" pak sardi " panggil Setyo aji kepada supirnya yang sedang duduk bersama satpam dipos satpam.
" iya pak" bergegas menghampiri sang majikan
" pak kami mau liburan ke pantai hari ini, ngga jauh sih cuma ngga terlalu Deket juga. bapak kalo mau pulang silahkan karna kemungkinan kita akan sampai sore"
" lohh pak kok saya dipulangkan? memangnya bapak mau menyetir sendiri?"
" iya saya ingin menyetir sendiri nanti kalo cape gampang gantian sama Rangga. jadi kamu kalo mau pulang silahkan saya tidak akan memotong gaji mu kok atau kamu makan gaji buta.
anggap saja ini cuti untukmu, yaa walaupun cuma satu hari."
" baiklah pak terima kasih"
pak Sardi pun hendak pergi meninggalkan pak aji yang hendak masuk ke dalam mobil.
namun dari rumah sang nyonya berteriak memanggil pak sardi.
" pak sardi tunggu sebentar, kemari dulu" nyonya Santi melambaikan tangan memberi tanda agar pak sardi mendekat
" iya bu ada yang bisa saya bantu?"
" sebentar pak.. pahh kesini sebentar dong."
" kenapa mah?"
" pah gimana kalo kita ajak keluarga pak Sardi jalan jalan sama kita?"
" hmm bolehh tapi apa anak bapak sedang libur semua?"
" iih papah ini kan hari Minggu"
" ohh iya maksud saya apa anak anak bapak sedang ada dirumah dan tidak ada kepentingan diluar? jika tidak ayo ikut sama kita berlibur."
" waahh tidak deh pak itu merepotkan dan lagian masa saya mendadak seperti ini. istri saya juga belum saya kabari mesti dia sedang sibuk beberes rumah"
" yasudah coba saja pak untuk dihubungi keluarga dirumah."
" baik pak saya permisi sebentar mau nelvon orang rumah."
pak Sardi menepi dan mengambil benda butut namun masih layak pakai jikalau hanya untuk SMS dan telvon saja.
ya memang untuk apa hp mewah jika yang jadul saja masih bisa digunakan? sedangkan ia memang tidak membutuhkan hal seperti itu.
baginya kebutuhan keluarga adalah hal yang penting dari sekedar hp canggih.
" hallo Alia"
" iya pak kenapa"
" kalian sedang apa? apa ada dirumah semua?"
" iya pak kami sedang nonton tv sedang bersantai memangnya kenapa?
tumben bapak nelvon nanyain."
" pak aji ngajakin kita jalan-jalan kalian mau ngga?"
" waahh boleh tu pakk udah lama nih Alia ngga jalan jalan."
" jalan jalan kemana kak? kapan kak? sama siapa? ikut dong ikut". cerca Ibnu yang begitu antusias mendengar bapaknya jalan jalan karna memang pada dasarnya mereka tidak pernah melakukan jalan jalan keluarga paling sering nya jika ke pasar malam dilapangan dekat rumah.
" iih sabar ngapa diem dulu bapak aja belum jawab".
" hari ini, ini pak aji lagi siap siap ayo kalian juga siap siap nanti bapak sama pak aji kerumah dulu buat jemput kalian terus langsung berangkat."
" iya pak iya Alia mau langsung siap siap. dadah bapak assalamualaikum."
" waalaikum salam nduk."
" pak istri dan anak anak saya mau untuk diajak jalan jalan. tapi maaf jika saya nanti merepotkan saya hanya tidak enak saja." ucap pak Sardi sambil mendekat ke arah majikannya
" pak Sardi tak perlu seperti itu, anggap saja ini ini hadiah dari saya karna bapak setia dan bekerja dengan saya dengan rajin dan tekun. bapak sudah seperti keluarga saya sendiri, bapak selalu membantu saya dan selalu menjaga istri dan anak anak saya juga. saya yang berterima kasih sama bapak." aji menepuk dan mengelus bahu pak Sardi seraya tersenyum tulus.
" terima kasih pak."
" sama sama pak yaudah saya mau bantu istri saya packing barang yang dibawa dulu ya pak. ayo mah ." ajak pak aji kepada istrinya
" ayo pah, mari pak Sardi saya masuk dulu."
" nggih Bu Monggo" ucap Sardi seraya menundukan kepala.
beberapa jam kemudian setelah mereka bersiap dan menjemput keluarga pak Sardi mereka pun telah sampai disebuah pantai yang sudah banyak dikenal orang dan menjadi destinasi wajib dikunjungi oleh para turis.
Yap namanya adalah pantai Parangtritis terletak didesa Parangtritis, kretek kabupaten bantul, daerah istimewa Yogyakarta.
jaraknya kurang lebih 27km dari pusat kota Yogyakarta.
pantai ini salah satu destinasi wisata Yogyakarta yang bahkan telah menjadi ikon pariwisata Yogyakarta.
" nduk bantuin ibu beresin makanan yak, kita makan dulu ini udah siang". titah sang ibu
" iya Bu aku nyiapin piringnya ya".
" makasih ya Alia sudah bantuin maaf mba Dina ngga bisa bantuin, sidede nya mau minum asi dulu hihi" seru Dina sembari menimang anaknya
" iya mba tenang aja"
" Alia gimana kuliah kamu?"
" Alhamdulillah Tante lancar."
" Alhamdulillah Bu Alia selalu mendapat nilai bagus dan mendapatkan beasiswa makanya kami terbantu untuk membayar dan keperluan lainnya tidak terlalu berat." seru ibu seolah bangga dengan anak gadisnya
" wahh hebat ya kamu, pintar ternyata cocok kalo dijadiin mantu." celetuk Santi sembari melirik dan kemudian lanjut menata makanan.
" hehehe" Alia hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk nya karna tidak mengerti maksud dari perkataan Bu Santi.
setelah selesai mempersiapkan makanan Bu Santi pun memanggil suami dan anak lelaki nya untuk segera makan karna mereka sibuk berfoto sejak pertama datang.
serta pak Sardi dan anak nya yang asyik menikmati pemandangan pantai pun tak lupa dipanggilnya.
" wahh enak nihh makannya sambil nikmati pemandangan pantai dan semilir angin yang sejuk." ucap aji disela sela mengunyahnya.
" iya pah bener papah sih gapernah ngajak aku kek jalan jalan kek gini". ucap Andri sembari cemberut karna memang papah dan mamah nya jarang sekali mengajaknya jalan jalan karna kesibukan mereka.
" iya deh iya maap ya papah sama mamah jarang ngajak kamu jalan jalan, nanti kalo ada waktu kita jalan jalan lagi yang jauh".
" beneran pah? waahh asyik." seru Andri girang
" iya iya nanti udah sekarang makan dulu, sampe muncrat muncrat kamu nanti malah kemana mana."
" heheh iya mah abis Andri seneng mau dijalan jalan sama papah."
" ah eluh kek anak SD yang baru dapet permen aja, norak tau ngga." ucap rangga
" ah yang tua syirik aja." Andri pun menjawab sembari meledek
" apa lu awas lu ya."
" sudah sudah kalian ini ngga dirumah ngga dimana mana ribut Mulu heran deh mamah."
" bocil nih yang duluan."
" lah kok gua."
" sudah ayo lanjut makan." ucap aji tegas dan mereka pun diem melanjutkan kembali makannya.
namun Santi terkejut mendapati ternyata keluarga pak Sardi pun membawa makanan, mereka tak enak jika harus merepotkan, diajak rekreasi tanpa bayarpun rasanya sudah tidak enak apalagi jika harus menumpang maka merekapun membawa makanan dan dihidangkan dengan makanan majikannya, mereka mengambil sedikit makanan majikan namun lebih banyak lauk yang mereka bawa karna tidak ingin majikannya tersinggung dan mereka hanya menghormati saja.
" lah kok kalian cuma makan lauk yang kalian bawa, gamau nyobain masakan saya juga."
" ahh tidak Bu terima kasih kami sudah cukup kok tadi sudah mengambil." ucap pak Sardi ngasal
" ouh begitu kalian membawa bekal apa saja? ini bayam kan? sama apa ini?"
" oh ini ikan asin nyonya kebetulan tadi saya masak lodeh bayam goreng ikan asin sama tempe terus sambel karna baru dimasak jadi saya bawa kesini."
" kayanya enak, boleh saya coba?"
" boleh Bu silahkan."
" waah enak loh ini sudah lama saya tidak makan bayam sama ikan asin, saya minta ya." ucap Santi yang memuji makanan ibu Alia, namun Dina pun yang melihat mamahnya seolah menikmati makanan tersebut tak ingin kalah untuk tidak mencoba sehingga ia pun akhirnya ikut menambahkan menu bayam dan ikan asin kedalam piringnya.
setelah makan mereka masih tetap duduk ditikar yang mereka bawa,
cuaca masih agak panas sehingga mereka menunda untuk pergi ke bibir pantai untuk mandi.
beruntung lah tempat yang mereka pilih untuk berkumpul berada dibawah pohon rindang jadi teduh dan sejuk karna adanya semilir angin walau cuaca agak panas karna teriknya matahari.