jimm? “ Jimmy hanya bisa mengambil nafas dalam-dalam dan kemudian membuangnya kasar , sikap jimmy saat ini begitu membuat gara semakin bertanya-tanya dengan apa yang telah terjadi kepada sahabatnya ini. “ kenapa? “ “ proposal kita di tolak gaa , Kata pak carlie proposal yang kita kirim sudah sangat memenuhi syarat. Tapi kenapa malah di tolak ya gaa? “ Pungkas jimmy yang dengan memandang dokumen berwarna merah yang ada di tangan nya kini , kemudian jimmy memberikan nya kepada gara setelah sang empunya meminta nya kembali. Ia membuka halaman pertama sampai halaman-halaman berikutnya di bacanya dengan saksama dan ia pun juga membuka laptopnya. Sembari mencocokkan data yang memang telah ia simpan pada file nya sendiri , seketika kening nya pun berkerut ketika mendapati dokumen yang sama sekali berbeda dengan apa yang sudah ia buat sebelumnya, Dan gara pun dengan segera mencocokkan kembali dokumen tersebut yang juga di saksikan oleh jimmy , Memang benar jika dokumen itu tidak bermasalah tapi apa yang di dalam isi dokumen itu sangat berbanding terbalik. Dan itulah sebab mengapa proposal perusahaan mereka di tolak dengan waktu yang begitu cepat sekali. “ ini benar-benar aneh gaa. Setiap nominal yang tertera sangat berbeda. Kecurigaan ku benar adanya , sebab aku berpikir jika bagaimana mungkin kamu memberikan harga sejumlah itu. Sedangkan kamu pernah bilang sama aku kalau kamu akan memberika harga sesuai dengan apa yang sudah kamu buat ini gaa. “ Pungkas jimmy yang mengingat kembali perkataan gara yang juga sempat di katakan kepada nya , Gara pun hanya masih bisa terdiam , Membaca lagi dengan saksama isi proposal itu sambil menganalisis beberapa Bahasa yang bisa di bilang sedikit formal yang sering ia baca juga. “ gaa , aku menaruh curiga sama… “ Timpa jimmy lagi yang tertahan , “ luna… “ Betapa terkejutnya jimmy dan juga gara , Mereka menyebutkan nama luna bersamaan dan memang jimmy pun juga sangat mencurigai beberapa Bahasa yang terlihat bukan seperti Bahasa gara. “ sial , Kita kecolongan gaa. Apa sih mau nya itu cewek. “ Jimmy sudah sangat merasa geram sekali menanggapi perbuatan luna yang seakan begitu jelas ingin menjebloskan gara agar masuk ke dalam masalah perusahaan. Sebab proyek ini adalah proyek yang sangat di tunggu oleh pak carlie untuk kelangsungan perkembangan perusahaan mereka. “ biarin aja dulu jimm , Kita lihat aja lagi apa yang memang akan dia lakukan kepada ku. “ Ucap gara yang mengalihkan pandangan nya pada sudut luar yang dimana sekarang luna sedang terlihat begitu santai dengan pekerjaan di laptop nya. “ aku juga ingin mencari bukti yang lebih akurat lagi jimm. Dan dengan cara ku sendiri. “ Timpa gara lagi yang di tanggapi jimmy dengan anggukkan kepalanya saja. Jimmy pun begitu paham jika gara adalah orang yang sangat memiliki banyak cara untuk menjebak musuhnya agar jatuh ke dalam perangkapnya. Tetapi apa yang terbesit di dalam otak jimmy sekarang hanyalah suatu rasa pembalasan yang memang sudah di rancang oleh luna. Sebab ia mungkin merasa tersaing atas kehadiran pelayan restoran itu di kehidupan gara dan kini gara sendiri malah lebih sering mengacuhkan nya , tak Nampak seperti dulu di saat semua terlihat baik-baik saja. | | Waktu yang sangat di tunggu gara kini sudah ada di depan mata , Entah mengapa beberapa jam yang lalu ia sangat begitu merindukan arra yang sudah mulai menunjukkan keceriaan nya lagi setelah kejadian naas yang sudah menimpanya. Ia melajukan mobilnya menuju kearah rumah , Dan di tengah perjalanan nya ponselnya pun berbunyi dan menunjukkan nama carlie ada di layar ponselnya. Gara masih tak tahu apa alasan carlie sang atasan nya menelpon nya di luar jam kerja kantor. Gara pun segera mengangkatnya dan kemudian terdengar sesuatu hal yang tidak mengenakkan sekali di telinga gara. Suara yang sangat gara kenal sekali , Seperti sedang mencoba mengancamnya melalui carlie yang tidak menau tentang urusan mereka. “ sanggara… Apa kabar. “ Ujar seseorang di balik telepon tersebut yang begitu mirip dengan suara shyam. Sosok yang pernah di jadikan erlang sebagai umpan agar erlang bisa mendapatkan segalanya , segala apa yang di inginkan nya. Betapa terkejutnya gara saat ini ketika mendapati sosok tersebut bisa berada bersama carlie dan bahkan bisa menggunakan ponsel caarlie untuk menghubunginya. Tapi apa yang sebenarnya shyam ingin kan , Dan mengapa ia bisa berada di waktu sekarang dengan dunia yang masih membentuk dengan dunia gara yang baru dan bukanlah dunia sanggara. Banyak pertanyaan yang timbul pada otak sanggara , Sampai-sampai ia sama sekali tak menjawab sambungan telpon yang sedang berlangsung. “ gaa , apa kamu masih ada di situ? “- “ gara? “ Ucap lagi suara yang berada di balik ponselnya itu dan seketika gara begitu terkejut saat mendapati suara carlie yang ada di sebrang telpon nya tadi. Bukan kah hal ini begitu aneh bagi gara , ia mengingat nama yang ada di dalam mimpinya. Dan ternyata nama itulah yang belum ikut tertulis di kertas yang pagi tadi baru saja ia siapkan untuk merangkai sebuah puzzle rahasia kehidupan nya yang ia sendiri sama sekali belum mengerti dengan arti dari semua itu.       _             Bersambung            _
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD