diperjalanan menuju parkiran Alia heran melihat orang yang menatap nya dengan tatapan aneh.
bukann maksudnya, entah lah, tatapan mereka seolah mengintimidasi nya ditatap dari atas sampai bawah.
sebuah tatapan dari mata Ngalang seolah ingin memangsa atau bisa disebut tatapan sinis.
namun ada juga yang menatap dengan tatapan seolah ingin bertanya " kamu siapa?"
ahh ntah lah bodo amata ia tak ingin memikirkan hal aneh atau hal tidak berguna yang memusingkan otaknya.
sudah cukup pusing dengan tugas dosen nya yang seabreg abreg ditambah harus memikirkan tatapan mahasiswa kampus "aarrggh bodo amat" batinnya
setelah sampai diparkiran alia dikejutkan dengan bisikan mahasiswi kampus yang kebetulan duduk tidak jauh dari tempatnya berdiri menunggu angkutan umum lewat.
" ehh itu yang ada diberita kan? keliatan nya kek orang susah ya?"
" iya ya dia mungkin mau digituin secara Rangga kan orang kaya kan anak pengusaha kaya."
" yang bener lu?? Rangga Airlangga itu?? gilaa pantes mau kira kira dibayar berpaa ya dia?
" atau jangan jangan gratisan biar tenar hihihi."
sebuah tawa hinaan yang terdengar begitu panas ditelinga Alia.
apa salahnya? apa yang tersebar? dimana? bagaimana? sungguh ia ingin bertanya tapi pada siapa? ia mencari Ainun namun sahabatnya katanya sudah pulang terlebih dahulu sedangkan ia lupa membawa handphone. yaa, mungkin karna hp sudah tua dan harus diganti sering eror dan mati sendiri jadi ia tak membawa nya. karna percuma juga kan membawa handphone Batrai sedikit dan mati nyala terus? yang ada esmosii terus wkwkwk
" Alia yaaa ayaaa".
" lohh Gilang kok belum balik?"
" yaa lu tau ngga? atau lu ngerasa aneh ngga hari ini?"
" ada sih, rasanya tatapan mahasiswa disini aneh aneh."
" nahh itu dia, lu belum tau ya berarti?"
" ada apa sih."
" nihh ini luu kan? ini apaan ya? berita nya kaya gini banget."
Gilang teman lelaki Alia sekaligus sahabat yang begitu dekat seperti hal nya Ainun.
Alia kaget saat melihat fotonya dan tulisan yang begitu memalukan.
kenapa berita disini seolah menyebutkan dirinya wanita jalang? kenapa berita ini berisi opini yang buruk? darimana ini?.
sungguh Alia lemas seketika pantas saja bisikan dan tatapan itu seolah melihatnya dengan tatapan Nyalang ternyata ada berita buruk yang memang sangat memalukan baginya.
" ya lu ngga papa kan?" Gilang sedikit khawatir karna wajah Alia pucat dan terlihat syok. dia merasa bersalah namun memang Alia pantas tau apa yang terjadi.
" argh ngga papa gua ngga papa kok" Alia menggeleng kan tangan kemudian ia memilih pulang saja daripada batinnya sakit dan tambah malu jika terus berada ditempat itu. "gua pergi dulu ya daahh." ucapnya segera berlari.
" lohh yaa yaaa ayaaa."
teriak Gilang dan menyugarkan rambutnya seolah frustasi. " haduhh bagaimana ini gua harus gimana belum dijawab malah dia syok keknya emang ngga tau apa apa tapi kenapa berita ini seolah benar nyata? ini bener Alia. mending gua ke Ainun aja deh buat nanyain semuanya." Gilang pun langsung berbalik ke tempat parkiran untuk mengambil motor gede warna hitam kesayangan nya.
Alia berlari sembari matanya yang mengembung menahan air mata agar tak jatuh.
ia terus menahan karna malu dan pasti akan ada tatapan aneh juga para orang orang disekitar jalan melihatnya menangis.
ia harus segara pulang dan menengkan pikiran serta hatinya ia harus melihat berita itu langsung dari hp nya.
dan setelah dirumah ia langsung berlari ke kamar mengambil handphone dan mencari berita tentang dirinya.
menscroll sampai bawah dan berita nya sungguh memalukan, kenapa orang orang bisa membuat berita seperti ini? padahal ia tidak melakukan apapun? rasanya lelah dan lemas,ia menangis dan memeluk lututnya dengan Erat sembari mengelusnya.
" ndukk kamu sudah pulang?"
" ahhh i-buu i- ya Bu aku sudah pulang."
" kamu nangis?"
" ahh ngga Bu." ia memalingkan muka dari sang ibu dan mengusap air matanya takut ibu nya cemas padanya.
" ndukk ibu tau tentang berita itu, ibu tau itu berita bohong tapi itu sudah tersebar bahkan ibu pun tidak bisa berbuat apapun."
" i- ibu tau? darimana?"
" bu Santi tadi yang memberi tahu, tadi saat ibu membersihkan ruang tengah Bu Santi yang sedang menonton tv kaget mendengar suara Andri yang teriak kemudian beliau nunjukin ibu foto kamu sama mas rangga, ibu juga kaget dan sempet mau nangis tapi bu Santi nenangin ibu biar nanti pak aji dan Bu Santi yang cari jalan keluar "
Alia langsung memeluk ibunya tempat bersandar tenyaman dan menenangkan terbaik didunia ini pun mulai rapuh.
" nanti kita tanyakan bapak ya nduk bagaimana solusi nya."
" gapapa Bu Alia masih bisa kok, Alia gapapa. cukup cuekin aja kalo ada yang menghujat atau ngomongin Alia dikampus atau tetangga ngomongi juga bodo amat toh Alia ngga berbuat." cengir tetapi berusaha menahan air mata yang akan menetes melewati pipinya.
" kamu ngga bisa berbohong atau mengelak nak, ini sudah tersebar ibu takut ada masalah dalam pendidikan mu nantinya atau kamu mendapatkan peringatan dari pihak kampus."
" lantas harus bagaimana Bu" suara isakan yang tertahan pun akhirnya lepas kendali.
" nanti kita tanya bapak ya nduk, kamu mandi dan makan aja dulu ya."
" Alia gamau makan Bu."
" jangan begitu ibu sudah masak lohh buat kamu, kamu ngga kasian sama ibu?."
" yaudah Alia nanti makan."
" nahh gitu dong anak ibu pinter. sudah sekarang mandi dulu biar segeran, ibu ke warung dulu ya."
" iya Bu hati hati."
senyum ibu yang kemudian melenggang pergi dari kamar Alia meninggalkan Alia yang masih berdiri kaku ditempatnya memikirkan yang terjadi sungguh memalukan dan menyakitkan baginya.