episode 3 ketidak sengajaan

793 Words
Tidak ada yang bisa menduga rencana Tuhan, bahkan rencana manusia sekalipun yang sudah dibangun bertahun tahun bisa pupus hanya karna rencana Tuhan yang tanpa diduga. " pah aku mau ke kamar dulu ya, mau ganti kaos biasa aja lah, abisnya gerah habis makan gini dan tadi main smaa keponakan jdi keringetan" ucap Rangga yang dibalas dengan anggukan sang papah. sementara itu didapur sang mama dan ibu beserta Alia sedang mengambil cemilan dan minum beserta bi Inah pembantu rumah ini namun tanpa ketidak sengajaan. " prankkk " suara gelas pecah, ya pembantu yang bernama bi Inah tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berisi es jeruk dan menumpahkannya kebaju Alia. " haduh nduk maaf bibi ngga sengaja" ucap bi Inah yang disambut dengan senyum manis kedua lesung Alia. " iya Bu ngga ppa nanti aku bersihin aja, ini masih bisa kok dibasuh pake air" tutur Alia " nduk kamu ganti baju Aja, nanti Tante kasih baju dini yang dulu kebetulan masih Tante simpen, masih bagus kok dan bersih karna Tante simpen dilemari kamar dini dulu, Tante ambilin dlu ya kamu ganti aja, kasian basah gini acara belum selesai dan kalian Jan pulang dulu". ucap Santi yang kemudian pergi ke kamar dini mengambilkan baju untuk Alia, ya dia memang menyimpan baju dini dengan rapi dan masih terawat karna ia selalu berharap bisa memiliki kembali anak perempuan namun diusia yang sudah tidak lagi muda ia hanya mengharapkan semoga Rangga bisa cepat menikah agar ia bisa memiliki putri kedua yang bisa menemaninya dirumah saat suami dan anak2nya tidak dirumah karna mereka sibuk dengan kegiatan masing masing sedangkan ia? mengecek butik dan resto itupun hanya sebentar sedang waktunya banyak dihabiskan dirumah. " ini nduk, kamu ganti ya pakai baju dini Oya kamu bisa pakai kamar dini ya buat ganti, saya tadi lupa ngga ajak kamu sekalian aja biar ganti disana" kekeh Santi " iya nyonya ngga papa kok, Alia pergi dulu ya nyonya tapi kamar mba dini sebelah mana ya? Alia lupa nyonya" tanya Alia " kamu ini kadang panggil Tante kadang nyonya, panggil Tante aja ya saya kan slalu nyuruh kamu panggil Tante gausah nyonya gtu ah ngga diharuskan karna saya menganggap bapak kamu juga sebagai keluarga bukan orang asing" ucap Santi " hmm iya Tante maaf Alia suka lupa dan kadang merasa tidak enak hati jika memanggil Tante kurang terbiasa jdi suka lupa " jawab Alia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal " yasudah gapapa, kamar dini ada diatas samping kamarnya Rangga" tunjuk Santi " yaudah Tante Alia pergi dulu ya, permisi" ucap Alia dengan sopan dibalas senyum manis Santi, ia pun mengangumi Alia karna ia sosok anak ya tidak neko-neko berprestasi serta penurut sopan dan baik. " duuh tadi yang sebelah mana ya kata Tante? kiri apa kanan ya" pikir Alia " ah kayanya kanan deh" ia pun langsung menuju kamar disebelah kanan, sesaat masuk ia pun disuguhi pemandangan kamar yang begitu luas dengan nuansa hitam putih serta harum kopi ekspreso yang manis dan menenangkan, tanpa pikir panjang ia masuk dan langsung melepaskan baju atasan yang sederhana namun tetap terlihat elegan dengan aksen mutiar dipadukan rok plisket, " aaarrghhh haduhhh " teriak semua orang ketika listrik padam tiba tiba dan Alia yang sudah melepaskan pakaian nya pun kelabakan lantaran ia lupa dimana tadi ia menaruh baju nya karna gelap. " brukkk" suara tubuh yang saling bertabrakan dan langsung terjatuh ke tempat tidur " aarhhhhhh " teriak Alia namun langsung dicekal oleh tangan kekar seorang lelaki yang berada diatas tubuhnya. secara bersamaan orang dilantai bawah pun melirik dan panik akan suara tersebut dan langsung memutuskan naik ke atas, sang papah pun langsung menyuruh pak Hadi, si tukang kebun untuk menyalahkan listrik nya. saat membuka pintu "jreeenggggg" mereka semua langsung kaget karna melihat Alia dan rangga dengan posisi Rangga diatas tubuh Alia tanpa mengenakan pakaian hanya celana boxer dan Alia hanya menggunakan bra dan celana dalam pendek ketat nya. mereka langsung menghampiri sambi bertanya apa yang terjadi, Alia pun hanya membalikan badannya lantaran ia malu. " ngga pah ini ngga sengaja beneran kami ngga ngapa-ngapain kok beneran pah" yakin Rangga kepada papahnya " Alia apa kamu salah masuk kamar nduk?" tanya Santi " maaf Tante Alia pikir ini kamar Mbak dini dan tadi mati listrik gelap dini tidak bisa lihat apapun dan kaget ternyata ada orang lain disini dan Alia ngga tau kalo ini kamar om Rangga" jawab Alia " Rangga terus kenapa kamu bisa ada diatas tubuhnya Alia hah? kamu mau apaain ini bocah?" celetuk Santi " iih ngga mah beneran ngga ngapa ngapain tadi Rangga kaget dia teriak terus langsung Rangga bungkam mulutnya ehh ngga sengaja malah jatuh dan nindihin Alia " bela Rangga " haduh ada ada aja kalian ini " omel Santi sambil ia mengambil selimut dan menutupi tubuh Alia dan membawanya ke kamar dini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD