Chapter 4 ( Pertemuan dengan Ahmad )

1680 Words
Kabar Kurya Bakery juga sampai kepada Bass. Bass yang basic-nya sangat suka roti produk Indonesia pun bersama dengan Cassy yang ternayata memiliki kesukaan seperti Bass mendatangi Kurya Bakery. Cassy memang sudah lama tidak memakan roti roti khas Indonesia seperti serabi, klepon dan lainnya. Di Indonesia makanan tersebut memang bukan makanan yang istimewa. Namun bagi orang rantau, makan seperti itulah yang sangat dirindu rindukan untuk mereka santap. Mereka tidak mengetahui jika Rania bekerja di toko roti yang kini namanya sedang melambung tinggi. Kedatangan mereka yang tiba tiba membuat Rania Kaget dan berhasil merobek kembali luka dihati Rania yang sudah sedikit terobati. Melihat kedatangan mereka berdua yang tiba tiba berhasil menyulut bara api yang bersarang pada tubuh Rania yang mungil. Namun Rania sadar. Ia tidak bisa berlaku seenaknya di Kurya Bakery, ia harus tetap profesional. Sekali Rania emosi, bisa saja akan menghancurkan nama baik Kurya Bakery yang sedang naik daun bak artis yang selalu di puja puja penggemarnya. Rania tidak ingin hal itu terjadi dan menyakiti Nisa selaku pemilik kedua kurya Bakery sekaligus orang terdekatnya. Denagn ekstra hati hati Rania harus menahan emosinya yang biasanya selalu melunjak ketika bertemu orang yang menyebalkan pada hidupnya.Ya itulah sifat dari Rania yang sebenarnya Rania sangat tersiksa dengan sifat yang dimilikinya itu. Pemandangan yang dilihat oleh Cassy membuat hatinya tertawa. Rania dengan rambutnya yang disanggul serta mengenakan celemek terliat lelah. Ia tak menyangka kini Rania memilih untuk menjalani pekerjaan yang bayarannya jauh dibawah pekerjaan yang ia tawarkan dulu. Bagi Cassy ini sangat disayangkan. Namun Cassy juga tidak bisa munafik, ia sebenarnya merasa senang melihat Rania yang sekarang. Cassy menyimpulkan Rania kini hidup dalam kekurangan dan tidak bahagia. Hal yang selalu Cassy sembunyikan dari Rania, Cassy sebenarnya membenci Rania semenjak SMA. Kehadiran Rania di SMA sebagai murid pidahan telah berhasil merengut kebahagiaan Cassy secara tiba tiba dan itu terasa sangat cepat. Rania hadir di sekolah dengan segala kelebihannya. Gelar wanita tercantik telah ia rebut dengan cepat. Bukan hanya itu, Rania selalu lebih unggul darinya. Segudang prestasi yang Rania raih dalam sekejab juga berhasil menggeserkan Cassy dari julukannya sebagai “Princess Prestasi”. Sungguh ini sangat membuat hati Cassy terluka. Selain itu, Rania jugalah yang sudah mematahkan hati Cassy. Diam diam Cassy mencintai Meycel. Dan Maycel menyatakan cintanya ke Rania. Dengan beruntungnya Cassy berhasil membalas kebenciannya pada Rania. Karena Rania lah Cassy tidak pernah dipandang lagi di sekolahnya. Selain “Princess Prestasi” gelar “Siswa Terbaik” juga tak segan segan Rania merampasnya. Dengan Prestasi yang di dapat Rania, Cassy tidak lagi mendapat perhatian khusus dari teman temannya dan para guru. Sungguh sangat menyakitkan bagi Cassy. Ditambah ia harus pura pura baik pada Rania karena ia takut kehilangan teman-temannya yang mulai berdekat dekat dengan Rania. Rania seakan menjadi ratu sekolah dalam sekejap. Namun akhirnya Cassy telah berhasil merebut Meycel dari Rania dengan memberi informasi palsu pada Meycel, Cassy mengungkapkan bahwa yang memberi tahu pada orang tua Meycel mengenai balapan liar yang ia ikuti adalah Rania. Ya Meycel adalah anak yang cukup terpandang di SMA dan ia merupakan ketua komunitas anak motor yang bernama the combat. Meycel pun meninggalkan Rania. Dan dengan usaha Cassy akhirnya Meycel dapat bersatu dengan Cassy, walaupun Cassy mau tidak mau harus kehilangan teman temannya karena mereka lebih berpihak pada Rania. “Eh jadi ini pekerjaan lo sekarang ?” ucap Cassy ketika Rania datang membawa pesanannya. “Eh ternyata lo, kenapa emangnya, ini juga ngga ngerugiin lo kan ? ” jawab Rania sambil menahan kekesalannya. Namun kerutan wajahnya berhasil membuat Cassy tertawa merasa menang. “Ya ngga si, gue cuma heran aja, cewe yang menjadi primadona di tempat kerja, yang selalu di cari cari banyak lelaki, eh ternyata kini hanya bekerja di toko roti” sambil memainkan rambutnya yang panjang dan bergelombang. “Setidaknya gue bukan perebut cowo orang dan bukan penghianat,” Rania segera pergi untuk menghindari keributan. Merasa disindir oleh Rania, Cassy tidak terima. Cassy membuat keributan ditempat tanpa ampun. Ia menjatuhkan gelas berisi jus dan sepiring roti yang ada di meja tepat di depan ia duduk. Asma yang tidak jauh dari lokasi segera mendekat dan meminta Cassy untuk pergi meninggalkan tokonya. Salma paham betul Rania tidak akan memulai hal yang akan merugikan dirinya. Salma juga paham kalau Rania tidak mungkin membuat masalah terlebih dahulu kecuali jika memang ia dipancing. Cassy malah semakin brutal. Bahkan ia melemparkan kursi yang sebelumnya ia duduki. Cassy mendorong Asma hingga tersungkur. Melihat kedatangan satpam mendekat ke arah mereka, Cassy pun menarik tangan Bass dan segera pergi dengan perasaan kesal sebelum mereka di keluarkan secara paksa. Bagi Cassy di keluarkan secara paksa adalah sesuatu hal yang sangat memalukan. Dan itu tidak ada dalam kamus hidup Cassy. *** Toko tutup lebih awal. Dibalik keributan yang telah terjadi ternyata roti roti yang mereka jua,l ludes terjual lebih cepat dari biasanya. Untung saja keributan yang terjadi hari ini tidak menimbulkan kesan negatif pada Kurya Bakery. Rania sedang membereskan kursi kursi dan meja dengan menggunakan lap. Tiba-tiba seorang masuk ke dalam Kurya Bakery tanpa permisi. Papan bertuliskan “CLOSE” sudah terpampang jelas di pintu masuk Kurya Bakery. Tentu saja ini menarik perhatian Rania yang masih sibuk membereskan meja kursi. ‘Padahal di depan toko sudah terpampang kalau toko sudah tutup kenapa ada seorang pria yang tetap nekad masuk’ gumam Rania dalam batinnya. “Sorry the shop is closed (maaf toko sudah tutup),” ucap Rania ketika pria tersebut baru memasuki toko. “Iya saya tahu kalau toko sudah tutup” Jawabnya dengan muka datar. Rania kaget bukan main. Bagimana bisa orang di depannya ini yan terlihat penduduk lokal bisa berbahasa Indonesia. Rania sangat yakin kalau pria di depannya ini adalah orang Amerika, terlihat jelas dari lekuk lekuk tampang di mukanya. Tidak mungkin juga orang tersebut orang Indonesia. Tidak nampak sedikit pun wajah khas orang asia di wajahnya. “Dari mana anda tahu kalau saya orang Indonesia? ” Rania sangat keheranan. “Tentu saya tahu, karena semua pekerja di sini pasti dari Indonesia” Rania justru semakin di buat bertanya tanya dengan jawaban yang baru di lontarkan pria tersebut. “Kakak..” teriak Asma dari dalam. Pancaran bahagia terlihat dengan jelas di wajah Salma. Teriakan Asma membuat Rania malu seketika. Bagaimana bisa ia melupakan kalau pemilik Kurya Bakery adalah kakaknya Asma. Rania sungguh tidak mengangka kalau orang tersebut adalah kakaknya Asma. Tidak ada kemiripan sama sekali antara mereka berdua. Dilihat dari segi postur tubuh, Asma sangat kelihatan ia orang asia, sementara pria tersebut memiliki fisik yang jauh berbeda dengan orang asia. Bahkan dari anggota badan yang lain tidak ada yang meunjukan ia orang asia asli. Kulitnya yang putih dan hidungnya yang mancung. “Maaf pak, saya tidak tau” ucap Rania untuk mengurangi kesalahannya dengan tampang yang merasa tidak enak. Rania trelihat begitu sangat malu. “No Problem” Jawabnya. Jawaban yang singkat ini membuat Rania makin tidak enak dan ingin segera kabur melinggalkan orang tersebut yang sedang bersama Asma. *** Rania masih kepikiran dengan kejadian sore hari. Ia masih tidak bisa memejamkan matanya. Kehadiran kakak Asma yang tidak ia ketahui membuatnya sangat malu. Bodohnya ia tidak pernah bertanya kepada Asma seperti apa sosok kakanya itu. Sampai saat ini pun Rania masih tidak percaya kalau pria tersebut kakanya Asma. Fisik mereka tidak ada yang mirip dan pria tersebut lebih kelihatan orang Amerika, bukan orang Indonesia. “Hai, Ngapain belum tidur ?” kehadiran Asma yang tiba tiba juga berhasil membuat Rania terkejut bukan main. “Haduh ngagetin aja si lo,” jawab Rania sambil memegang dadanya efek terkejut mendapati kedatangan Asma yang tiba tiba. “Eh lo mikirin kakak gue ya? Hayo ngaku” ucap Salma sambil tertawa kepada Rania. “Awas loh nanti naksir kakak gue..” lanjut Salma tiba-tiba. “Apaan si lo. Gue ngga mikirin kakak lo” “Eh gue mikirin kok kakak lo ngga ada mirip miripnya sama lo?” mukanya terlihat begitu penasaran. “Kan kan mikirin kakak gue” “Bukan itu, gue bukannya mikirin kakak lo, gue mikirin kok kalian ngga mirip si, bikin salah paham aja tau. Mana ini gue malu banget” “Maap gue lupa bilang kalau kakak gue emang keturunan Amerika” “Ngomong dong dari awal. Asli gue malu banget, mau di buang kemana ini muka gue” “Orang lu ngga tanya ngapain gue ngomong” Ya Kakaknya Asma ini memang asli keturunan Amerika, ibu Asma sebelumnya sudah pernah menikah dengan orang Amerika sebelum menikah dengan ayah Asma. Hasil pernikahan itu menghadirkan sosok Ahmad yang tidak lain adalah kakaknya Asma. Perceraian terpaksa harus terjadi karena perbedaan sudut pandang dalam mendidik anak. Hak asuh anak jatuh ke tangan ibunya Asma karena waktu itu Ahmad masih berusia sangat belia. Beberapa tahun kemudian ibunya menikah dengan orang Indonesia asli dan menghadirkan sosok Asma. Itulah mengapa mereka berdua tidak memiliki kemiripan karena ayah mereka berbeda. Mereka sama sama mewarisi fisik dari sosok ayah bukan sosok ibu. Pantas saja kalau mereka tidak memiliki kemiripan. Kini Rania baru mengerti kalau Asma dan kakanya terlahir dari ayah yang berbeda. Andai saja Rania tahu hal ini dari awal, Rania tidak akan menahan rasa malu yang selalu menghantuinya. “Eh kakak lo mana? Kok lo tinggal?” “Cie mulai nyariin” “Gue ngga nyariin kakak lo, mumpung kakak lo disini di temenin atau gimana” “Mulai perhatian nih... nih gue kasih tau, kakak gue yang ganteng itu namanya Ahmad” “Gue ngga nanya nama kakak lo” Muka Rania makin memerah di goda terus terusan oleh Salma. Rania memang tidak memiliki rasa kepada Ahmad, namun Asma yang selalu menggodanya pun berhasil membuat Rania kesal dan mukanya memerah bagaikan kepiting rebus. “Kakak gue udah balik ” “Kemana dia?” “Cie kepo.. Dia balik ke asramanya, kakak gue mau melanjutkan inovasinya bersama salah satu gurunya” “Kenapa ngga ngomong, kalau tadi lo ngomomng kan gue ngga bingung lo tiba tiba kesini. Udah datangnya kaya jailangkung” Tak beberapa lama kemudian Asma sudah terlidur dengan lelapnya. Berbeda dengan Rania. Ia sebenarnya sangat lelah, namun matanya enggan terpejam. Sungguh hal ini menyiksanya. Tidak bisa di pungkiri dan tanpa Rania sadari ia terus memikirkan Ahmad padahal semua kebingungannya sudah terjawab.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD