Chapter 19

1181 Words

** Lelaki itu memandang langit mendung di tambah rerintik hujan dengan tenang, tapi tiba – tiba seseorang dari arah yang berlawanan berlari mendekatinya sembari mengatakan, ‘’Ustad, surveinya diadakan sekarang. Untuk Ustad Zain insyaallah di desa ujung,’’ ‘’Oh, terima kasih infonya, teman yang laiin sudah berangkat Mus??’’ ‘’Suda Tad, tinggal Ustad sendiri yang belum berangkat karena tadi baru saja menyimak hafalan saya,’’ ‘’Baiklah, mana datanya??’’ tanya Zain kepada Mustafa. ‘’Ini tad ....’’ ‘’Syukran Mustafa, nantii saya langsung berangkat.’’ ‘’Baik tadz saya pamit, Assalamualaikum,’’ ‘’Waalaikummusallam ...’’ Zain menunduk menghela nafas dan menghembuskannya dengan pelan, lalu berlari menembus rintik hujan menuju parkiran mengambil payung yang di sediakan di de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD