48. Big Enough

1529 Words

Dylan mencoba menelpon Lexa sedari tadi, namun bukannya dijawab, malah direject terus menerus oleh Lexa. Dylan menghela napas. Sebelum melempar ponselnya secara asal di sofa ruang kerjanya. Kling.. *buset apaan tuh kling.* 1 pesan dari Lexa. Kenapa my future ? Kangen ya ? Jangan telpon dulu, batreku abis. Suddenly have an urgent thing to do. Ketemu nanti siang ya di kantor. xxx WHAT ?? Ada gitu yang lebih penting dari nenangin calon suami yang lagi cemas ?? Ada Dylan. Lo cuma manusia, bukan Tuhan yang selalu jadi prioritas utama. Jadi, lo harus berbesar hati. Yeah, Big enough to accept that. Tepukan yang lumayan keras di bahu Dylan, membuat Dylan nyaris menjatuhkan benda tipis di tangannya. Dylan menoleh. "Kupu-kupu, lo Le. Gak bisa apa manggil nama gue aja ? Gak usah pake acara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD