Playboy Vs Baby (8)

1353 Words
Ify berdiri di balkon kamar, memeluk erat dirinya sendiri karena angin malam yang menusuk masuk ke dalam pori pori tubuh nya. Di lain tempat, Rio pun berdiri di depan balkon kamar nya, Ify yang melihat Rio ada di sebrang balkon kamar nya langsung salah tingkah. Dan sama hal nya dengan Rio, ia kaget melihat Ify ada di balkon kamar, Rio langsung masuk ke dalam kamar. Ify terlihat kesal karena Rio langsung masuk ke dalam kamar saat melihat dirinya. Ia merasa Rio kini menjauhi nya. "Udah lamar nya gak sopan, sekarang malah jauhin gue" "Dasar playboy cap kunyit" runtuk Ify menatap kesal ke arah balkon kamar Rio. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. •••••• Rio kini sudah berada di hadapan kedua orang tuanya. Rio duduk di depan mereka yang kini bingung dengan tingkah Rio. "Ada apa mario?" tanya sang Papah "Hm jadi gini Pa..." ujar Rio ragu "Kenapa nak?" tanya Manda yang bingung dengan sikap anak nya "Kamu gak hamilin anak orang kan?" ujar sang Papa menatap nya curiga. "Apaan sih pa, engga lah. Dapetin satu cewe aja susah gimana mau hamilin anak orang" gerutu Rio kesal "Iya nih Papa, mana mungkin Rio ngelakuin hal kaya gitu" "Ya papa kan cuman nanya, yaudah kamu kenapa?" tanya sang Papa sekali lagi "Anu.. Rio kemarin ngelamar Ify" ujar Rio pada akhirnya "Bagus dong, terus gimana kata Ify ? Dia terima ?" ujar Manda heboh "Ify gak jawab Ma, dia malah langsung ninggalin Rio. Kayanya Ify marah sama Rio, kayanya dia gasuka sama Rio" ujar Rio Manda mengerutkan keningnya bingung. "Kok gitu ? Gak mungkin Ify gak suka sama kamu" "Memang gimana kamu ngelamar Ify?" sambung sang Papa "Fy nikah yuk. Gitu pa" Manda melototkan matanya, dan sang Papa hanya terkeukeuh pelan. "Iyalah jelas Ify gak jawab, kamu lamar anak orang kok kaya ngajakin main petak umpet sih Yo" "Malu-maluin papah aja deh" sambung sang papa "Ya bukan salah Rio lah, Rio kan udah ada niat baik buat ngajakin Ify nikah" bela Rio "Ya tapi kan bukan gitu cara nya, apalagi kalian gapernah pacaran sebelumnya, kaliam itu temen suka berantem malah. Eh gak ada angin gak ada hujan kamu ngajakin Ify nikah gitu caranya" "Ya terus Rio harus gimana?" tanya nya bingung "Sekarang juga kamu ke rumah Ify, bilang sekali lagi kalau kamu serius ke dia. Nanti besok giliran kamu sama mama sama papa ke rumah Ify." "Gitu ya?" "Iya doong mario, udah sana kamu ke rumah Ify. Jelasin semua nya" "Yaudah Rio pamit Ma, Pa" Rio mencium pipi kedua orang tuanya dan berjalan keluar. •••••• Ify melempar bantal, dan guling nya ke arah pintu. Ia merasa kesal karena perilaku Rio yang seolah olah mempermainkan nya. Memang sudah lama ia memendam perasaan pada laki-laki yang sudah berteman sejak kecil itu. Tapi takdir cewe kan di kejar bukan mengejar. Ia gamau kalau harus lebih awal mengakuinya. "Mariooooo nyebelin" "Lo PHP dasaaar" "Playboy tetep aja playboy!!!" "Kemarin ngajakin gue nikah, sekarang malah jauhin gue!!" "Kok gue ngarep di kawinin sih sama dia, harusnya gue gausah percaya" ujar nya terisak Tok tok tok "Ifyyy, buka pintu nya" suara iyel terdengar dari luar, Ify melirik pintu dan membuka nya. Begitu pintu terbuka, Ify terkejut. Bukan, di hadapan nya bukan sang kaka tapi... Mario. "Lo" "Iya, gue. Kenapa?" Rio nyelonong masuk ke dalam kamar Ify dan menyeret Ify pelan lalu menutup pintu nya. "Ngapain lo disini?" tanya Ify ketus "Ngapain lo ngamuk kaya gini?" tanya Rio balik "Dan ini,kenapa harus ada air mata?" tanya nya lagi seraya memegang sudut mata Ify yabg mengeluarkan air mata. Bukan nya berhenti menangis, Ify malah semakin terisak. Ify memukul d**a Rio kencang sekuat tenaga yang ia punya. "Lo jahat!" "Gue ? Jahat kenapa hmm?" tanya Rio tenang "Bodo!! Gue benci sama lo!" "Yakin benci ? Yah tadinya gue mau ngajakin lo nikah lagi" ujar Rio sosoan sedih Ify mendelik ke arah Rio sebal. "Gausah PHP, gausah mainin hati cewe!" Rio mengerutkan kening nya lalu melipat tangan nya di depan d**a, memperhatikan kemarahan Ify. "Lo tuh jahat! PHP! Kemarin lo ajakin gue nikah, tapi sekarang lo malah jauhin gue!" Rio tertawa geli melihat Ify seperti itu. "Lo mau banget ya Fy jadi bini gue?" Mendengar itu, Ify langsung membelalakan matanya. Level kekesalannya sudah mencapai atas. Ify membawa selimut nya lalu menggulung Rio dengan selimut. "Fy fy eh fy lo ngapain sih" ujar Rio bingung saat Ify dengan kesal meililitkan selimut tebal itu ke tubuh nya. "Bodo! Gue benci sama lo! Mau gue buang aja lo!" "Yaaah, jangan dong. Nanti kalau gue di buang terus yang jadi suami lo siapa ? Gue gamau ah kalau cowo lain yang jadi suami lo" "Berisik!" Rio semakin geli, ia membiarkan saja Ify melilitkan selimut tebal itu ke tubuh nya. Setelah itu ia paksa keluarkan tangan nya dan menarik Ify, alhasil kedua nya jatuh ke lantai. "Mariooooo" "Aduuh, lo berat banget sih" rintih Rio yang berada di bawah. "Nyebelin lo!" Ify hendak bangun namun di tahan oleh Rio. Rio berusaha mengeluarkan kedua tangannya dari balik selimut dan menahan pinggang Ify. "Diem Fy, biarin kaya gini" ujar Rio lembut. Ify seketika diam saat merasakan tangan Rio beralih memainkan rambut dan pipi Ify. "Lo cantik" ujar Rio lagi. Kini mata mereka bertemu, Ify yang tak bisa merasakan itu terlalu lama pun akhirnya menunduk malu. Rio tersenyum dan membelai pipi Ify. "Jangan nunuk, tatap gue Fy" Ify tetap menunduk. Rio mengangkat dagu Ify agar matanya kembali bertemu. "Tatap gue gadis keras kepala" Ify merenggut saat Rio mengucapkan kata itu. "Dengerin ya cantik. Kemarin gue gak bercanda ngajakin lu nikah. Emang cara gue salah karena jujur gue gapernah ada niat buat serius ke cewe lain jadi gue bingung gimana cara lamar cewe" "Dan disitu gue lagi mikir. Tiba tiba lo dateng yaudah gue langsung aja ajakin lo nikah" ify mendelik sebal "Gue gamau kalau kelamaan malah bikin lo di ambil sama cowo lain Fy. Emang kita selama ini temen malah sering berantem. Tapi jujur berantem gue ke elo itu untuk menutupi perasaan gue ke elo." "Gue suka sama lo, gue sayang sama lo. Tapi gue tau diri, kita temenan bahkan sering berantem. Gue takut, takut lo malah tambah benci sama gue kalau gue punya perasaan sama lo" "Dan akhirnya hadir Fika, kita semakin dekat. Dan Fika kini butuh seorang Mama. Ajakan gue kemarin bukan hanya semata-mata demi Fika. Tapi itu tulus dari kemauan gue Fy" "Gue sayang sama lo Melfy imelda Putri. Gue gamau lo jadi pacar gue, tapi gue mau lo jadi istri gue. Lo mau kan ?" Ify memtung mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Rio. Mata Rio anagat jelas menampakkan kejujurandan ketulusan, Ify tak melihat celah permainan di matanya. "Gue mohon jawab Fy, jangan kabur kaya kemarin. Lo mau kan jadi istri gue?" tanya Rio sekali lagi. "Gu... Gue mau" ujar Ify malu. Rio pun tersenyum senang. "Yessss" ujar Rio senang. "Makasih Fy, tapi btw lo berat" ujar Rio kembali menggoda Ify. Ify pun tersentak dan hendak berdiri namun lagi lagi di tahan Rio. "Gue bercanda sayang." ujar Rio berbidik ke telinga Ify dan mengeratkan pelukan mereka, Ify menggeliat malu di di pelukan Rio. Tanpa mereka sadari, kini pintu sudah tebuka dan menampilkan orang - orang kepo disana. "Oh jadi selama ini lo demen sama adek gua yo" ujar Iyel lantang "Mario, belum mukhrim" ujar sang papah "Rio, kasian Ify nya" ujar sang Mama. Rio dan Ify pun tersentak, Rio berbisik kepada Ify "lupa di kunci pintu nya" Ify pun langsung bangkit dan membantu Rio berdiri juga. "Goo job my boy" ujar sang Papa bangga Rio cengengesan menunjukkan deretan gigi nya . "Awas lo nyakitin ade gua yo" uar Iyel meninju pundak Rio pelan "Santai Yel, gua jagain ade lo sebisa gua" "Calon mantu mamaaaa, sini syang" ujar Manda mendekat dan memeluk Ify. Ify pun memeluk manda senang. "Yaudah ntar gua telfon nyokap sama bokap. Suruh pulang karena anak gadisnya ada yang ngawinin" "Kak, apaan sih" ujar Ify malu "Hahaha, yasudah kita tunggu orang tua kamu Fy" "Fika mana Ma ?" tanya Rio "Fika sama Bi asih di luar" "Yaudah, Rio ke Fika deh" "Ify juga" mereka kini berjalan keluar hendak menghampiri Fika. ••••• Haaai jangan lupa vote sama komen yaaa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD