Chapter 3 (Sakit)

1019 Words
Kesal sungguh kesal, Rania ditipu oleh Bass. Rania sudah menganggap Bass mau menerimanya apa adanya. Nyatanya ia hanya memanfaatkan dirinya untuk keperluannya sendiri dengan berlindung di bawah kata cinta. Rania merasa frustasi. Semua orang di sekelilingnya tidak ada yang benar benar sayang kepadanya. Semua hanya memanfaatkannya untuk kepentingan hidup dirinya. Bahkan Cassy salah satu sahabat baiknya pun kini sudah berhianat padanya. Ia diam diam menjalin hubungan dengan Maycel. Luka hati pada Rania seakan sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Badannya mulai lemas dan ia jatuh sakit. Kini tak ada yang bisa menenagkan dirinya. Tidak ada seorang pun yang berada di sampingnya hanya untuk mengucapkan kata semangat. Keadaaannya pun mulai memperihatinkan dan tidak terawat. Rania sudah putus asa dan tidak ada semangat dalam hidup. Hidupnya kini hanya dipenuhi denan berbaring dengan lemah. Hingga sampai di mana Rania tidak bisa lagi berdiri sekedar mengambil pesanan makan di depan pintu apartemennya. Rania memutuskan untuk menghubungi taxi dan memintanya untuk masuk ke apartemennya untuk membantunya menuju mobil. Rania yang keadaannya sudah hampir sekarat kemudian disambut petugas rumah sakit yang segera membawanya ke kamar perawatan. Dokter segera memeriksa Rania dan memberikannya lengan infus untuk membantu keadaan Rania. Kedatangan Rania di rumah sakit tanpa satu orang pun yang bersamanya membuat seorang perempuan berjilbab terus memandanginya dari jauh. Ia merasa iba dengan Rania. Ketika dokter keluar untuk memeriksa pasien lain Nisa masuk ke kamar perawatan Rania. “Excuse me (permisi),” ucap Nisa sambil memasuki kamar Rania. “You alone, whare is your family? (kamu sendirian, dimana keluargamu?)” “My family in Indonesia, they don’t think of me anymore (keluargaku di Indonesia, mereka tidak menganggapku lagi)” “Oh anda Dari Indonesia, perkenalkan saya Nisa, izinkan aku untuk merawatmu selama sakit di sini.” Sambil tersenyum. Nisa paham betul apa yang dirasakan wanita yang terbaring lemah di depannya saat ini. Rania tampak ragu. Ia masih terbayang bayang dengan orang yang sebelumnya baik kepadanya namun ujung ujungnya ia mengharapkan sesuatu darinya ataupun memiliki maksud jahat dalam hidupnya. Keraguannya terekam di wajahnya yang menyebabkan Nisa mengetahui kecemasan Rania. “Tenang saya orang baik, kamu bisa memegang identas saya yang bisa kamu laporkan jika saya jahat kepada kamu.” “Baiklah kalau begitu terima kasih banyak, anda adalah orang baik pertama yang saya temui di sini, terima kasih banyak” Nisa tersenyum mendengar jawaban dari Rania. Nisa sungguh sangat tidak tega melihat anak perempuan di negeri orang sendirian. Ia membayangkan dirinya yang sedang perada di negeri orang ini sendirian dan mengalami masalah tanpa ada orang yang membantunya. Rania menitikkan air mata. Akhirnya di negara yang telah mengiksanya ini ia bisa bertemu dengan orang baik yang rela merawatnya tanpa pamrih. Bahkan ia sendiri yang meminta izin untuk merawatnya. Sungguh Rania merasa beruntung sekali bertemu dengan Nisa. Sedikit perkenalan mengenai Nisa. Nama lengkapnya Khoirunisa Assabila. Ia adalah seorang mahasiswa S2 yang belajar di Amerika dengan beasiswa LPDP. Ia adalah gadis anak dari sepasang pendakwah di Jawa Timur. Orang tuanya memiliki pesantren. Sikap lemah lembuh dan perhatian pada orang lain sudah tertanam dalam dirinya sejak kecil. Nisa memang diajarkan untuk peduli kepada siapapun yang membutuhkan uluran tangannya yang ia temui baik itu sengaja atau tidak sengaja. Kebetulan Nisa ini sedang menemani teman kuliahnya yang sedang sakit dan dirawat bersebelahan dengan kamar Rania. Hari hari Rania di rawat oleh Nisa. Kini keraguan pada hati Rania mengenai Nisa sudah hilang. Rania mulai nyaman dengan kehadiran Nisa. Keadaan Rania pun berangsur angsur mulai membaik. Karena Rania sudah sembuh, Rania pun sudah jarang pertemu dengan Nisa. Namun ,mereka sebelumnya sudah saling bertukar kontak w******p. Rania mulai tidak bisa menyewa apatemen karena uangnya habis untuk membayar biasa rumah sakit selama ia jatuh sakit. Rania pun setelah sembuh dari sakitnya sudah tidak pernah menginjakkan kaki di hiburan malam lagi. Asupan-asupan dari Nisa telah berhasil mebuat Rania tidak meminjakkan kaki lagi di tempat tersebut. Masalah silih berganti. Sekarang masalah utama Rania kembali mengguncang di finansialnya. Uangnya makin menipis. Mau tidak mau ia harus segera keluar dari apartemen karena tidak mampu membayar sewa bulan berikutnya. Terbesit sedikit dalam batin Rania untuk kembali bekerja di hiburan malam. Namun ia ragu karena ia takut jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. KLUNTING !!! Sebuah notifikasi masuk di ponsel Rania. Pesan dari Nisa mendarat di sana. Keberuntungan lagi-lagi datang pada Rania. Nisa yang sudah mengetahui apa saja yang terjadi pada Rania, menawarkan pekerjaan pada Rania. Nisa memang sangat tidak setuju jika Rania harus masuk ke lembah hitam kembali. Nisa menawarkan Rania untuk bekerja di toko roti milik teman kuliahnya yang juga merupakan mahasiswa yang satu kampus dengan Nisa dan sama sama berasal dari Indonesia. Rania akhirnya bisa menarik nafas lega, walaupun pekerjaan barunya penghasilnannya jauh di bawah pekerjaan sebelumnya. Hari ini hari pertama Rania bekerja. Ia di antar oleh Nisa menuju ke sana. Sebuah toko roti di sudut kota. Sampai disana mereka sudah disambut kedatangannya oleh salah seorang karyawan di sana. Namanya Asma. Asma ini adalah adik dari pemilik toko roti tersebut. Asma lah yang menghandle toko tersebut. Rania kerja hanya berdua dengan Asma. Rania menggantikan posisi karyawan yang tidak bisa lagi bekerja membantu Nisa karena ia telah lulus study dan harus kembali ke Indonesia. Hari harinya yang selalu dengan Asma telah membuat hidup Rania tidak kesepian lagi. Ia juga tinggal bersama Asma di kamar toko tersebut. Mereka sudah layaknya adik kaka. Bahkan busana Asma yang tertutup tanpa langsung telah membuat pakaian yang di kenanakan Rania mulai tertutup. Bahkan Rania sedikit tertarik untuk memakai jilbab namun ia masih ragu untuk memakainya. Tanpa di duga toko roti yang di handle Asma kini sudah semakin berkembang. Pelanggannya makin banyak. Rania sangat berpengaruh besar pada kemajuan toko roti karena kepandaiannya dalam membuat promosi. Rania memanfaatkan media sosial sebagai promosi. Tanpa di duga hasilnya, mengunjung semakin banyak yang berdatangan. Bahkan kini karyawan yang bekerja di situ bertambah dua orang. Keduanya sama sama orang yang rantau yang berasal dari Indonesia. “Kurnya Bakery.” Nama itu sudah sudah tidak asing bagi semua orang yang berada di kota tersebut. Hampir semua orang mengenalnya. Kurnya Bakery merupakan toko roti yang menjual berbagai roti roti dari Indonesia. Dan sekarang jenis roti yang dijual di sana pun semakin banyak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD