DATING WITHBENEFITS

3019 Words
[Beberapa part mengandung adegan dewasa 21+] Dytonn Harris dan Sierrena Mallen sepakat terlibat kencan yang panas, Dating With Benefits. Sierrena sudah lama menyukai Dytonn, dan menjadi kekasih pria itu adalah tujuan utamanya. Cinta Dytonn pun didapatkan, termasuk hasrat pria itu di ranjang hanyalah untuk dirinya. Begitu juga dengan Dytonn yang senang berkencan bersama Sierrena. Ia bisa membuat video bercinta membara dan membuktikan orientasi seksualnya normal, tak menyimpang seperti rumor. Ketika mereka semakin membutuhkan satu sama lain, maka menikah adalah akhir untuk mengklaim milik mereka tak boleh disentuh oleh orang lain. "Aku akan kencan denganmu, setelah kau bisa membuktikan kau pantas jadi kekasih perkasaku, Mr. Dytonn." "Dengan melihatmu begini saja aku mulai berhasrat, apalagi saat kau tidak pakai pakaian, Miss S. Aku pasti akan gila dan ingin memuaskanmu." — BAGIAN 01 — "Berengsek!" Dytonn loloskan umpatan dengan segenap amarah menggelegar. Tinjuan dilayangkan ke meja kacanya. Untung tidak sampai alami pecah dan mengenai tangan kanannya. Walau sudah memukul. Tak semudah itu untuk meredakan emosinya. Malah semakin terasa membakar d**a. Ingin sekali menghajar dalang di balik perangkap keji yang digunakan dalam menjebaknya. Bahkan, ingin dibunuh. Namun, saat niatan jahat itu semakin memuncak, maka pikiran logisnya tak mengizinkan ia bertindak yang bodoh. Semua malah berdampak buruk untuk dirinya. Terutama, peluang menduduki posisi teratas kepimpinan kampus. Jika ia di penjara, semua usaha sudah dilakukan selama ini, akan sia-sia. "Berengsek!" Embusan napas panjang dikeluarkan, upaya singkat mengurangi kemarahan, meski tahu tidak akan berhasil. Tok! Tok! Tok! "Masuk!" Lima detik kemudian, Dytonn sudah berhadapan dengan detektif swasta sewaannya. Ia diberikan hormat. Namun, bukan sikap ramah tamah yang seperti ini diharapkan, melainkan jenis laporan akurat dan tak terbantah. "Dia akan bertemu dengan Tuan Utama besok di restoran keluarga Anda, pukul tiga sore. Di ruangan nomor empat." Informasi singkat, tapi bisa dipahami. "Bisa kau siapkan pembunuh bayaran? Berapa pun biayanya, aku bayar." "Saya tidak bisa, Mr. Dytonn." "Saya tidak menerima tugas yang bisa berbahaya bagi karier saya." "Maafkan saya." "Kau ada solusi agar bisa mencegah si licik itu menjebakku lebih banyak?" Dytonn memutuskan bertanya karena ia tak yakin akan kemampuan mengatasi masalah, saat otaknya diambang batas maksimal untuk berpikir yang cerdas. Denn sudah bekerja beberapa tahun dengannya. Sudah kerap ditanyakan jalan keluar yang menguntungkannya. Kali pun akan demikian. Tentu tak begitu saja digunakan. Mesti dipertimbangkan dalam aspek lainnya agar tidak berbahaya dikemudian hari. "Kau harus menciptakan skandal yang berlawanan, bukan dengan memberi balas dendam lewat membunuh." "Skandal yang berlawanan?" Dytonn pun mengonfirmasi. Belum paham. Otaknya masih dalam kondisi buntu. "Kau harus menunjukkan kau bercinta dengan perempuan, bukan laki-laki." "Aku tidak pernah bercinta dengan pria. Dan itu sangat menjijikan bagiku!" Dytonn tak akan bisa untuk menerima tuduhan yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Terlebih, tak terpikirkan. Sungguh rumor kali ini membuatnya murka karena imej baik serta juga kerja kerasnya akan ternoda dengan skandal yang secara kemanusiaan sudah salah. Maka, jika hanya diam saja, ia tak akan pernah bisa. Harus melakukan tindakan pembalasan apa pun agar semua rumor bisa terhapuskan secara cepat. "Bagaimana, Mr. Dytonn? Apa Anda menerima saran yang saya berikan?" "Aku tidak punya kekasih." "Anda bisa menyewa wanita bayaran dan minta dia tidur dengan Anda." "Berengsek! Aku tidak bisa sembarang tidur dengan wanita susila." Ide yang tambah buruk baginya. Tidak akan dikorbankan diri melakukan jenis aksi sama kotornya dengan rumor palsu tentang orientasi seksualnya. "Maafkan saya, Mr. Dytonn." Tak dibalas. Bukan karena masih ada ketersinggungan atas ucapan detektif sewaannya. Hanyalah tetap ingin fokus memikirkan jalan keluar akan diambil. Harus diputuskan secepat mungkin. Satu demi satu wanita yang pernah ada di dalam hidupnya pun dipikirkan. Dan tentu paling diingat adalah sosok Sierrena Mallen. Perempuan muda yang berprofesi sebagai dosen di universitas. Sejak beberapa tahun belakangan, ia pun terus didekati oleh wanita itu guna diajak berkencan karena Sierrena jujur mengaku menyukainya sangat besar. Dilihat dari latar belakang, wanita itu sudah pasti berkelas. Bukan jenis yang suka menjajakan diri ke banyak pria. "Oh, s**t!" umpat Dytonn lega. "Kau sudah menemukan caranya?" "Iya." Dytonn menjawab singkat saja. "Apa kau punya obat perangsang?" Dari pertanyaan diajukan, dilihat nyata bagaimana mata sang detektif melebar. "Aku sudah lama tidak punya kekasih dan bercinta, aku butuh obat yang bisa merangsang gairah seksualku." — BAGIAN 02 — "Sampai di rumah, aku akan berendam dan makan pasta restoran. Hihi." Baru saja ingin dipikirkan kegiatan apa yang akan dilakukannya sampai tengah malam, tiba-tiba khayalan harus hilang. Penyebabnya karena pintu ruang kerja dibuka dari luar, tanpa ketukan atau pemberitahuan lebih dulu. Setelah tahu siapa yang masuk, maka Sierrena tak heran kenapa kesopanan bersikap tidak wajib ditunjukkan. Dytonn Harris. Pria tampan kesayangannya. Sudah menempati satu-satunya tempat di hatinya, dari lima tahun yang lalu. Tentu, masih sampai hari ini. Ya, semacam cinta tak berbalas karena Dytonn sama sekali tidak pernah mau tahu bagaimana rasa sukanya. Pernah diungkapkannya kepada pria itu secara gamblang, beberapa kali. Dan tak sekalipun Dytonn menerimanya. Alasan klise, karena belum ada sama sekali ketertarikan dimiliki pria itu. Patah hati? Sudah pasti. Mana ada wanita yang akan kuat jika mengalami penolakan berulang. Tapi, tak mudah mencari lawan jenis baru. Dytonn terlalu sempurna. Dan rasa suka pada pria itu sudah amat besar. Bahkan, Sierrena ingin berjuang lagi. Ia pantang menyerah, selama masih bisa. "Aku mengganggumu?" "Tidak juga. Ada apa, Dosen Tampan?" "Aku akan menerimamu." Berusaha untuk dipahami apa maksud dari ucapan Dytonn. Namun, otaknya tak bisa mencerna dengan baik. Terutama, arah bahasan. Mereka jarang berinteraksi. Bahkan, ia ingat terakhir saat menyatakan cinta. Mungkin sebulan yang lalu, tepatnya tanggal berapa, tidak bisa diingat. "Kau akan menjadi kekasihku." "Eh, apa?" Suara Sierrena spontan saja meninggi karena merasa terkejut. "Aku menerima cintamu. Dan mulai hari ini, kita menjadi kekasih." Tentu, belum sempat ditanyakan lagi, ia sudah mendapatkan jawaban langsung. Dan pemahaman sudah penuh, kali ini. Rasa kaget lebih besar karena seperti mustahil dengan apa dikatakan Dytonn. "Aku butuh bantuanmu." "Bantuanku? Untuk apa?" Seharusnya bukanlah tanggapan balik keluar dari mulut, melainkan kalimat berisi pertanyaan soal alasan Dytonn mengambil keputusan secara sepihak. Namun, pernyataan pria itu tadi bagai perintah yang tidak bisa untuk ditolak. Walau terkesan begitu, tak akan begitu saja menerima jika tidak ada alasan masuk akal bisa diterima logikanya. Apalagi, Dytonn tampak mencurigakan. Datang menemuinya tiba-tiba yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Lalu, pria itu meminta menjadi kekasih. Semua terasa sangat aneh. Dan untuk menjawab seluruh ketidakpatutan sikap Dytonn Harris, maka harus ia diberikan penjelasan yang sangatlah rinci. "Aku kena skandal." "Sepupuku menjebakku dengan rumor aku tidur bersama seorang pria. Aku ingin dibuat seolah menyimpang." Sierrena lumayan kaget. Fakta yang tak disangka sama sekali untuk didengar. Kenyataan menyakitkan karena selama ini, ia begitu menyukai Dytonn Harris. "Aku normal, jika kau berpikir aku suka pria dibandingkan wanita sepertimu." "Kau menyukaiku?" Sierrena segera saja melontarkan apa terpikir di kepala. "Tertarik dengan keseksianmu tepatnya, Miss Sierrena. Tubuhmu bagus." "Hanya masalah waktu aku akan bisa menyukaimu sampai tergila-gila." "Kau mau menerimaku jadi kekasihmu atau tidak? Kita buat kesepakatan yang saling menguntungkan kita berdua." "Misalnya apa?" "Jika kau menerimaku untuk menjadi kekasihmu, maka cintamu akan bisa terbalas. Aku akan manis padamu." "Untukku sendiri, dengan berpacaran bersamaku, bisa aku buktikan jika aku ini pria yang normal secara seksual." "Bagaimana menurutmu, Miss Sierrena? Aku jamin kita sama-sama untung." Tak segera dilontarkan jawabannya yang sudah terpikirkan di dalam kepala. Butuh beberapa menit mengerti ulang dulu agar tak salah langkah nanti. "Bagaimana? Kau setuju?" "Bisa kau buktikan jika kau sungguhlah pria normal dan bisa bercinta?" "Sangat bisa." "Kalau begitu, sentuh aku. Berikan aku kepuasaan. Baru aku akan berpikir untuk menjadikan kau kekasihku." "Kesepakatan bagus, Miss Sierrena." Detakan jantung menggila, manakala jarak kian dipangkas oleh Dytonn. — BAGIAN 03 (21+) — "Kau mau di sini atau ke tempat lain?" Sierrena yang tengah fokus saksikan Dytonn membuka dasi dan dua kancing kemeja teratas, tak bisa merangkai kata untuk membalas pertanyaan pria itu. Jadi, harus dipalingkan sebentar atensi dari sosok pria idamannya itu. Otak tak boleh semakin kehilangan fungsi yang sebagaimana mestinya guna berpikir. "Di mana, Miss Sierrena?" "Di sini saja." Dilontarkannya mantap jawaban dengan suara juga lancar. "Di meja atau sofa saja?" "Eh, apa?" Sierrena kurang paham akan maksud dari pertanyaan diajukan. "Kau mau aku lakukan oral seks di meja kerjamu atau di sofa? Atau kau punya tempat menantang lainnya, Nona?" Sierrena lupa bernapas beberapa detik, sehingga d**a lumayan sesak. Ia pun harus menghirup udara sebanyak yang bisa dilakukan guna mengisi paru-paru. Penyebabnya adalah melihat senyuman menggoda sedang dipamerkan Dytonn. Pria itu semakin tampan. Detakan pada jantung mengencang begitu banyak. "Kenapa diam? Cepat putuskan kau mau di mana, Miss Sierrena. Aku tidak sabar ingin memuaskan dirimu, Manis." Aliran darah Sierrena berdesir hebat. Ia berusaha mati-matian tetap menjaga kewarasan dalam hadapi Dytonn. Kata demi kata berupaya cepat pula dirangkai guna menjawab pertanyaan pria itu. Tentu, balasan tertepat. "Aku mau di mana saja." "Kau yang kali ini memilihnya," imbuh Sierrena dengan suara yang mantap. "Tidak, Miss S. Kau saja." Dibanding berdebat, Sierrena putuskan untuk menerima. Ia pun berusaha cepat memikirkan jawaban tertepat supaya tak sampai salah memutuskan. "Kau lama sekali, biar aku saja." Sierrena cukup kaget tangannya yang ditarik. Lalu kaget juga karena Dytonn Harris membopongnya tiba-tiba. Namun, tak akan dilawan. Mereka pun sampai di tempat yang pria itu telah pilih. Ia juga dicumbu cepat oleh Dytonn. Lumatan memabukkan. Sierrena lekas membalas. Namun, tak lama bisa dirasakannya mulut Dytonn sebab pria itu yang sudah menyudahi. "Kita harus lanjut, Miss S." Berciuman lama, amat menyenangkan. Namun, jika dilanjutkan, maka aksi lain yang direncanakan, tak akan terlaksana. Lumatan terpaksa diakhiri. Mulut lekas dibawa ke bagian p******a kanan milik Sierrena. Dihisap p****g wanita itu. Merah merona. Terasa kenyal, sekaligus lembut. Perpaduan menggairahkan. Buah d**a kiri pun sama persis. Ternyata, lebih menyenangkan untuk menikmati dua bukit kembar kencang Sierrena, dibanding mulut wanita itu. Dytonn pun memperkirakan jika pada bagian organ intim Sierrena beraksi, ia akan mendapatkan kepuasaan lebih. Tentu, puncaknya dengan kejantanan yang keras nanti. Sebelum itu dilakukan maka tak ada salah mencoba dengan mulut dulu agar tahu tekstur. Ketika kepala sudah berhasil mendarat di sana, ciuman pun dilakukan dengan pada setiap permukaan sarat nafsu. Ya, hanya melihat bagaimana mahkota berharga Sierrena, sudah mampu dalam membangkitkan hasrat kian besar. Setelah puas mencumbu, lidah dipakai untuk menjelajah. Awalnya di luar, lalu masuk perlahan-lahan ke dalam. Sempit dan cukup basah. Rasanya seperti tantangan menarik bagi Dytonn menaklukan mahkota berharga Sierrena sampai benar-benar klimaks. Apalagi tadi, wanita itu menantang. Selama sangat percaya diri bisa berikan o*****e untuk Sierrena, maka Dytonn akan melakukan upaya apa pun. Memang, ia sudah punya rencana akan bagaimana saja aksi serangan panasnya pada organ intim wanita itu. Tentu, jilatan kembali diterapkan dalam intensitas semakin besar. Lidah tak ada masalah menelusur di permukaan. Saat lebih ke dalam, areal terasa lebih lembab, namun tak sampai basah sekali. Lalu, kecepatan menyerang ditambah. Menekan, menjilat, dan menyecap yang dilakukan bergantian. Diulang hingga beberapa kali dalam durasi singkat. Tadi, getaran tubuh Sierrena tak begitu, tapi kini mengencang karena aksinya. Sudah pasti akan semakin gemetar yang hebat, sampai nanti o*****e datang. Sial, harus segera didatangkan o*****e untuk Sierrena, tentu aksi ditambah lagi semakin ganas menyerang organ intim wanita itu. Rasanya menyenangkan. Tentu butuh sampai beberapa menit tiada henti menusukkan jemari-jemari dan menghisap kuat dengan lidah. Hingga pada akhirnya Sierrena meraih pelepasan sempurna, seperti maunya. — BAGIAN 04 — "Bisa kau menamparku?" "Menamparmu? Kau gila, Sie?" Sang sahabat bertanya dengan terkejut bercampur keheranan. Mata mendelik memandang dirinya tidak percaya. Kontras akan sikapnya menanggapi, tak bisa ditahan tawa kencang untuk lolos dari mulut yang dibukanya lebar. Wajah terhias dengan jenis senyuman semringah. Sudah menampakkan jelas bagaimana kegembiraan dirasakan. Harus diekspresikan dengan maksimal mungkin atas apa sudah dialami oleh dirinya hari. Walau masih tak percaya. Dan meski belum bisa meyakini, tetap diharapkan jika semua terjadi bukanlah sekadar mimpi indahnya belaka. Jika begitu, patah hatinya kian besar. "Kau kenapa, Sie? Kau kerasukan apa?" "Setan tampan! Setan tampan! Hihi." Tak hanya diserukan jawaban dengan intonasi kencang, Sierrena pun turut menari-nari dalam gaya sembarangan. Tidak apa gagal tampak indah, asalkan bisa mengekspresikan rasa gembiranya dengan cara lain, setelah tergelak puas. Dan sudah pasti, apa dilakukan, mampu membuat sang sahabat kian bingung. Ia tak henti dipelototi dengan saksama. Malu? Tidak sama sekali. "Ayo, tampar aku! Tampar aku!" seru Sierrena sambil meraih tangan Bella. Plak! Dan kawan baiknya benar-benar nyata melaksanakan apa dikatakannya. Jelas kaget. Apalagi, lumayan keras. Namun, tak akan marah-marah atapun mengomeli sang sahabat. Ia tertawa lagi dengan kikikan penuh kesenangan. Sayang, tidak lama dapat dipertahankan sebab Bella menguncang tubuhnya yang lantas dilanjutkan memecik mulutnya. Sudah tentu menjadi sakit. "Aku kira kau tidak kerasukan." "Aku memang tidak kerasukan," jawab Sierrena dengan nada cukup ketus. "Lalu, kenapa kau tampak aneh?" "Hmm, aku bahagia karena aku akan tidur dengan dia. Hahahaa." Bukannya menampakkan raut wajah terkejut, sang sahabat malah terlihat keheranan atas jawaban diberikannya. Masih belum paham akan maksudnya? Jadi, harus dijelaskan kembali? "Kau tahu Dytonn Martin yang selama ini aku sukai? Dia menerima cintaku dan dia sudah menyentuhku tadi." "Kami belum benar-benar bercinta, tapi dia berjanji akan meniduriku, Kawan." "Aku sangat senang karena selama ini aku sudah menunggu hal ini terjadi." Diguncang-guncang pundak kawannya dengan semangat. Tentu, kikikan tawa belum berhenti keluar dari mulut. Terbayang menerus aktivitas panasnya tadi dilakukan dengan Dytonn. Walau singkay, namun berputar-putar tanpa henti karena memang membekas. "Bagaimana? Kenapa kau diam saja?" "Aku berpikir kau sedang gila, maka dari itu kau tampak aneh, Sierrrena?" "Kau tidak percaya padaku?" Diloloskan balik kalimat tanya seraya mata yang memelotot memandang sang sahabat. Dan didapatkan gelengan kecil. "Aku tidak berbohong. Aku sungguh tadi hampir bercinta dengan Dytonn." "Aku lupa merekam karena aku terlalu hanyut dengan cara dia memberikan oral seks panas untukku," imbuhnya. "Kau masih tidak akan percaya semua yang aku bilang?" konfirmasinya lalu. Tak lama kemudian, sang sahabat pun sudah menunjukkan reaksi berupa anggukan. Tanda telah percaya? Namun, dirinya malah yang tidak yakin akan reaksi sang sahabat. Tampak saja seperti dipaksakan untuk percaya. Jelas tak diinginkan respons demikian karena ia hendak berbagi rasa bahagia tengah menyelimuti ke kawan baiknya. "Aku akan beri bukti langsung, supaya kau percaya kalau aku tidak sedang main-main atau gila," tekad Sierrena. "Aku percaya kau, Sie. Tapi, jika kau mau berikan buktinya, boleh juga." "Eh? Aku harus berikan berupa apa?" Sierrena seketika diserang rasa bingung sendiri karena tak tahu harus berikan pembuktian seperti apa bagusnya. Lalu, terpikir cepat dalam bentuk foto. "Saat aku dan Dytonn berciuman, aku akan kirimkan foto kami agar kau bisa percaya kalau aku belum gila." "Kau akan menerimanya paling lambat malam ini karena kami akan bertemu untuk bercinta, hihi." Sierrena kembali menjawab riang, saat teringat rencana sudah dimiliki bersama Dytonn Harris. — BAGIAN 05 (21+) — Mengajar dengan kondisi hasrat tengah terbakar hebat, tentu tak akan mudah. Apalagi, sosok Sierrena dengan tubuh polos seksi tanpa pakaian, teru saja muncul di dalam kepalanya. Semakin membayang, maka kian besar gairah yang dapat terbangkitkan dari dalam diri. Ia pun tambah panas. Terutama, tubuh bagian bawahnya yang rasanya terus menegang dan bangun. Terasa sesak pula di balik celana. Jika membebaskan kejantanan adalah tindakan tak memalukan, maka pasti akan dilakukan agar tak kian tersiksa. Nyatanya, jika berperilaku begitu akan malah membuat reputasinya hancur. Ia pasti dianggap orang yang menyimpang. Sudah tentu karier turut hancur. Dibanding merasakan efek buruknya, lebih baik menahan hasrat mati-matian, walau merasakan ketersiksaan. Tok! Tok! Tok! Ketukan pada pintu dirasa sudah cukup untuk membuat sang pemilik ruangan keluar guna sambut kedatangannya. Tak perlu menunggu yang lama, sampai Sierrena membukakan pintu. "Hai! Kau sudah selesai?" Umpatan kasar berusaha ditahan agar tak keluar. Kesopanan mesti tetap bisa dijaga, walau nyatanya ada usaha keras. Dytonn mengumpat bukan karena ia kesal, melainkan merasa kian terpesona akan daya tarik diperlihatkan Sierrena. Senyuman menggoda dan pakaian yang sedikit terbuka pada bagian atas. "Kau sudah selesai?" Satu anggukan pun dilakukan. Tak ada balasan lisan yang turut dikeluarkan. Namun, segera ditarik tangan wanita itu guna diajak pergi ke tempat yang akan dituju. Terletak tak jauh dari kampus. Dan Sierrena pun mengikutinya tanpa mengatakan apa-apa. Tidak bertanya juga. Entah sudah tahu rencananya. Mereka tiba dengan cepat di area parkir menggunakan lift yang kebetulan tak diisi oleh orang sama sekali. "Kita akan ke mana?" "Ke rumahku." "Untuk apa kita ke sana?" "Aku akan menyetubuhimu." Dytonn menjawab dengan penekanan kuat pada setiap kata guna memperjelas maksud. Namun kemudian, teringat jika balasan yang diucapkan lumayan kasar. Karena memang tidak bermaksud begitu. Dipilih segera sekiranya kata-kata yang lebih halus untuk dilontarkan kembali. "Aku akan mengajakmu bercinta." Sierrena hendak menanggapi, tapi pintu mobil mewah Dytonn Harris dibuka untuknya, maka balasan ditahan. Segera masuk ke dalam dan duduk di jok kursi yang rasanya sangat empuk. Tak lama, Dytonn pun sudah berada tepat di sampingnya, siap mengemudi. Namun, pria itu memandangnya lebih dulu dengan sorot yang lekat. Mata Dytonn terpancar bara gairah nyata. "Apartemenku tidak jauh lagi dari sini, kita bercinta saja di sana, Dytonn." "Sial, Miss S. Aku tidak akan bisa lebih lama berkompromi dengan libidoku." Sierrena ingin terkikik mendengarkan jawaban kesal Dytonn. Namun dicegah diri untuk tergelak dengan kencang. Lebih baik menggoda pria itu saja. "Jadi aku harus bagaimana?" Sierrena pun bertanya sembari membelaikan tangan di depan benda kebesaran Dytonn yang berbalut celana. Dari luar, sudah terasa amat tegang. Ia yakin bukti gairah pria itu sudah berada pada level yang begitu keras, saat ini. Usapan-usapan lembut tidak hentinya dilakukan, didengar Dytonn mengeram. Pria itu sudah jelas terangsang. "Apa bercinta saja di mobil?" Sierrena tak segan memberikan ide nakal. "Aku belum pernah bercinta di mobil. Apa akan aman dari skandal?" Pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan sekelas Dytonn. Dikira pria itu hanya bercanda, namun dari nadanya bicara terdengar lumayan serius. Artinya Dytonn tak main-main. "Aku pernah bermain di mobil, tidak perlu khawatir dan serahkan padaku." Selesai menjawab, Sierrena segera saja menunjukkan aksi yang secara nyata. Ya, diraih ristleting celana panjang dari Dytonn. Lalu, dikeluarkan bukti gairah pria itu dengan salah satu tangannya. Tak ada kendala sedikit pun. Tentu, bisa berlanjut ke misi selanjutnya yang telah direncanakan, yakni dirinya menyatu penuh dengan Dytonn. Satu dorongan, kejantanan milik pria itu sudah berhasil memenuhinya. Dytonn yang dikira hanya akan diam, malah segera beraksi dengan gila. Dan membuat mereka saling bergerak dalam tempo seirama. Tentunya juga ganas. Diluar dugaan pula, sama-sama meraih pelepasan dengan hebat, setelah lebih dari lima menit bergerak tanpa henti. "Aku tidak salah memilih kekasih." BERSAMBUNG .......... Full versi : 20 part (sebagian bab dewasa) Pembelian : 1. File PDF (via DM IG dievilstories), harga 10.000 2. Via k********a, link ada di bio.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD