Chapter 18 ** ** ** Flashback mode on ... ‘’Good bye Daniel Villa ...’’ Bisik seorang gadis menatap bangunan mewah berwarna coklat gelap yang hampir menyatu dengan alam. ‘’So sorry kalau selama aku tingga dalam tubuhmu membuatmu merasakan lukaku. But, i wanna say thank you verry much. Kamu tempat singgah ternyaman ... Thank you.’’ Lirih Nasya menunduk dengan senyumnya. Ia memutar tubuhnya membuat ia membelakangi bagunan besar sembari menghembuskan nafasnya penuh rasa yang tidak bisa didefinisikan dengan kalimat. Rasa yang campur aduk mulai dari rasa takut, rindu, hingga rasa tidak ingin pulang ke rumahnya karena takut dengan sosok kejam yang sudah menantinya dengan amarah. ‘’Are you ready Nasya ...’’ katanya pada diri sendiri yang ketakutan bahkan tubunya s

