"M-maaf. Udah membuatmu panik dan bingung tadi pagi." Revan memulai pembicaraan. "Iya gapapa," sahut Rheina sekenanya. "Maaf juga udah mengambil keputusan sepihak." Rheina menghentikan aktifitas mengelap piring yang baru dicuci oleh Revan. Wanita itu menatap tajam pria di sampingnya. Revan hanya menunduk karena memang ia bersalah kali ini. Tak lama Rheina tertawa. Dia berhasil membuat pria yang kini sudah menjadi pasangan halalnya khawatir. "Aku cuma gak habis pikir aja, sih. Mbak Ella tiba-tiba nyuruh ganti pakai kebaya pengantin. Tadi aku malah takut dijual atau dinikahin paksa sama orang yang gak aku kenal," ucap Rheina. "Tapi tadi emang kamu dipaksa nikah, 'kan?" "Iya. Dipaksa nikah sama Kakak." Rheina menuntaskan kegiatannya mengelap piring dan meletakkannya di lemari. "Habis

