28

1715 Words

Kau sama denganku. Kita berdua adalah penyihir hitam. Seolah Alice tengah berada di bawah siraman air terjun, benaknya tak bisa terfokus, bagai mengelana ke suatu tempat—mendamba terbebas dari realita. ″Kau berbohong,″ elaknya, ″mulutmu berkata dusta.″ ″Sangkal, jika itu bisa menyenangkanmu. Aura yang ada di sekeliling kita, jika kau bisa melihatnya, pendarnya berwarna ungu gelap. Aku bisa bernapas di sini, kau pun juga sama, namun mereka....″ Maya mengacungkan jari menunjuk Jules. ″Tidak, udara ini sama saja dengan racun, mereka akan kesulitan bernapas. Dan kabar baiknya, aku mengirimkan wabah baru ke kota.″ ″Kau mengerikan,″ desis Alice. ″Setidaknya aku tahu siapa diriku ini.″  ″Sihir itu terlarang. Penyihir hitam ... mereka—″ ″Hitam,″ potong Maya. Gadis itu berkacak pinggang dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD