Episode 4

1072 Words
" Rangga papa mau tanya sesuatu sama kamu" tanya setyoaji ketika mereka selesai sarapan pagi bersama. ya mereka setiap hari nya memang slalu menyempatkan untuk sarapan pagi bersama namun yang biasanya bertiga sekarang berempat ada Rangga didalamnya. " tanya apa pah," jawab Rangga setelah meneguk air putih didalam gelasnya hingga tandas. " begini papa tau kamu perusahaan mu yang ada di Singapura itu sukses dan maju dan setelah bertahun-tahun akhirnya kamu pulang ke Indonesia walaupun papah tau kamu tidak akan lama disini." " rencana nya sih Rangga disini mau satu Minggu pah, Rangga hanya merindukan rumah dan Indonesia tapi pekerjaan rangga juga ngga mungkin Rangga tinggal lama" sarkas Rangga dengan nada pelan " iya papah tau tapi nak apa kamu tidak mau melanjutkan bisnis papahmu ini?" " maksud papah aku meninggalkan perusahaan ku yang disana? terus nanti kalo aku disini gimana dengan perusahaan ku pah" " sayangg, papahmu ini kan sudah tua ya walau tidak terlalu tua banget, tapi apa kamu tidak kasian dengan papah mu yang sering keluar kota dan pulang malam terus diusianya yang sudah tidak muda lagi?" ucap mamahnya dengan lembut " Rangga tau mah, Rangga bukannya ngga kasian cuma Rangga juga disana belum tau dan belum punya pengganti siapa yang bakal Rangga percaya buat megang perusahaan disana" " bukannya teman sekaligus rekan kerjamu juga adalah orang yang terpercaya rangga? " iya pahh Daniel emang dapat dipercaya, dia teman Rangga waktu kuliah disingapura dan Rangga merintis usaha dari nol bersama dia hanya saja Rangga belum bicara soal ini apalagi waktu itu Rangga pernah bertanya sama dia, gmna kalo Daniel gantiin Rangga, tapi dia bilang belum siap dan merasa belum pantas dengan kedudukan sebagai CEO" " hmm begitu yaa, bagaimana kalo Daniel kamu suruh kesini saja berkunjung ke kediaman kita, papah ingin bertemu dengannya dan memberikan nasehat dan wejangan kepada dia karna papah rasa dia anak yang baik" " papah tau darimana?" mata Rangga mengernyit karna setaunya papah memang belum pernah bertemu sama sekali " papah kan sering ngobrol dengan dia kalo lagi video call ataupun telponan sama kamu Rangga, dan papah pernah chating dengan dia hanya sekedar menanyakan kabarmu jika kau sulit untuk papah hubungi papah tanya Daniel dan yaa dia anak yang sopan terdengar dari tutur katanya bahkan terkadang dia bertanya perihal seluk beluk dan bagaimana mengelolah suatu usaha agar menjadi sukses dan dia juga merintis usaha ini bersama mu dari nol jadi papah rasa dia orang yang bisa diandalkan". "baiklah pah nanti Rangga omongin dulu ya sama Rangga perihal ini." "iya nak papah harap semoga dia setuju karna papah juga ingin istirahat, papah tetap bekerja hanya saja sebagai membantumu tidak sepenuhnya papah pegang ." " iya nak kasian papah mu diusianya yang sudah mulai tua juga sering nyeri punggung dan masuk angin apa kamu tidak kasian" ucap Santi dengan senyuman mengejek pada suaminya. " mamah ini kok buka kartu sih sama Rangga." "ya emang bener kok, iya ngga gantengnya mamah" tanya Santi kepada Andri dengan nada merayu, ya namanya Andrian setyoaji berumur 16 tahun. ya memang selisih antara ketiga maka ini berbeda jika dini dan Rangga yanh hanya selisih 1tahun Andri justru 11 tahun karna sang mamah hamil ketika usia 34tahun sedang ketika hamil sang kakak dini usia mamahnya 22 tahun, 1tahun setelah pernikahan mereka dikaruniai anak perempuan dan satu tahun berikutnya laki-laki yang tak lain adalah Rangga. Andri terlahir ketika kakak kakak nya dewasa karna memang baik dini maupun rangga mengambil kuliah diluar negri hanya berbeda jika Rangga disingapura, dini diaustralia sehingga orang tua yang hanya tinggal berdua kesepian dan hadirlah Andri. mungkin ini adalah buah cinta sekaligus sepi karna jauh dari anak hingga jadilah Andri hihihi... " udah pahh gausah so keren deh emang papah udah tua gausah malu percuma ditutupi umur orang udah keliatan sama uban" sontak ucapan Andri menjadi gelak tawa mamah dan Rangga. membuat sang papah langsung memegangi rambutnya " ahh mana ngga ada ah kamu Ngada Ngada aja, tua tua begini juga ganteng tau ngga." " yehh si papah udah tua juga tingkat PD nya kek anak ABG" cibir sang mamah " heh kamu ya papah ini emang ganteng umur nambah juga ganteng mah ngga luntur, bukti tuhh cetakan papah aja ganteng ganteng" sambil menunjuk ke arah Rangga dan Andri " tanpa ada mamah gabakal jadi cetakan papah tau ngga" " udah udah kok malah papah sama mamah jadi berdebat sih mana ngomongin cetakan lagi, emang nya kita ini batu bata apa yang kudu dicetak." " iya tau nihh gantengan juga gua ketimbang batu bata" " ya lu manusia, laki laki lagi ya ganteng lah kalo bata mah bukan manusia gapunya jenis kelamin lagi. aahh elah begoo." " ah bodo amat dah penting gua ganteng" " Saiki gantengan gua kali daripada Lu" " kagak dimana mana bungsu tuh paling ganteng tau ngga" " kagak ada sejarahnya kampret" ucap Rangga yang tak mau kalah baru saja Andri ingin melanjutkan perdebatan nya langsung dihalangan oleh ucapan mamah dan papah nya yang secara bersamaan. " Berisikkk!!!!! " mereka spontan menutup telinga karna kaget dengan suara mamah dan papahnya " kok malah kalian sih yang ribut " ucap sang mamah " udah deh udah masih di meja makan malah debat, makanan udah abis masih nongkrong aja. udah yuk mending kita jalan jalan aja. mumpung hari ini papah dan mamah dirumah dan ada Rangga juga, gimna nih yuk?" tanya sang papah karna ia juga merindukan suasana berkumpul bersama keluarga nya. " boleh pahh, kita ke pantai yuk udah lama Rangga ngga kesan." " mamah setuju, seklian kita nikmati udara segar pantai sambil minum air kelapa, kayanya bakal enak banget." ucap Santi sambil membayangkan menikmati suasana pantai karna ia pun terlalu sibuk dengan usahanya hingga rasanya sudah lama tidak merasakan apa itu berlibur. " yassudah ayo kita pergi, tapi mah jangan lupa telvon dini dulu aja dia sekalian biar makin rame." " pasti Dong pahh, yuk boy kita siap siap" " let's go momy " suara Andri yang begitu semangat dan tingkahnya yang menggandeng sang mamah memecah ruangan karna adanya tawa renyah dari mamah dan papah. pada dasarnya Santi maupun setyoaji memiliki selera humor dan jalan pemikiran yang sama jika sudah menyangkut lelucon mereka akan seru, Tak heran anak anaknya pun slalu bercanda dan kadang ada sikap jahil nya juga. namun ketika bekerja atau sekolah dan hal peraturan maka setyoaji adalah orang yang tegas dan keras. tak ayal anak-anak nya pun menjadi anak yang membanggakan dan memilki segudang prestasi walaupun sikap jahil nya bikin geleng geleng kepala.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD