Setelah melewati perjalanan super kilat yang dilakukan Vino akhirnya mereka tiba juga di sekolah. Namun, kekecewaan harus didapatkan Vino. Sudah tidak terlihat murid-murid sekolah yang ada di sana. Wajah Vino berubah kecewa. Wajah Vino memang berubah kecewa, tapi tidak dengan wajah Roy. Pria berkacamata tersebut malah terlihat sangat lega seperti mendapatkan kebahagiaan yang tak terkira. Roy memegang handle pintu dan membuka nya dengan cepat. “Thanks yaa Lord atas rahmat dan anugerah yang telah Engkau berikan pada hambamu yang penuh dosa ini. Ampunilah segala dosa-dosa ku.” Mulut Vino ternganga matanya mengerjap dua kali tak percaya mendengar ucapan Roy. “Apaan sih Vin lihat aku kayak begitu. Tuh muka dikontrol dong. Apa kamu mau aku salah paham dengan tatapan matamu yang tak suci

